@secdmyself: Part 36 : Kode Dari Mama Beberapa minggu setelah hari pernikahan mereka, kehidupan rumah tangga Y/N dan Jay berjalan begitu hangat dan harmonis. Di akhir pekan ini, pasangan pengantin baru itu memutuskan untuk mengadakan sebuah acara kecil-kecilan: mengundang orang tua Jay serta sang kakak, Sunoo, untuk makan malam bersama di rumah baru mereka. Sejak sore hari, dapur di rumah mewah modern itu tampak sibuk. Bukan oleh koki profesional atau asisten rumah tangga, melainkan oleh tuan dan nyonya rumah itu sendiri, Jay dan Y/N. Meskipun Jay awalnya sempat canggung memegang pisau dapur dan peralatan masak, demi sang istri tercinta, CEO dingin itu rela memakai apron atau celemek bermotif beruang kecil yang dipakaikan Y/N dengan gemas. "Ingat ya, Pak CEO, motong sayurnya yang rapi, jangan sampai jarinya yang keiris," goda Y/N sambil sibuk mengaduk saus di atas kompor. Jay mendengus pelan, melirik istrinya dengan tatapan penuh cinta. "Tenang saja. Mengurus laporan miliaran rupiah saja aku bisa, apalagi cuma memotong jamur ini." Meskipun sempat ada beberapa insiden kecil, seperti bumbu yang hampir terlalu pedas atau garam yang nyaris tumpah, kerja sama di antara mereka berdua membuahkan hasil yang memuaskan. Seluruh menu makan malam malam ini murni dimasak bersama oleh tangan mereka sendiri. Tepat pukul tujuh malam, bel pintu rumah berbunyi. Y/N yang sudah melepas apronnya segera berlari kecil membukakan pintu. Di ambang pintu, muncullah Mama dan Papa Jay, serta Sunoo yang datang dengan membawa sekotak buah tangan. "Selamat malam, anak-anak Mama!" sapa Mama Jay hangat, langsung merengkuh tubuh Y/N ke dalam pelukan. "Wah, rumah kalian rapi dan nyaman sekali," puji Papa Jay sambil mengedarkan pandangan ke ruang tamu, sementara Sunoo langsung nyelonong masuk sambil mengendus-ngendus udara. "Hmm... bau masakan apa nih? Harum banget! ada yang gosong nggak?" celetuk Sunoo tanpa dosa, langsung melangkah menuju area meja makan. Tidak lama kemudian, Jay menyusul dari arah dapur dengan mengenakan kemeja kasual lengan panjang yang digulung sampai siku. Suasana meja makan malam itu langsung dipenuhi oleh gelak tawa dan obrolan hangat. Mama dan Papa Jay duduk di satu sisi, sementara Sunoo duduk di seberang mereka. Di tengah meja, hidangan buatan Jay dan Y/N tersaji dengan rapi, meski tampilannya tidak sesempurna masakan restoran bintang lima, aromanya sangat menggugah selera. "Silakan dicicipi," ucap Y/N sedikit gugup, melirik ke arah mertuanya. "Ini kami berdua yang masak sendiri, Ma, Pa." Mama Jay langsung mengambil sendok, mencicipi sup buatan mereka, dan seketika matanya berbinar lebar. "Wah... enak sekali! Ini benar-benar buatan kalian berdua?" "Tentu saja, Ma. Aku yang jadi kepala koki, Jay bagian asisten yang rajin memotong sayur," sahut Y/N bangga. Jay hanya tersenyum tipis sambil menatap istrinya penuh kasih, lalu mengambilkan lauk ke piring Y/N. Sunoo yang sedang mengunyah makanan ikut berkomentar dengan mulut penuh. "Hmm, rasanya lumayan juga buat ukuran CEO kaku yang biasanya cuma makan makanan restoran mahal." Jay mengangkat sebelah alisnya. "Lumayan?" "Iya." "Kalau gitu piringmu letak aja di dapur. Biar yang 'lumayan' itu aku aja yang makan." Sunoo langsung merapatkan piringnya sambil mendelik. "Eh, jangan! Aku cuma bercanda." Melihat kehangatan keluarga kecil yang kini telah terbentuk utuh di hadapannya, hati Y/N dan Jay sama-sama diliputi rasa syukur yang teramat dalam. Makan malam yang hangat di rumah baru Y/N dan Jay masih terus berlanjut dengan obrolan-obrolan ringan yang diselingi gelak tawa. Setelah piring-piring makanan hampir bersih tak bersisa, Y/N dan Mama Jay berjalan bersama menuju dapur untuk membereskan meja dan menyiapkan hidangan penutup berupa potongan buah segar serta teh hangat. Sementara itu, para pria, Papa Jay, Jay, dan Sunoo duduk bersantai di area ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan. lanjutan di komentar & sl 💌 #pov #au #jay #enhypen #fyp
paperhearts🌷
Region: ID
Sunday 02 August 2026 15:02:25 GMT
Music
Download
Comments
paperhearts🌷 :
lanjutan 👇
Sambil menyesap teh hangatnya, Papa Jay melirik ke arah sang anak tunggal dengan senyuman penuh arti. "Omong-omong, Jay... kalian sudah merencanakan bulan madu?" tanya Papa Jay memulai topik. "Perusahaan kan sudah berjalan stabil, tidak ada alasan kamu terus-terusan menimbun pekerjaan di kantor."
