ahmad_suherman :
---
BIJAK DALAM MENYIKAPI KEKHILAFAN KARENA CINTA
Bersikap bijak terhadap kesalahan orang lain yang disebabkan oleh rasa cinta, jauh lebih baik daripada memvonisnya bersalah sepenuhnya dan menganggapnya tidak bisa diperbaiki. Sebab terkadang, salah ucap yang lahir dari cinta justru bisa menjadi pendorong bagi seseorang untuk mengenal lebih dalam sosok yang dicintainya.
Hal ini sejalan dengan apa yang dijelaskan di dalam Kitab Rimah Hizbur Rahim, karya Al-'Arif Billah Sayyidi Syaikh Umar bin Sa'id Al-Futi Ra, yang mengutip perkataan Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani Ra.
[Rimah Hizbur Rahim, Juz 1, Hal. 23, Beirut - Lebanon]
Imam Asy-Sya'rani berkata :
Ketahuilah, tidak boleh bagi kita merendahkan atau menjatuhkan kehormatan seseorang yang merupakan teman sejawat kita, hanya karena sekadar ucapan yang kita dengar tentang dirinya.
Akan tetapi, hendaklah kita bersikap hati-hati, melakukan tabayyun [memeriksa kebenaran], bertemu langsung dengan mereka, saling berkirim surat, dan melihat apa jawaban mereka yang paling kuat.
Maka kemungkinannya ada dua: Adakalanya dia memberikan alasan dan udzur atas ucapannya itu, dan adakalanya dia mengingkarinya.
Jika dia mengakui ucapan tersebut, maka kita akan mengetahui sisi kebenaran yang dia maksud. Jika kita bisa menerima alasannya, maka kita terima. Jika tidak, maka kita kembalikan kepadanya dengan baik.
Adapun jika dia mengingkari bahwa dia pernah mengucapkannya, maka seharusnya kita tidak menerima ucapan musuhnya yang menuduhnya. Jika penuduh itu mencabut tuduhannya, maka kita pun ridha karena dia telah rujuk. Namun jika dia tetap bersikeras di atas kesalahannya, barulah boleh bagi kita mengingkari perkataan tersebut - itupun atas dasar rasa kasihan kita kepadanya dan kepada orang-orang yang mengikutinya, bukan karena kebencian, bukan karena ingin menjatuhkannya, melainkan dengan tujuan untuk perbaikan.
Sesungguhnya kebanyakan orang yang seangkatan itu dituduh memiliki sifat hasad, dan banyak tersimpan kedengkian di dalam dada mereka. Maka hampir-hampir mereka tidak pernah menjelaskan secara jujur suatu perkataan yang mereka dengar dari teman sejawat mereka yang sezaman.
2026-08-03 04:56:29