@d.v.t.g.3.6.9: Khó đỡ, Cô gái chia sẻ lại khoảnh khắc này khiến dân mạng hài hước bình luận: có phải các ông bố được sản xuất theo lô không? #docvithegioi #tintuc #news #tiktoknews

Đọc Vị Thế Giới
Đọc Vị Thế Giới
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 03 August 2026 10:58:29 GMT
38995
1142
24
79

Music

Download

Comments

nguynncam
Au88. diy hốt bạc :
cứ lựa lúc người ta đang ngủ để sửa mới chịu
2026-08-03 11:09:29
25
_ncttmn.1101
dme cay vl :
check var😭
2026-08-03 11:02:27
2
lee97_ffoline
Tuấn Trọng :
thực ra là thời ba mình là thời thiếu thốn đủ thứ mọi thứ phải học và làm mọi thứ đó là lí do mấy bạn thấy trên clip
2026-08-03 11:57:06
1
g.rng0638
Meooo💍 :
2026-08-03 11:02:04
0
hieuga01st
FB : Le Van Hieu ☘️ :
ko thèm dậy luôn 😂
2026-08-03 11:04:44
2
letuong85
. :
2026-08-03 11:02:01
0
aduemchuoi_
21h  ngủ💤 :
sớm
2026-08-03 12:22:33
0
phuong.dang30
phuong :
2026-08-03 11:05:09
0
quang_quang123
.. :
sớm
2026-08-03 11:07:11
0
nguyn.pht0814
nhìn gì :
chắc v:))
2026-08-03 11:00:39
0
68gbvn.asia.v1
68gbvn. asia thưởng lớn :
Bố chỉ muốn tốt cho con th mà 😁
2026-08-03 11:10:44
1
thuy_tx01
Thuỷ tx :
Mà vẫn nằm đx tài thật
2026-08-03 13:13:09
0
trung.l.thnh391
Lê Thành Trung :
ông thợ: 😋🤤
2026-08-03 11:31:38
0
dream134sapnap
KING BOB :
cho khỏi ngủ
2026-08-04 00:48:30
0
thamlang123777
Thamlang777 :
Biết vấn đề chổ nào ko, 1 là lúc đó đầu bù tóc rối ko được ĐẸP, còn 2 là mấy em lúc đó ko mặc giáp. 😂😂😂
2026-08-03 13:24:15
0
anhkhoaclm3
⑥⑧gbvn.space_Chơi Là Thắng :
ông định check var à
2026-08-03 12:13:18
0
truongtiktok1234
Nhạc Thiên Thù :
😂😂😂
2026-08-03 12:16:11
0
nhoi.anh.qua.0
phe mê tiền 😝✨ :
😂😂😂
2026-08-03 11:03:19
0
user1w86ypturz
... :
😳😳😳
2026-08-03 22:19:44
0
trxbaonam
️ :
đẹp bỏ mẹ, peak bỏ cha, xịn bỏ bà, đỉnh bỏ ông, vuýp bỏ cụ
2026-08-03 11:19:42
1
To see more videos from user @d.v.t.g.3.6.9, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak semua kesedihan harus diumumkan kepada dunia. Ada luka yang justru semakin tenang ketika dijaga dalam doa, bukan dipertontonkan dalam keramaian. Bukan karena kita harus berpura-pura bahagia atau menutupi kenyataan, melainkan karena tidak semua orang mampu memahami rasa sakit yang sedang kita pikul. Sebagian hanya melihat senyuman di wajah, tanpa pernah mengetahui panjangnya perjuangan yang sedang berlangsung di dalam hati. Keceriaan bukan berarti hidup tanpa air mata. Orang yang paling sering tersenyum pun bisa saja sedang memikul beban yang berat. Ia memilih tetap menyapa dengan ramah, tetap menjalankan tanggung jawabnya, dan tetap menebarkan kebaikan, meski di dalam dirinya sedang terjadi pergulatan yang tidak diketahui siapa pun. Ada kekuatan yang tidak selalu terlihat dari luar: kemampuan untuk tetap menjadi cahaya bagi orang lain, meski diri sendiri sedang belajar bertahan dari gelapnya kehidupan. Namun menyimpan kesedihan tidak berarti memendamnya sendirian. Hati manusia memiliki batas, dan ada saat ketika ia membutuhkan tempat untuk bersandar. Tempat itu bukan selalu manusia, karena manusia memiliki keterbatasan dalam memahami. Ada luka yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, ada air mata yang tidak sanggup diterjemahkan oleh bahasa. Di situlah doa menjadi ruang paling jujur, tempat seseorang berbicara tanpa takut dihakimi, menangis tanpa merasa lemah, dan berharap tanpa khawatir diremehkan. Di hadapan Allah, tidak ada kesedihan yang terlalu kecil untuk didengar, dan tidak ada beban yang terlalu berat untuk dipahami. Keikhlasan menjalani hidup dengan hati yang tetap lapang bukanlah tanda bahwa seseorang telah bebas dari masalah. Justru sering kali itu adalah bukti bahwa ia telah belajar mempercayakan hal-hal yang tidak mampu ia ubah kepada Tuhan. Ia tidak sibuk mencari belas kasihan manusia, karena ia percaya