Pertanyaan sang papa membuat aktivitas Jay merapikan cangkir tehnya terhenti sejenak. Sebelum Jay sempat menjawab, Mama Jay dan Y/N yang baru saja kembali dari dapur sambil membawa piring buah segar langsung ikut mendengar percakapan tersebut.
Mama Jay meletakkan piring buah di atas meja dengan mata berbinar antusias. "Ah, benar juga! Kalian kan belum sempat liburan berdua setelah menikah kemarin. Mau ke mana? Swiss? London? Atau Maldives?" celetuk Mama Jay semangat, langsung duduk di samping suaminya.
Y/N yang berdiri di dekat meja makan langsung merona merah padam mendengar kata 'bulan madu'. Ia menundukkan kepalanya, memainkan ujung jarinya karena merasa salah tingkah. Jay melirik istrinya sekilas, lalu tersenyum tipis melihat rona merah di pipi Y/N. Pria itu merangkul bahu Y/N dengan santai dan menarik gadis itu agar duduk di sampingnya.
"Kami sudah merencanakannya, Ma, Pa," jawab Jay tenang. "Dalam minggu ini kami akan ambil cuti beberapa hari. Tempatnya rahasia, biar jadi kejutan buat Y/N."
Mendengar itu, Y/N menoleh kaget ke arah suaminya. "Eh? Rahasia? Kita mau ke mana emangnya, Jay?" bisiknya penasaran.
Jay hanya tersenyum misterius, mencolek hidung mancung istrinya dengan gemas. "Kalau dikasih tahu sekarang, bukan kejutan lagi namanya, sayang."
Melihat interaksi manis pasangan pengantin baru itu di hadapan mereka, Papa Jay tertawa kecil. Namun, tak berselang lama, Mama Jay menyunggingkan senyuman usil yang menyiratkan niat tersembunyi. Wanita paruh baya itu menatap Jay dan Y/N bergantian dengan binar penuh harap.
"Bulan madu itu penting..." ucap Mama Jay dengan nada yang sengaja dibuat-buat menggoda. "Tapi, jangan lupa sama oleh-oleh yang paling penting ya."
Sunoo yang sedang menikmati sepotong buah melon langsung menelan makanannya, lalu menatap mama Jay dengan sebelah alis terangkat. "Oleh-oleh apa, Tante? Bingkisan khas luar negeri?"
2026-08-02 15:02:51
19
najsaa_☆ :
loh ini au?😭
sangkiing fokus ke jay nyaa😭😭
2026-08-02 23:50:38
18
yeonhee✨ :
KK KPN lnjut aku gk Sabaran nich
2026-08-03 10:01:01
3
ChleoAmorvi :
Cie cie honeymoon, kira kira kemana ya🫣
2026-08-03 01:44:24
1
yjw_haw🤏 :
alaaa telat gegara ketiduran 😭 lanjut kak😭😭
2026-08-03 00:31:13
1
ull :
bibirnya itu loh cute
2026-08-04 05:58:32
1
strawberry with chocolate 🍓🍫 :
harusnya tuh pak ceo kan pinter masak masa iya di ajarin y/n😭
2026-08-03 03:31:17
3
🌷 𝓱𝓮𝔂𝓲𝓽𝓼𝓶𝓲𝓼𝓱𝓲 ✨ :
😁😁
2026-08-02 18:56:23
2
noxtar park :
pertama kaaaa
2026-08-02 15:03:59
2
Arniarumi :
Gak sabar bgt bulan madunya🥰😍 suka bgt sma author kita ini,, konsisten ,alurnya bahagia trusss
2026-08-02 15:24:16
1
୭ৎ¹⁰⁰⁹ :
1st
2026-08-02 15:03:32
1
mx._★ :
kalo kalian mau tau,kisah ini dari kisah gw dan Jay ya🥰
2026-08-03 22:08:33
2
To see more videos from user @secdmyself, please go to the Tikwm
homepage.