@by_boopca: 🤎Momo Bag у шоколадному кольорі вже доступна до замовлення. Хочете інший колір? З радістю створю її саме для вас у будь-якому відтінку. Для замовлення пишіть в особисті 🌸 #вязанасумка #handmadegifts #подарунокдівчині #сумканазамовлення #сумкаручноїроботиукраїна

Boopca
Boopca
Open In TikTok:
Region: UA
Saturday 01 August 2026 13:54:05 GMT
4388
233
4
28

Music

Download

Comments

kittierhose
Rhose Eusebio :
bag size please?
2026-08-18 08:18:22
0
vikagerez
Вікторія :
Вітаю! Чи маєте МК?
2026-08-02 19:13:38
1
vikagerez
Вікторія :
😍😍😍
2026-08-02 19:13:44
1
To see more videos from user @by_boopca, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dawuh Guru Gus Nidhom Asrori  وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا Artinya: “Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya.” (HR. Tirmidzi) Makna hadis dalam perspektif tasawuf Dalam tasawuf, hadis ini tidak hanya berbicara tentang menghapus dosa dengan amal baik, tetapi juga tentang proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). 1.Kesalahan tidak boleh dibiarkan menjadi penyakit hati Ketika seseorang melakukan dosa atau kesalahan, ia tidak seharusnya larut dalam penyesalan tanpa tindakan. Ia segera kembali kepada Allah melalui taubat dan amal saleh. 2.Kebaikan sebagai proses pembersihan batin Kata تَمْحُهَا (tamhuha), “menghapusnya”, dapat dipahami secara spiritual sebagai proses membersihkan bekas keburukan dari jiwa. Amal baik yang dilakukan dengan ikhlas membantu hati keluar dari pengaruh dosa. 3.Mengubah energi negatif menjadi kedekatan kepada Allah Seorang yang melakukan kesalahan kemudian memperbanyak zikir, sedekah, salat, membantu orang lain, dan memperbaiki akhlaknya sedang melakukan proses transformasi batin: dari maksiat menuju taat, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari jauh dari Allah menuju kedekatan kepada-Nya. 4.Taubat bukan sekadar ucapan Perspektif tasawuf menekankan bahwa taubat (tawbah) harus melahirkan perubahan. Jika seseorang benar-benar menyesal, maka penyesalan tersebut diwujudkan dengan amal saleh dan meninggalkan kebiasaan buruk. 5.Membentuk akhlak yang lebih baik Hadis ini juga mengajarkan bahwa kesalahan masa lalu tidak harus menjadi identitas seseorang. Yang penting adalah bagaimana seseorang memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan. 📝Intinya  Hadis ini menggambarkan perjalanan seorang salik: dosa → sadar → taubat → amal saleh → penyucian hati → perbaikan akhlak → semakin dekat kepada Allah. Jadi, dalam perspektif tasawuf, “kebaikan menghapus keburukan” bukan hanya berarti dosa mendapatkan pengampunan, tetapi juga bahwa hati yang ternoda dapat terus dibersihkan melalui taubat, keikhlasan, zikir, dan amal saleh. Semoga kita diberikan Rahmat Hidayah dari Allah sehingga kita bisa melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari 🤲 #gusnidhom#alkhidmahindonesia#kebaikan#tasawuf #coplercommunity
Dawuh Guru Gus Nidhom Asrori وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا Artinya: “Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya.” (HR. Tirmidzi) Makna hadis dalam perspektif tasawuf Dalam tasawuf, hadis ini tidak hanya berbicara tentang menghapus dosa dengan amal baik, tetapi juga tentang proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). 1.Kesalahan tidak boleh dibiarkan menjadi penyakit hati Ketika seseorang melakukan dosa atau kesalahan, ia tidak seharusnya larut dalam penyesalan tanpa tindakan. Ia segera kembali kepada Allah melalui taubat dan amal saleh. 2.Kebaikan sebagai proses pembersihan batin Kata تَمْحُهَا (tamhuha), “menghapusnya”, dapat dipahami secara spiritual sebagai proses membersihkan bekas keburukan dari jiwa. Amal baik yang dilakukan dengan ikhlas membantu hati keluar dari pengaruh dosa. 3.Mengubah energi negatif menjadi kedekatan kepada Allah Seorang yang melakukan kesalahan kemudian memperbanyak zikir, sedekah, salat, membantu orang lain, dan memperbaiki akhlaknya sedang melakukan proses transformasi batin: dari maksiat menuju taat, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari jauh dari Allah menuju kedekatan kepada-Nya. 4.Taubat bukan sekadar ucapan Perspektif tasawuf menekankan bahwa taubat (tawbah) harus melahirkan perubahan. Jika seseorang benar-benar menyesal, maka penyesalan tersebut diwujudkan dengan amal saleh dan meninggalkan kebiasaan buruk. 5.Membentuk akhlak yang lebih baik Hadis ini juga mengajarkan bahwa kesalahan masa lalu tidak harus menjadi identitas seseorang. Yang penting adalah bagaimana seseorang memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan. 📝Intinya Hadis ini menggambarkan perjalanan seorang salik: dosa → sadar → taubat → amal saleh → penyucian hati → perbaikan akhlak → semakin dekat kepada Allah. Jadi, dalam perspektif tasawuf, “kebaikan menghapus keburukan” bukan hanya berarti dosa mendapatkan pengampunan, tetapi juga bahwa hati yang ternoda dapat terus dibersihkan melalui taubat, keikhlasan, zikir, dan amal saleh. Semoga kita diberikan Rahmat Hidayah dari Allah sehingga kita bisa melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari 🤲 #gusnidhom#alkhidmahindonesia#kebaikan#tasawuf #coplercommunity

About