bahwa pertolongan Allah jauh lebih menenangkan daripada simpati yang datang sesaat. Ketika hati bergantung kepada-Nya, badai kehidupan mungkin tidak langsung berhenti, tetapi jiwa memperoleh kekuatan untuk tetap melangkah melewatinya. Maka, hiduplah dengan wajah yang membawa harapan, lisan yang menebarkan kebaikan, dan hati yang tetap terhubung kepada Tuhan. Bukan untuk menyembunyikan luka demi menjaga citra, tetapi agar kesedihan tidak menguasai cara kita memperlakukan kehidupan. Sebab manusia boleh saja tidak mengetahui letak air mata yang kita simpan, tetapi Allah mengetahui setiap getir yang tidak pernah terucap, setiap doa yang dipanjatkan dalam diam, dan setiap perjuangan yang dijalani tanpa keluhan. Ketika hati yakin bahwa Tuhan memahami segalanya, kita akan menemukan ketenangan yang tidak bergantung pada pengertian manusia, melainkan pada kasih sayang-Nya yang tidak pernah berkurang. #ti̇ktokSitiFatimah #fypppppppppppppp
Tidak semua kesedihan harus diumumkan kepada dunia. Ada luka yang justru semakin tenang ketika dijaga dalam doa, bukan dipertontonkan dalam keramaian. Bukan karena kita harus berpura-pura bahagia atau menutupi kenyataan, melainkan karena tidak semua orang mampu memahami rasa sakit yang sedang kita pikul. Sebagian hanya melihat senyuman di wajah, tanpa pernah mengetahui panjangnya perjuangan yang sedang berlangsung di dalam hati. Keceriaan bukan berarti hidup tanpa air mata. Orang yang paling sering tersenyum pun bisa saja sedang memikul beban yang berat. Ia memilih tetap menyapa dengan ramah, tetap menjalankan tanggung jawabnya, dan tetap menebarkan kebaikan, meski di dalam dirinya sedang terjadi pergulatan yang tidak diketahui siapa pun. Ada kekuatan yang tidak selalu terlihat dari luar: kemampuan untuk tetap menjadi cahaya bagi orang lain, meski diri sendiri sedang belajar bertahan dari gelapnya kehidupan. Namun menyimpan kesedihan tidak berarti memendamnya sendirian. Hati manusia memiliki batas, dan ada saat ketika ia membutuhkan tempat untuk bersandar. Tempat itu bukan selalu manusia, karena manusia memiliki keterbatasan dalam memahami. Ada luka yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, ada air mata yang tidak sanggup diterjemahkan oleh bahasa. Di situlah doa menjadi ruang paling jujur, tempat seseorang berbicara tanpa takut dihakimi, menangis tanpa merasa lemah, dan berharap tanpa khawatir diremehkan. Di hadapan Allah, tidak ada kesedihan yang terlalu kecil untuk didengar, dan tidak ada beban yang terlalu berat untuk dipahami. Keikhlasan menjalani hidup dengan hati yang tetap lapang bukanlah tanda bahwa seseorang telah bebas dari masalah. Justru sering kali itu adalah bukti bahwa ia telah belajar mempercayakan hal-hal yang tidak mampu ia ubah kepada Tuhan. Ia tidak sibuk mencari belas kasihan manusia, karena ia percaya bahwa pertolongan Allah jauh lebih menenangkan daripada simpati yang datang sesaat. Ketika hati bergantung kepada-Nya, badai kehidupan mungkin tidak langsung berhenti, tetapi jiwa memperoleh kekuatan untuk tetap melangkah melewatinya. Maka, hiduplah dengan wajah yang membawa harapan, lisan yang menebarkan kebaikan, dan hati yang tetap terhubung kepada Tuhan. Bukan untuk menyembunyikan luka demi menjaga citra, tetapi agar kesedihan tidak menguasai cara kita memperlakukan kehidupan. Sebab manusia boleh saja tidak mengetahui letak air mata yang kita simpan, tetapi Allah mengetahui setiap getir yang tidak pernah terucap, setiap doa yang dipanjatkan dalam diam, dan setiap perjuangan yang dijalani tanpa keluhan. Ketika hati yakin bahwa Tuhan memahami segalanya, kita akan menemukan ketenangan yang tidak bergantung pada pengertian manusia, melainkan pada kasih sayang-Nya yang tidak pernah berkurang. #ti̇ktokSitiFatimah #fypppppppppppppp

About