Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@chocolatmaimai:
chocolatmaimai
Open In TikTok:
Region: ES
Sunday 02 August 2026 12:17:57 GMT
519
77
8
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.71MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.16MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
chasevaldez117 :
Looking fantastic Mai 😍
2026-08-02 13:25:25
0
Marco :
Looks like the dog is living his best life... honestly pretty jealous of this pool day! 😂
2026-08-02 12:37:59
0
just_Berry :
Sun-kissed and glowing! ☀️🥰
2026-08-02 12:53:50
0
soizbuaga_tom :
wtf, you keep getting hotter and hotter🔥
2026-08-02 12:45:01
0
Humblehug :
woww looking stunning 😍😍😍😍 enjoy the pool 🥰
2026-08-02 12:22:16
0
HugoB :
So incredibly beautiful 😍
2026-08-02 12:58:11
0
Crowbarzz :
2026-08-02 12:25:50
0
Diyorbek :
so sexy😘
2026-08-02 14:45:10
1
To see more videos from user @chocolatmaimai, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
❣️ #fyp #like #foryou #fypシ #مش
Premium luxury mobile wallpaper A black prayer With #name #art #calligraphy #ahmadmrx1 #tiktok
#معجوب_في_ذنوبي #مطايه_كونيه #الحمله_التنضيفيه #شتبوستر_عظيم #شتبوست
#pov : [8] Itu kata terakhir yang bisa aku ucapin. Tangannya langsung nangkep dagu aku. Jempolnya ngusap bibir bawah aku pelan. Nggak kasar. Tapi tegas. Tatapannya nggak ngalihin lagi. Nggak ada manja. Ini Jake yang sadar. Yang nahan seminggu penuh. “Gue udah nahan seminggu,” bisiknya di bibir aku. Napasnya anget. “Gengsi gue, cemburu gue, logika gue. Tapi kamu terus mancing.” Aku mau ngomong. Tapi dia lebih cepat. Dia nunduk. Bibirnya nempel ke bibir aku. Ciumannya nggak buru-buru. Awalnya pelan. Kayak ngetes. Kayak minta izin tanpa suara. Pas aku nggak nolak, ciumannya makin dalam. Tangan kirinya ngangkat, nahan belakang kepala aku biar nggak mundur. Tangan kanannya meluk pinggang aku, narik aku lebih deket ke badannya. Dunia aku berhenti 5 detik. Yang ada cuma bibirnya, wangi parfum dia, sama jantung aku yang berisik banget. Pas dia lepas, dahi kami masih nempel. Napas kami sama-sama nggak beraturan. Aku langsung merem. Muka panas. Tangan aku megang kemejanya kenceng, tapi bukan buat narik. Buat nahan biar nggak jatuh. “Gengsi gue kalah,” katanya pelan. Jujur. Nggak ada bohongnya lagi. Jempolnya masih ngusap pipi aku. “Tapi gue sadar penuh. Gue mau ini. Gue mau kamu.” Aku nggak bisa jawab. Lidah aku kelu. Yang keluar cuma bisikan kecil: “Kenapa nggak dari dulu ngaku, Jake…” Dia senyum tipis di bibir aku, terus ngecup ujung hidung aku. Gemes. “Karena gue Sim Jaehyun. Kalau ngaku duluan, gue kalah.” Aku ngebur muka ke dada dia. Malu banget. Telinga sampe leher merah semua. “Kamu curang.” Dia ketawa kecil di atas kepala aku. Terus ngecup rambut aku. “Tapi kamu juga curang. Sengaja godain gue pake dress itu.” Aku nyubit perutnya pelan. Dia malah ketawa lebih kenceng, terus ngangkat aku, gendong ala bridal style. “Jake, lepas! Malu!” aku protes sambil nonjok pelan dadanya. Dia jalan ke kamar sambil bisik di kuping aku: “Malu? Telat. Kamu udah gue cium sadar-sadar. Jadi tanggung jawab sekarang.” Aku malu. Tapi kalau malunya kayak gini terus… aku rela. Jam 6 pagi. Aku kebangun duluan. Posisi kami? Dia masih peluk aku erat dari belakang. Dagunya di bahu aku, napasnya anget di leher. Kemejanya udah lepas entah sejak kapan. Aku panik. Malu semalam belum ilang. Refleks aku mau nyelinap keluar dari pelukannya pelan-pelan. Kabur ke kamar mandi. Pura-pura amnesia kayak dia kemarin. Baru 2 langkah kaki aku nyentuh lantai… Pergelangan tangan aku ketarik. Kuat tapi hati-hati. “Udah bangun?” Suara serak dia dari belakang. Belum bangun beneran, tapi senyumnya udah kedengeran. “Mau kabur lagi?” Aku nengok. Dia masih rebahan, mata setengah kebuka. Rambut berantakan. Tapi tatapannya… beda. Nggak ada malu. Nggak ada gengsi. Yang ada cuma dia. Sadar. Dan berani. “Mandi” aku jawab, suaraku kecil. Ngeles. Dia duduk, narik aku sampe aku jatuh duduk di pangkuannya. Wajah kami sejajar. Jarak bibir cuma beberapa senti. “Semalam kamu malu,” bisiknya, jempolnya ngusap pipi aku yang masih panas. “Hari ini giliran gue yang nggak mau kamu malu sendirian.” Aku mau protes. Tapi dia udah lebih dulu nunduk, ngecup kening aku. Lama. Terus turun ke ujung hidung. Ke pipi. Setiap sentuhan bibirnya nggak buru-buru. Sadar. Penuh. Kayak dia mau pastiin aku ngerasain semuanya. “Gengsi gue udah gue buang semalam,” gumamnya di kulit aku. Tangannya ngelus lengan aku pelan, bikin aku merinding. “Jadi sekarang gue nggak nahan lagi, Y/N.” Aku nahan napas. Tangan aku megang dada dia, bukan buat dorong. Buat nahan diri sendiri. “Jake… ini cepet banget…” Dia ketawa kecil di leher aku. Nggak geli. “Seminggu gue nahan. Menurut kamu itu cepet?” Terus dia angkat dagu aku, dan cium aku lagi. Kali ini lebih dalam. Lebih pasti. Nggak ada ragu. Nggak ada ‘nggak sengaja’. Ini Jaehyun yang udah mutusin: dia mau aku. Titik. Aku nyoba mikir jernih. Kontrak. Logika. Tapi pikiran aku buyar tiap dia bisik “Jangan kabur” di sela ciuman. Pas akhirnya dia lepas buat ambil napas, dahi kami nempel lagi. Mata kami ketemu. #simjaehyun #jake #4u #alternativeuniverse
Giỡn tới không chừa đường lấy chồng luôn mà... #kitkat #hoahau #viral
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy