@h.h.assagaf: . Cuplikan Qasidah Burdah karya Imam al-Bushiri Oleh: Syeikh Eshom Al-Basyir (Sudan) Gambaran Singkat Qasidah Burdah al-Bushiri: Kumpulan syair indah berisi pujian kepada Nabi Muhammad saw, ungkapan kerinduan, penyesalan diri, serta doa keselamatan. Qasidah terbagi menjadi sepuluh bab dengan total sekitar 160 bait. Sering dibaca di pesantren, majelis taklim, dan peringatan hari besar Islam. Cuplikan: والنفس كالطفل إن تهمله شبَّ على حب الرضاع، وإن تفطمه ينفطم، Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil: jika engkau membiarkannya, ia akan terus tumbuh dalam kecintaan untuk menyusu. Namun jika engkau sapih, maka ia pun akan berhenti menyusu. فاصرف هواها وحاذر أن توليه؛ إن الهوى ما تولى يصم أو يصم، Maka belokkanlah keinginan hawa nafsunya dan waspadalah agar engkau tidak menuruti kemauannya; sebab jika hawa nafsu ditaati, ia akan membutakan hati dan mematikan akal. وراعها وهي في الأعمال سائمة، وإن هي استحلت المرعى فلا تسم، Jagalah ia selagi ia masih dalam keadaan tertahan dalam amal perbuatan, dan janganlah engkau biarkan ia bebas menuruti segala keinginan yang terlarang. كم حسنت لذةٌ للمرء قاتلةٌ من حيث لم يدرِ أن السم في الدسم. Berapa banyak kenikmatan yang tampak indah bagi seseorang, padahal justru mematikan, karena ia tidak menyadari bahwa di dalam kelezatan itu tersembunyi racun. واخشَ الدسائس من جوع ومن شبع، فرب مخمصةٍ شرٌّ من التخم، Dan waspadalah terhadap tipu daya nafsu baik saat lapar maupun saat kenyang; sebab kadang keadaan lapar justru lebih berbahaya daripada keadaan kenyang. واستفرغ الدمع من عين قد امتلأت من المحارم، والزم حمية الندم، Tumpahkanlah air mata dari matamu yang telah penuh, karena perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, dan teguhkanlah sikap menyesal. وخالف النفس والشيطان واعصهما، وإن هما محضاك النصح فاتهم، Bertentanganlah dengan hawa nafsu dan setan, dan bantahlah keduanya. Sekalipun keduanya tampak memberi nasihat kepadamu, anggaplah itu sebagai tipu daya. ولا تطع منهما خصمًا ولا حكمًا، فأنت تعرف كيد الخصم والحكم. Janganlah engkau menaati keduanya dalam segala hal, dan janganlah menerima keputusan mereka. Sungguh engkau telah mengetahui tipu daya mereka. أستغفر الله من قول بلا عمل لقد نسبت به نسلًا لذي عقم. Aku memohon ampun kepada Allah atas perkataan yang tidak diiringi amal; sungguh perkataan tanpa perbuatan itu bagaikan keturunan dari orang yang mandul. Keterangan: Qasidah ini merupakan pemurnian jiwa yang tujuan utama diutusnya Rasulullah saw, maka pemurnian jiwa pada tingkatan perilaku pribadi haruslah meluas menjadi perilaku di tengah masyarakat. Maka kita sucikan niat dan tujuan, kita sucikan akal dengan ilmu yang bermanfaat karena dengan ilmu yang bermanfaat, Allah meninggikan derajat suatu kaum dan merendahkan kaum yang lain. Kita sucikan pula pemahaman dan pengetahuan dalam diri manusia sesuai dengan pemahaman dan pengamalan agama yang benar. Rasulullah saw telah memperingatkan kita dari tiga golongan: golongan yang melampaui batas hingga menyimpang, golongan yang mengaku-ngaku beragama padahal menyalahi kebenaran, serta golongan yang menafsirkan agama dengan kebodohan. Dan agar pemurnian jiwa ini tetap tegak, kita sebagai masyarakat harus senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip dan ketetapan agama yang berkaitan dengan urusan-urusan pokok kita.
Hasan.Husen.Assagaf
Region: ID
Sunday 02 August 2026 07:25:10 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @h.h.assagaf, please go to the Tikwm
homepage.