DBRK•FALL :
Kalau dipikir-pikir ya, LARP itu sering banget dipandang negatif cuma gara-gara ada segelintir orang yang kelewatan, padahal kalau ngeliat dari sisi baiknya, LARP itu bisa jadi salah satu cara orang buat lebih pede, ngelatih public speaking, ngembangin kreativitas, bahkan ngasah kemampuan improv yang nggak semua orang punya. Lu bayangin aja, bikin satu karakter itu nggak asal ngaku-ngaku doang, tapi kadang harus nyusun lore, sifat, cara ngomong, sampai cara mikir yang beda dari diri sendiri, dan itu secara nggak langsung bikin otak kepaksa mikir lebih luas. Banyak juga orang yang awalnya pemalu malah jadi berani ngobrol karena ketemu komunitas yang nyambung lewat LARP. Terus kalau LARP-nya jelas cuma buat hiburan, roleplay, atau bikin cerita bareng, itu kan sama aja kayak orang main DnD, cosplay, nulis novel, atau akting di teater; semuanya sama-sama bentuk ekspresi kreatif. Yang penting tahu batas antara karakter sama kehidupan nyata. Justru serunya LARP itu ada di proses ngebangun dunia imajinasi yang bisa bikin orang lain ikut menikmati cerita yang dibuat. Selama nggak dipakai buat nipu, cari validasi berlebihan, ngejatuhin orang lain, atau nyebarin hoaks, menurutku nggak ada yang salah. Malah kadang orang yang jago LARP punya empati lebih tinggi karena terbiasa melihat sesuatu dari sudut pandang karakter yang berbeda-beda, jadi mereka lebih gampang memahami perspektif orang lain. Intinya, LARP itu cuma alat; mau dipakai buat hal positif atau negatif ya tergantung orang yang mainin. Sama kayak media sosial, game, atau internet, semuanya bisa jadi bermanfaat kalau dipakai dengan bijak, dan bisa jadi buruk kalau disalahgunakan. Jadi daripada langsung ngecap semua pelaku LARP itu aneh atau cringe, mending lihat dulu konteksnya, karena di balik semua itu ada orang-orang yang sekadar pengen bersenang-senang, berkarya, ningkatin skill komunikasi, nambah teman, dan menikmati hobi mereka tanpa ngerugiin siapa pun.
2026-08-03 15:15:39