@tatiana_nunes___: A vida passa tão rápido que nem sempre dás conta que mesmo aos poucos estás a viver a oração que pediste a Deus. Coisas simples mas com grandes impactos na tua vida porque cada detalhe está a ser preparado por ELE.  E sem te dares por conta, caminhas pelo mundo que te pertence. #emigrantesportugueses #cplp #palop #luxembourgtiktok #luxemburgo

Tatiana Nunes 🎬
Tatiana Nunes 🎬
Open In TikTok:
Region: FR
Saturday 01 August 2026 10:48:56 GMT
355
17
1
1

Music

Download

Comments

taira1611
Taira :
❤️🥰
2026-08-01 19:25:57
0
To see more videos from user @tatiana_nunes___, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝐊𝐞𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 #𝐀𝐡𝐥𝐮𝐥𝐁𝐚𝐢𝐭 𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 #𝐒𝐮𝐧𝐧𝐢 Di lingkungan #Ahlussunnah (Sunni), figur #ImamHusein secara khusus dan AhlulBait secara umum ... terasa sangat asing, bahkan seolah
𝐊𝐞𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 #𝐀𝐡𝐥𝐮𝐥𝐁𝐚𝐢𝐭 𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 #𝐒𝐮𝐧𝐧𝐢 Di lingkungan #Ahlussunnah (Sunni), figur #ImamHusein secara khusus dan AhlulBait secara umum ... terasa sangat asing, bahkan seolah "hilang dari peredaran". ... karena sangat jarang diketahui atau dibahas oleh masyarakat di berbagai kesempatan. Meskipun misalnya telah menimba ilmu puluhan tahun di pondok #pesantren serta mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah .... belum pernah betul-betul dikenalkan dan didekatkan dengan sosok #AlHusein dan AhlulBait tsb. Kenapa sampai demikian? 𝐋𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬 #𝐓𝐫𝐚𝐠𝐞𝐝𝐢𝐊𝐚𝐫𝐛𝐚𝐥𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭 #𝐊𝐢𝐭𝐚𝐛𝐊𝐥𝐚𝐬𝐢𝐤 -- Dikutip dari kitab 𝐀𝐬-𝐒𝐚𝐰𝐚'𝐢𝐪 𝐚𝐥-𝐌𝐮𝐡𝐫𝐢𝐪𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐇𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐚𝐥-𝐌𝐚𝐤𝐤𝐢 𝐚𝐥-𝐇𝐚𝐲𝐭𝐚𝐦𝐢, halaman 600 .. .. di dalamnya ada pandangan 𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐥-𝐆𝐡𝐚𝐳𝐚𝐥𝐢 mengenai haramnya para penceramah (ustadz, kiai, dll) atau siapapun untuk menceritakan tragedi Karbala dan pembunuhan Al-Husein dan segala perseteruan diantara para #sahabatnabi Larangan menceritakan Tragedi Karbala dan perseteruan di antara para sahabat nabi tersebut didasari oleh kekhawatiran bahwa narasi tersebut dapat membangkitkan rasa benci, memicu konflik, serta melahirkan celaan terhadap para sahabat nabi di kalangan umat. 𝐔𝐋𝐀𝐒𝐀𝐍 Narasi adanya pelarangan pembahasan Tragedi Karbala di kalangan ulama klasik memang benar dan akurat secara literatur. Teks tersebut tercantum secara eksplisit dalam kitab 𝐀𝐬-𝐒𝐚𝐰𝐚'𝐢𝐪 𝐚𝐥-𝐌𝐮𝐡𝐫𝐢𝐪𝐚𝐡 𝐟𝐢 𝐚𝐫-𝐑𝐚𝐝𝐝 '𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐡𝐥𝐢 𝐚𝐥-𝐁𝐢𝐝𝐚' 𝐰𝐚 𝐚𝐳-𝐙𝐚𝐧𝐝𝐚𝐤𝐚𝐡 karya ulama besar mazhab Syafi'i, 𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐇𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐚𝐥-𝐇𝐚𝐢𝐭𝐚𝐦𝐢 (wafat 974 H). Beliau menukil pandangan Imam al-Ghazali sebagai berikut: “Imam al-Ghazali dan ulama lainnya berkata: 𝐃𝐢𝐡𝐚𝐫𝐚𝐦𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐞𝐫𝐚𝐦𝐚𝐡 (𝐩𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐭) 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐫𝐢𝐰𝐚𝐲𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐫𝐚𝐠𝐞𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐥-𝐇𝐮𝐬𝐞𝐢𝐧 (𝐌𝐚𝐤𝐭𝐚𝐥 𝐚𝐥-𝐇𝐮𝐬𝐞𝐢𝐧), 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡-𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐩𝐚𝐫𝐚 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐩𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐥𝐢𝐬𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢𝐤𝐚𝐢𝐚𝐧. 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐧𝐜𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐚𝐫𝐚 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭...” Intisari ini diambil dari karya monumental Imam al-Ghazali sendiri, 𝐈𝐡𝐲𝐚 𝐔𝐥𝐮𝐦𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧, tepatnya pada bab menjaga lisan (𝐀𝐟𝐚𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐋𝐢𝐬𝐚𝐧). Dalam tradisi AhlussunnahwalJama'ah, sikap ini dikenal dengan istilah 𝐀𝐥-𝐈𝐦𝐬𝐚𝐤 '𝐚𝐦𝐦𝐚 𝐬𝐲𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐢𝐧𝐚𝐬𝐡 𝐬𝐡𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐡 (menahan diri dari membahas perselisihan di antara para sahabat). Ulama besar seperti 𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐍𝐚𝐰𝐚𝐰𝐢, 𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐓𝐚𝐢𝐦𝐢𝐲𝐚𝐡, dan 𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐊𝐚𝐭𝐬𝐢𝐫 juga menyepakati prinsip ini karena beberapa alasan utama: - 𝘔𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘒𝘦𝘶𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘈𝘨𝘢𝘮𝘢 Para sahabat adalah generasi penyampai ajaran Islam secara berantai (𝘢'𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘥-𝘥𝘪𝘯). Mencela mereka dikhawatirkan akan meruntuhkan kredibilitas ajaran agama itu sendiri. Juga ada ketakutan sistematis bahwa pengungkapan fakta-fakta kelam ini akan mendorong masyarakat untuk beralih atau bersimpati kepada paham Syiah. - 𝘔𝘦𝘯𝘤𝘦𝘨𝘢𝘩 𝘒𝘦𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘢𝘯 𝘗𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬 Masyarakat awam dikhawatirkan terjebak dalam kebencian dan penghujatan terhadap figur sahabat tertentu jika mendengar detail konflik tanpa pemahaman konteks sejarah yang utuh. 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧: 𝐌𝐢𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐔𝐦𝐮𝐦 𝐯𝐬 𝐅𝐨𝐫𝐮𝐦 𝐈𝐥𝐦𝐢𝐚𝐡 Perlu digarisbawahi, pelarangan yang dimaksud oleh Imam al-Ghazali berfokus pada penceramah di hadapan masyarakat awam. Tapi bagi para penuntut ilmu, sejarawan, atau dalam ruang akademis yang terstruktur, mempelajari Tragedi Karbala melalui kitab sejarah yang valid (seperti 𝐓𝐚𝐫𝐢𝐤𝐡 𝐚𝐭𝐡-𝐓𝐚𝐛𝐚𝐫𝐢 atau 𝐀𝐥-𝐁𝐢𝐝𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐰𝐚𝐧 𝐍𝐢𝐡𝐚𝐲𝐚𝐡) tetap diperbolehkan. Gimana menurutmu?

About