@ekikfw: Halland || I/bagian dua Hujan turun tidak lama setelah kami memasuki coffee shop langganan, sementara aku berjalan menuju kasir untuk meminta buku menu, Halland melangkah semakin masuk untuk mencari tempat yang sekiranya pas untuk menghabiskan waktu berdua. Sofa empuk diujung ruang, jauh dari jangkauan orang-orang, nyaris tak terlihat dari arah luar tapi masih cukup nyaman untuk kami—atau setidaknya memang itulah yang kami cari. Begitu aku datang, Halland langsung menggeser tubuhnya, memberiku tempat untuk duduk disebelahnya. "Makan dulu, americanonya nanti, lo belum makan dari tadi," Ujarku sebelum Halland sempat berbicara. Wajahnya terlihat tidak suka setelah mendengar ucapanku, kerutan muncul di dahinya—jelas ia langsung protes tak lama setelahnya. "Ngga asik." Aku meliriknya, menulis pesanan kami, lalu menyahuti ucapan Halland sekenanya. "Kalo lo mau sekarat ya terserah, tapi gausah berharap gue bakal ngurus lo." Halland mendengus. "Yaudah iya, terserah lo deh, lo yang ngatur semua." Tanpa mengatakan apapun, aku lantas beranjak untuk mengembalikan buku menu dan memberikan pesanan kami pada kasir di meja depan. Saat aku kembali lagi pada Halland, laki-laki itu tampak sibuk memainkan ponselnya, namun begitu ia melihat kehadiranku, seluruh perhatiannya langsung beralih sepenuhnya padaku—ponselnya ia letakkan diatas meja, ia menepuk sofa di sebelahnya. "Lo ngga bisa ya agak lembut dikit ke gue? Kalo sama brondong kesayangan lo itu, lo gini juga?" Pertanyaan itu datang bersamaan dengan kepalanya yang Halland sandarkan pada bahuku, sementara tangannya dengan posesif memeluk pinggangku. "Ya enggak lah!" Balasku. "Spek ibu peri kalo sama brondong." "Ck!" Halland berdecak, dengan cepat ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku. "Males banget dengernya." Aku terkekeh, rambutnya yang sedikit panjang aku usap pelan. "Makanya gausah nanya." ••••• Aku jarang sekali mengunjungi rumah Halland bahkan ketika kami masih berpacaran dulu. Tapi belakangan ini, saat kami pada akhirnya bingung memikirkan tempat untuk pergi, rumah yang dulu hanya beberapa kali aku kunjungi, kini beralih menjadi tempat persinggahan terakhir setelah tidak ada destinasi lain yang bisa kami datangi. "Pakai baju gue aja dulu, kan lo malam ini bobo sini kan?" Halland berucap dari ambang pintu kamar mandi, ia menatapku—tatapannya penuh sekali arti yang langsung bisa ku mengerti. "Cari aja di lemari, semua baju boleh lo pakai. Walaupun sebenernya gue lebih suka lo tanpa apapun sih," Eksistensinya menghilang begitu saja setelah ia mengucapkan itu. "Nanti juga lo buka akhirnya," Seruku dari luar. Aku melangkah mendekati lemari baju milik Halland, membuka pintunya lalu mulai mencari baju yang sekiranya nyaman dipakai untuk tidur. Tak berselang lama, Halland keluar dari dalam kamar mandi. Saat ia melihatku sudah ada diatas ranjangnya, senyumnya langsung merekah dengan cepat, tanpa ingin membuang banyak waktu ia mendekatiku. "Kok pinter banget sih cari bajunya?" Pertanyaan itu datang bersamaan dengan tubuhnya yang langsung Halland jatuhkan diatas tubuhku. "Kan kalo gini jadi gampang gue unboxingnya." Aku mengusap rambut Halland, tak langsung menyahuti ucapannya saat cowok itu kini sudah mencari posisi ternyamannya diatasku. "Udah beli protection kan?" Halland menarik kepalanya yang sebelumnya tenggelam di dadaku, ia menatapku. "Emm, kalo sekali-kali ngga pakai, lo mau?" "Mau," Aku mengangguk sambil menggidikkan bahuku acuh. "Asal lo pinter aja cari peluang waktu mau keluar, gue sih ngga masalah." Senyumnya kembali merekah, dengan girang Halland menciumi seluruh wajahku sebelum ciuman itu berakhir di bibirku. "Siap-siap ya sayang, gue lembur lo malam ini." #haruto #treasure #pov #au #creatorsearchinsights
rye
Region: ID
Saturday 01 August 2026 16:54:48 GMT
Music
Download
Comments
eineszy :
Hmmm
2026-08-04 02:58:21
0
To see more videos from user @ekikfw, please go to the Tikwm
homepage.