Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@maharwa7:
Maharwa
Open In TikTok:
Region: IQ
Monday 03 August 2026 07:18:15 GMT
11
5
0
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.49MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.49MB
)
Watermark .mp4 (
0.91MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @maharwa7, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
อิมแพ็ค VS ไบเทค #LINEMAN #LINEMANถูกสุดทุกวันGrandSale #ไบรท์ไร้ไขมัน
علـى درب الحسين يموت ميموت🩶#الحشد_الشعبي_المقدس #كربلاء_مدينة_العشق_والعاشقين #محمد_الحلفي🥺🎤 #شهداء_العراق_ذكرى_لا_ينساها_الجميع #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂
Studio A&M, Hollywood, 1990. Di tengah gemuruh gitar yang belum terdengar dan senar yang masih menunggu sentuhan, Jon Bon Jovi duduk sendirian di hadapan piano. Ia bukan sedang menulis untuk bandnya. Ia sedang menulis untuk seorang koboi bernama Billy the Kid, atau lebih tepatnya, untuk jiwa-jiwa yang merasa kehabisan harapan di tengah padang pasir kehidupan. Emilio Estevez, bintang film Young Guns II, awalnya hanya meminta izin untuk menggunakan lagu "Wanted Dead or Alive" sebagai tema. Namun Bon Jovi merasa liriknya tak cocok. Dari penolakan itulah, lahir sebuah keajaiban. "Miracle" bukan sekadar lagu; ia adalah pengakuan bahwa kadang, untuk bertahan, kita butuh sesuatu yang lebih besar dari sekadar peluru dan keadilan. Kita butuh keajaiban. Di tahun 1990, ketika dunia masih bergema oleh "Blaze of Glory" yang meroket ke puncak Billboard Hot 100, Bon Jovi memilih untuk merilis singel kedua yang sangat berbeda. Lagu yang sepenuhnya ia tulis sendiri ini tidak berbicara tentang koboi yang gagah atau tembakan yang menggema. Ia adalah rock balada yang merenung, tentang "the weight of the world on your shoulders now", tentang seorang penyelamat yang baru saja pergi meninggalkan kota. Diproduseri bersama Danny Kortchmar, lagu ini dibalut dengan petikan gitar akustik yang lembut dan vokal latar The Water Sisters yang melayang seperti kabut senja. Keputusan Mercury Records untuk merilis lagu yang sarat dengan kegelisahan eksistensial ini, di tengah ekspektasi besar akan hits yang menghentak, adalah taruhan besar yang nyaris mengubur permata ini di balik bayang-bayang kesuksesan sebelumnya. Rilis terjadi pada tahun 1990, sebagai singel kedua dari album "Blaze of Glory" yang dirilis 7 Agustus 1990. Lagu ini tidak sekadar menjadi hits; ia menjadi fenomena yang melampaui ekspektasi. Di Amerika Serikat, ia meroket ke posisi ke-12 di Billboard Hot 100 dan ke-12 di Cash Box, serta ke-20 di tangga lagu Mainstream Rock Tracks. Di Belanda, ia menembus posisi ke-65 di Single Top 100. Namun yang lebih penting dari angka-angka itu adalah apa yang terjadi di luar tangga lagu. Video musiknya yang disutradarai Wayne Isham menampilkan Bon Jovi mengendarai sepeda motor melewati padang pasir yang sunyi, tiba di sebuah desa kecil Meksiko yang hangat, ditemani oleh Jeff Beck pada gitar dan seorang Matt LeBlanc yang masih sangat muda, jauh sebelum ketenaran "Friends". Sebuah lagu yang lahir dari penolakan sebuah lagu lama, kini menjadi salah satu momen paling ikonik dalam karier solo Bon Jovi. Miracle" menjadi mahakarya yang melampaui film yang menginspirasinya, sebuah ratapan yang terus dinyanyikan oleh mereka yang pernah merasakan bagaimana rasanya berdiri di tepi jurang dan berharap pada sesuatu yang tak terlihat. Album "Blaze of Glory" meraih posisi nomor satu di Billboard 200 dan sertifikasi platinum di Amerika Serikat, sementara lagu utamanya meraih Golden Globe. Lagu ini mengajarkan bahwa keajaiban tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan. Kadang ia datang dalam bentuk sebuah lagu tentang seorang koboi yang merindukan harapan, yang dinyanyikan oleh seorang rocker yang berani melangkah keluar dari zona nyamannya. Bahwa sebuah lagu yang lahir dari penolakan, jika dinyanyikan dengan jujur, bisa menjadi doa yang didengar oleh jutaan orang di seluruh dunia. Hingga kini, ketika lirik "Gonna take a miracle to save us this time" bergema, pendengar masih larut dalam satu kesadaran: bahwa kadang, lagu terbaik adalah lagu yang lahir dari keraguan, dan menjadi mahakarya yang tak pernah usai di hati mereka yang masih percaya pada keajaiban.
Myles Lewis-Skelly x "X Remix" 🕺💫 | Halaand's owner & England call-up! 😤 | #arsenal • #edit • #viral • #foryou • #fyp • #xyzbca • #trending • #aftereffects • #england • #haaland
Điểm danh ai ở đây tối nay nào 🥰#viral #vungtau
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy