@anarbaevvsa: Хочу сказать огромное спасибо вам всем! Я очень благодарна этой жизни, что когда то смогла повстречать вас! Мне было очень не легко делать это видео и сейчас это писать тоже. спасибо, что именно с вами я узнала и поняла многое, набралась опыта. Прошу прощения если когда-то, я вас чем-то обидела, мне очень жаль ( я правда была счастлива находясь с вами, но отныне дальнейший путь я должна буду пройти одна, но я рада, тому что я смогу позвонить в любой момент своей семье и лилечке, вы правда единственные, кто остается со мной по сей день на протяжении 15 лет. Я ни в коем случае, ни на кого не держу зла или обиды, наслаждайтесь каждым моментом, я желаю вам всем добиться успехов, пройти через все трудности и достичь, того чего хотите ВЫ! Каждому с кем я знакома хочу сказать спасибо, вы бесцены, будьте счастливы ребят, люблю бесконечно ❤️‍🩹 Я блин плачу

anarbaevvsa
anarbaevvsa
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 01 August 2026 12:08:11 GMT
333
30
16
22

Music

Download

Comments

katerina_8213
Katerina\<•_•>/ :
Сабриначка я очень надеюсь что у тебя всё получится и ты справишься со всеми трудностями
2026-08-01 17:12:47
2
l_gelia_l
🤍 :
Малышка, я в тебе не сомневаюсь! Ты со всем справишься! Я безумно рада за то что мы с тобой познакомились, проводили время вместе, за совместные ночевки и все что произошло, это однозначно было не зря! Будь счастлива и пиши почаще! Уже скучаю по тебе😭❤️Я уверена, мы обязательно еще встретимся!💋💋💋
2026-08-01 14:09:09
3
83573i
. :
да ты моя милая ,тебе тоже успехов и счастья, я правда не сожалению о том что с тобой когда то познакомилась, я люблю тебя сабри💋❤️
2026-08-01 15:23:16
1
sssha134
alexsandrа :
сабриночка,у тебя все получится,я верю в тебя ,успехов в дальнейшем,всегда буду ждать тебя 💋🫂
2026-08-01 15:11:28
2
varyshen.k
vrs_sergevnaaa🖤 :
успехов тебе, малышка❤️🫶🏻
2026-08-01 12:29:36
2
To see more videos from user @anarbaevvsa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About