it :
Hari pertama aku bertemu James adalah hari yang biasa saja. Aku sedang duduk sendirian di perpustakaan ketika seseorang datang dan duduk di sampingku. "Kamu kesulitan?" tanyanya sambil melihat buku matematika yang terbuka di depanku. Aku mengangguk pelan. "Sedikit." Ia tersenyum dan mengulurkan tangan. "Aku James." Sejak hari itu, James sering menemaniku. Awalnya hanya membantu mengerjakan tugas, lalu kami mulai berbicara tentang banyak hal, mulai dari film, musik, hingga mimpi-mimpi masa depan. Aku mulai menyadari bahwa setiap kali melihat namanya muncul di layar ponselku, aku selalu tersenyum. Setiap kali mendengar suaranya, hariku terasa lebih baik. Namun aku tidak pernah berani mengakui perasaanku. Aku takut kehilangan persahabatan yang sudah kami bangun. Waktu terus berlalu hingga suatu sore kami berjalan pulang bersama. Langit berwarna jingga dan angin bertiup pelan. James tiba-tiba berkata, "Aku selalu merasa tenang saat bersamamu." Jantungku langsung berdegup lebih cepat. "Aku juga," jawabku singkat. Setelah itu kami terdiam, tetapi suasana hening itu justru terasa nyaman. Beberapa minggu kemudian, sekolah mengadakan festival. Aku berjalan sendirian menikmati keramaian sampai akhirnya melihat James berdiri di dekat lapangan. Ia menghampiriku dan tersenyum seperti biasa. Kami menghabiskan malam bersama, mencoba berbagai permainan dan membeli makanan. Ketika pertunjukan kembang api dimulai, kami berdiri berdampingan menatap langit. Tepat saat cahaya warna-warni memenuhi malam, James menoleh ke arahku. "Ada sesuatu yang ingin kukatakan sejak lama," ucapnya. Aku menatapnya dengan gugup. "Aku menyukaimu." Untuk sesaat aku tidak bisa berkata apa-apa. Semua suara di sekitarku terasa menghilang. Yang bisa kudengar hanyalah detak jantungku sendiri. Aku lalu tersenyum dan berkata, "Aku juga menyukaimu, James." Wajahnya langsung berubah cerah. Ia tertawa kecil dan mengusap tengkuknya dengan malu. Malam itu menjadi malam yang tidak akan pernah kulupakan. Di bawah langit yang dipenuhi kembang api, aku dan James memulai kisah kami. Sejak saat itu, setiap hari terasa lebih berwarna karena aku tahu dialah belahan jiwaku
2026-08-02 03:23:58