Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@asadsayeedi:
Asad ❤️🇦🇫❤️🇩🇪💖
Open In TikTok:
Region: DE
Sunday 02 August 2026 07:30:51 GMT
6091
198
7
24
Music
Download
No Watermark .mp4 (
15.88MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
11.92MB
)
Watermark .mp4 (
16.48MB
)
Music .mp3
Comments
khamoshi :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-08-02 15:04:43
0
🐥 :
صدقی دال پاکستان شد 🥺
2026-08-02 16:23:25
0
khamoshi :
🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲
2026-08-02 15:04:49
0
khamoshi :
😭😭😭
2026-08-02 15:04:25
0
N :
😭😭😭
2026-08-02 10:56:18
0
Poya jaan :
😭😭😭😭
2026-08-02 15:11:07
0
To see more videos from user @asadsayeedi, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
🎯 Jawline goals: try these exercises to get a sharper jawline 💡 Beginner advice: these are beginner friendly exercises. #looksmaxing #mog #mogging #jawline
وفجاه اتذكرتك يا اخي.🫶🏻🫂 #حط_صورتك_وشوف_الفخامه✓❦ #worldcup #capcutpioneer #pioneertemplate #capcut
PERO QUIEN PEDIO MAS...
Jauh sebelum namanya viral karena perjuangan melunasi utang, Suhardiyono atau Mbah Kibar adalah saksi hidup kejayaan sinema di Yogyakarta. Pada tahun 1981, ia memulai perjalanannya sebagai pelukis poster film di Bioskop Ratih. Saat itu, melukis poster bukan sekadar urusan estetika, melainkan ujian ketangkasan dalam skala raksasa. Mbah Kibar berhasil menyisihkan banyak pelukis realis lainnya karena ia memahami bahwa melukis di kanvas kecil sangat berbeda dengan menangani papan reklame bioskop yang monumental. Proses kreatifnya kala itu sangat organik dan penuh memori. Sebelum sebuah film tayang, Mbah Kibar harus ikut menonton film tersebut bersama tim sensor. Sambil menonton, ia mengamati adegan-adegan paling menarik: mulai dari ledakan hingga aksi laga, lalu mencatatnya untuk dijadikan sketsa. Film pertama yang ia garap adalah Mandingo yang dibintangi Ken Norton. Dari sketsa-sketsa kecil itulah, ia kemudian memindahkan energi film ke atas kanvas raksasa untuk dipajang di depan gedung bioskop. Ada kebanggaan tersendiri yang ia kenang saat mengingat masa-masa emas tersebut. Kala itu, Yogyakarta memiliki 18 gedung bioskop, dan karya tangan Mbah Kibar tersebar di hampir semua tempat tersebut. Di setiap sudut kota yang memiliki bioskop, goresan kuasnya hadir menyapa para penonton sebelum mereka masuk ke dalam gedung. Mbah Kibar bukan hanya sedang bekerja, ia sedang mewarnai wajah kota melalui poster-poster yang dilukis dengan penuh dedikasi. Zaman terus bergerak, dan mesin cetak digital perlahan menggeser peran kuas dan cat. Bioskop-bioskop klasik satu per satu mulai tutup, berganti dengan era yang lebih modern. Namun, bagi Mbah Kibar, surutnya era poster film tidak menghentikan langkahnya. Selama lebih dari lima puluh tahun, konsistensinya terhadap seni lukis tidak pernah luntur. Ia tetap setia pada kuasnya, membuktikan bahwa teknologi boleh berubah, namun jiwa seorang seniman akan terus bertahan menghadapi perubahan zaman. #MbahKibar #artopologi
Đi khắp thiên hà cùng Nghệ An thân iêuuu ✨ #MCNicko #BiaHaNoi #HanoiPremium #NgheAn #xuhuong
#goviral #spoiltbrat
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy