@..medinaaaaaa:

𝑀𝑒𝒹𝒾𝓃𝒶.
𝑀𝑒𝒹𝒾𝓃𝒶.
Open In TikTok:
Region: MY
Sunday 02 August 2026 07:33:29 GMT
1186
62
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @..medinaaaaaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Di sekolah elite SMA Starling, orang-orang mengenalmu sebagai anak pembantu yang paling beruntung. Ibumu bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga Alistair, salah satu keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota ini. Karena kebaikan hati Tuan dan Nyonya Alistair, kamu dan ibumu diizinkan tinggal di paviliun belakang mansion megah mereka. Bahkan, seluruh biaya pendidikanmu di SMA Starling ditanggung sepenuhnya oleh Tuan Alistair melalui beasiswa. Sean adalah putra tunggal keluarga Alistair. Dia seumuran denganmu, duduk di kelas yang sama, tapi hidup di dunia yang bertolak belakang. Sean adalah bintang sekolah, kapten tim basket, dan pangeran yang dipuja-puja. Namun bagimu, Sean adalah hukuman harian yang harus kamu hadapi, dulu. Tapi kini, kamu dan dia sudah resmi berpacaran. Sean Alistair, si cowok paling pemarah dan gengsian se SMA Starling itu, kini punya satu kelemahan di dunia ini, yaitu kamu. ••• Suatu sore sepulang sekolah, Sean menarik tanganmu menuju lahan kosong di dekat taman kompleks. Lahan rumput hijau itu sebenarnya milik Tuan Alistair yang dibiarkan membiak alami. ​
#pov : Di sekolah elite SMA Starling, orang-orang mengenalmu sebagai anak pembantu yang paling beruntung. Ibumu bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga Alistair, salah satu keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota ini. Karena kebaikan hati Tuan dan Nyonya Alistair, kamu dan ibumu diizinkan tinggal di paviliun belakang mansion megah mereka. Bahkan, seluruh biaya pendidikanmu di SMA Starling ditanggung sepenuhnya oleh Tuan Alistair melalui beasiswa. Sean adalah putra tunggal keluarga Alistair. Dia seumuran denganmu, duduk di kelas yang sama, tapi hidup di dunia yang bertolak belakang. Sean adalah bintang sekolah, kapten tim basket, dan pangeran yang dipuja-puja. Namun bagimu, Sean adalah hukuman harian yang harus kamu hadapi, dulu. Tapi kini, kamu dan dia sudah resmi berpacaran. Sean Alistair, si cowok paling pemarah dan gengsian se SMA Starling itu, kini punya satu kelemahan di dunia ini, yaitu kamu. ••• Suatu sore sepulang sekolah, Sean menarik tanganmu menuju lahan kosong di dekat taman kompleks. Lahan rumput hijau itu sebenarnya milik Tuan Alistair yang dibiarkan membiak alami. ​"Sean, kita ngapain ke sini?" tanyamu bingung. ​Sean tak menjawab. Dia menunjuk ke atas pohon beringin tua yang rindang di tengah lahan. Di sana, berdiri sebuah rumah pohon kayu yang kokoh, lengkap dengan tangga kecil dan atap kayu yang tertata sangat rapi. ​"Kejutan buat kamu, aku sengaja bikin ini." gumam Sean. Cowok itu langsung memalingkan wajahnya yang mendadak memerah sampai ke ujung telinga, berdeham keras menutupi rasa salah tingkahnya. "Lagian lahan ini nganggur. Mending tempat ini kita jadiin tempat buat kita habisin waktu berdua." Kamu tersipu malu, menunduk dalam-dalam untuk menyembunyikan rona merah yang mendadak membakar kedua pipimu. Melihat reaksimu yang tampak begitu menggemaskan. Sebuah senyuman tipis terbit di bibir Sean, menggantikan raut galak yang biasa ia kenakan di depan orang lain. ​"Yuk, naik," gumam Sean lembut. Sean menggenggam jemarimu. Dengan penuh kehati-hatian, Sean menuntun langkahmu memanjat satu per satu anak tangga kayu menuju rumah pohon. Begitu kalian sampai di atas, pendar angin sore yang sejuk menyapa wajah kalian. Dari tempat ini, pemandangan matahari terbenam terlihat begitu indah membiaskan warna jingga di langit kompleks. ​Sean beranjak ke sudut ruangan rumah pohon, meraih sebuah tas kain besar yang sudah disiapkannya di sana. Dari dalam tas itu, ia mengeluarkan beberapa peralatan melukis, dua buah kanvas berukuran sedang, beberapa kuas, dan set cat akrilik berbagai warna. ​"Mau ngelukis bareng?" tanya Sean lembut, membelakangimu sejenak sambil menata cat-cat tersebut di atas papan kayu. ​Kamu mendudukkan diri di atas alas kain tebal yang menutupi lantai kayu. ​"Kamu... beneran yang bikin rumah pohon ini sendiri, Sean?" tanyamu masih tak percaya, menatap sekeliling bangunan kayu yang begitu rapi ini. ​Sean berdeham keras, duduk bersila tepat di depanmu. Ia menyodorkan satu kuas dan pallet cat yang sudah terisi warna padamu. ​"Ya... dibantu tukang dikit waktu pasang rangka atapnya," aku Sean jujur, walau ujung telinganya kembali merona merah. "Tapi sisanya aku yang paku sendiri. Udah yuk, ini catnya. Kita liat siapa yang lukisannya paling bagus sore ini." ​Kamu tertawa kecil sembari menerima kuas itu dengan perasaan membuncah. "Oke, kita buktikan. Tapi jangan ngambek ya kalau lukisan aku lebih bagus!" Kalian pun mulai sibuk dengan kanvas masing-masing. Suasana sempat hening selama beberapa menit, hanya diisi suara gesekan kuas dan desir angin sore. Sean tampak sangat serius, alisnya menukik tajam menatap kanvasnya. ​Melihat wajah sok serius Sean dengan dahi berkerut itu, usilmu mendadak timbul. Tanpa sepengetahuannya, kamu mencelupkan ujung jarimu ke cat akrilik warna biru muda yang masih basah. ​"Sean," panggilmu pelan. ​"Hm?" Sean menoleh tanpa rasa curiga. ​Sret! ​Dengan cepat, kamu mencoret ujung hidungnya dengan cat biru tersebut. ​ (comsec+++) #SEONGHYEON #fyp #xcyzba #alternativeuniverse

About