@emanuel.uf: 🎗️Castiel update: His skin has been pretty irritated lately. We talked to the doctors and they think it may be a reaction to the medication he’d been taking. The good news is that medication is now done — yesterday was the last day — so we’re hoping his skin will start to settle from here. In the meantime, he’s already started something to help and we’re applying lotion to soothe it. And next week he already has an appointment with the dermatologist, which happens to fall in the same week as some other important appointments and exams. One step at a time. 💛 #neuroblastoma #castielcrushescancer #cancerinfantil #childhoodcancer #fyp

Emanuel Uf
Emanuel Uf
Open In TikTok:
Region: UG
Saturday 01 August 2026 14:34:54 GMT
228
47
7
3

Music

Download

Comments

connie.gajasan
Connie Gajasan :
hi baby god will heal you baby
2026-08-08 05:46:49
0
catacatalin19
♌Cătă محفز ♌ :
🙏🙏🙏
2026-08-01 21:25:44
1
tia594860
tia :
hi❤️❤️❤️
2026-08-01 15:32:19
0
kareem_hytham
karيm :
.
2026-08-01 21:45:36
1
To see more videos from user @emanuel.uf, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 67 | Kutipan yang tajam, dan itu ringkasan yang sangat akurat tentang bagaimana Arthur Schopenhauer memandang dunia. Kalau kamu merasa sering gemas melihat orang-orang yang cuma ikut-ikutan tren tanpa tahu alasannya, Schopenhauer sudah merasakan kekesalan yang sama sejak abad ke-19. ​Dia adalah filsuf asal Jerman (1788–1860) yang dikenal sebagai Bapak Pesimisme Filosofis. Di saat filsuf lain sibuk mengagungkan akal budi manusia, Schopenhauer justru menelanjangi realitas dengan cara yang cukup sinis, tapi sangat jujur. ​Siapa Sebenarnya Arthur Schopenhauer? ​Schopenhauer adalah seorang pemikir independen yang kaya raya, eksentrik, dan tidak terlalu suka bersosialisasi (dia lebih memilih tinggal sendirian dengan anjing pudelnya). Mahakaryanya yang paling terkenal berjudul The World as Will and Representation (Dunia sebagai Kehendak dan Representasi). ​Yang unik dari Schopenhauer adalah dia salah satu filsuf Barat pertama yang secara terang-terangan memadukan filsafat Barat (terutama pemikiran Immanuel Kant) dengan filsafat Timur, seperti Buddhisme dan Upanishad (Hindu). ​Inti Pemikiran: Mengapa Manusia Sulit Berpikir Sendiri? ​Kembali ke kutipan yang kamu sebutkan, Schopenhauer punya alasan kuat mengapa dia menganggap mayoritas orang hanya mengikuti tradisi dan kebiasaan: ​Mentalitas Kawanan (Herd Mentality): Menurutnya, berpikir secara mandiri itu melelahkan dan butuh keberanian. Kebanyakan orang lebih memilih
Bagian 67 | Kutipan yang tajam, dan itu ringkasan yang sangat akurat tentang bagaimana Arthur Schopenhauer memandang dunia. Kalau kamu merasa sering gemas melihat orang-orang yang cuma ikut-ikutan tren tanpa tahu alasannya, Schopenhauer sudah merasakan kekesalan yang sama sejak abad ke-19. ​Dia adalah filsuf asal Jerman (1788–1860) yang dikenal sebagai Bapak Pesimisme Filosofis. Di saat filsuf lain sibuk mengagungkan akal budi manusia, Schopenhauer justru menelanjangi realitas dengan cara yang cukup sinis, tapi sangat jujur. ​Siapa Sebenarnya Arthur Schopenhauer? ​Schopenhauer adalah seorang pemikir independen yang kaya raya, eksentrik, dan tidak terlalu suka bersosialisasi (dia lebih memilih tinggal sendirian dengan anjing pudelnya). Mahakaryanya yang paling terkenal berjudul The World as Will and Representation (Dunia sebagai Kehendak dan Representasi). ​Yang unik dari Schopenhauer adalah dia salah satu filsuf Barat pertama yang secara terang-terangan memadukan filsafat Barat (terutama pemikiran Immanuel Kant) dengan filsafat Timur, seperti Buddhisme dan Upanishad (Hindu). ​Inti Pemikiran: Mengapa Manusia Sulit Berpikir Sendiri? ​Kembali ke kutipan yang kamu sebutkan, Schopenhauer punya alasan kuat mengapa dia menganggap mayoritas orang hanya mengikuti tradisi dan kebiasaan: ​Mentalitas Kawanan (Herd Mentality): Menurutnya, berpikir secara mandiri itu melelahkan dan butuh keberanian. Kebanyakan orang lebih memilih "menitipkan" pikiran mereka pada opini publik, tradisi, atau otoritas agar merasa aman dan diterima oleh kelompoknya. ​"Kehendak" (The Will) yang Buta: Schopenhauer percaya bahwa penggerak utama manusia bukanlah logika, melainkan sebuah dorongan irasional yang dia sebut sebagai Kehendak untuk Hidup (Will to Live). Kehendak ini sifatnya egois, buta, dan selalu menuntut pemuasan (makan, bereproduksi, bertahan hidup). Karena fokusnya cuma bertahan hidup, fungsi otak mayoritas manusia akhirnya cuma dipakai untuk menuruti dorongan dasar dan beradaptasi dengan lingkungan (mengikuti tradisi), bukan untuk merenungkan kebenaran hakiki. ​"Pendapat umum itu seperti lentera; orang yang tidak bisa melihat jalannya sendiri akan selalu mengikutinya." — Paraphrase pandangan Schopenhauer tentang konformitas. ​Hidup di Antara Rasa Sakit dan Kebosanan ​Karena memandang "Kehendak" manusia tidak pernah bisa terpuaskan (setelah satu keinginan terpenuhi, muncul keinginan baru), Schopenhauer menyimpulkan bahwa hidup ini pada dasarnya adalah penderitaan. Dia mengibaratkan hidup manusia seperti pendulum yang bergerak bolak-balik antara rasa sakit (saat keinginan belum tercapai) dan kebosanan (saat keinginan sudah tercapai). ​Bagi Schopenhauer, salah satu dari sedikit jalan keluar dari penderitaan ini adalah melalui art (seni), asketisme (hidup sederhana/menyendiri), dan tentu saja, menjadi bagian dari segelintir orang yang berani berpikir jernih dan mandiri di luar kotak tradisi. #fypシ #motivation #mindset #fyp #arthurschopenhauer

About