Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@karbalayi_ahmadaga:
Kərbəlayi Əhmədağa
Open In TikTok:
Region: AZ
Monday 03 August 2026 18:39:52 GMT
929
22
5
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
user808875 :
Allah rəhmət eləsin.
2026-08-04 01:28:23
1
Nüşabə :
Allah rəhmət etsin Amin 🙏
2026-08-03 19:55:28
2
Nüşabə :
2026-08-03 19:55:33
0
BAKILI... :
🤲🤲🤲
2026-08-03 23:17:48
0
To see more videos from user @karbalayi_ahmadaga, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
😂🙌🏻#fyp
She’s too cute.😭😭😭 (pls stream Ruka’s fancam)🫶🏻 #ruka #kawairuka #rukababymonster #루카 #ルカ #rukajapanitgirl #rukace #rukaglobalvisual #babymonster #kpop #xybca
Klik 👉@RiversideZ3 Koyo Moksibusi #koyo #plester #koyomoksibusi #moksibusi #mugworth
Bái bai mụn lưng 1 năm sau khi sài tới sản phẩm này… #dothihuyen #14 #halong
POV : Tiga minggu yang lalu Evan pernah melihatmu. Duduk sendirian di sebuah kafe dekat kampus, dan sejak saat itu tanpa alasan yang jelas wajahmu terus teringat di kepalanya. Kamu menatap wajah Evan yang memang terlihat serius menatap wajahmu lekat membuat kamu sadar satu hal penting tentangnya. Bahwa wajahnya terlihat begitu polos jika sedang diam seperti itu, berbeda lagi jika dia berbicara. Kamu terdiam beberapa detik sebelum tanpa sadar tertawa kecil dan itu adalah pertama kalinya sejak datang ke rumah ini kamu benar-benar tersenyum tulus. Anehnya... Sudut bibir Evan ikut terangkat tipis. Sangat tipis, tapi cukup membuat kamu terpana karena ternyata pria sedingin ini bisa tersenyum juga. “Besok aku antar ke sekolah.” ucapnya santai namun cukup membuat kamu terkejut bukan main. “Nggak perlu repot-repot.” jawabmu sambil sesekali melirik ke sekitar sudut ruang keluarga. “Aku lewat sana.” jawab Evan. “Lagipula mama bakal marah kalau aku biarin kamu naik taksi sendiri.” Akhirnya kamu mengangguk setuju oleh ucapan Evan dan malam itu suasana menjadi sedikit lebih nyaman di antara kalian berdua. “Emm... Om aku ke kamar dulu ya.” ucapmu sambil berdiri dan membungkukan tubuhmu ke arah Evan lalu pergi. Evan tertawa kecil. “Om? Aku setua itu kah di mata dia.” ucapnya tanpa sadar sambil melirik sekilas ke arahmu. •• Pagi harinya kamu bangun lebih awal dari biasanya. Mungkin karena ini hari pertama masuk sekolah di lingkungan yang benar-benar baru, atau mungkin karena semalam kamu terlalu banyak memikirkan berbagai hal. Setelah mandi dan mengenakan seragam, kamu berdiri beberapa saat di depan cermin lalu menarik napas pelan sebelum akhirnya keluar kamar. Aroma sarapan langsung menyambut begitu kamu menuruni tangga. Tante Heni sudah duduk manis di meja makan sambil menguap beberapa buah segar sedangkan beberapa pelayan sibuk menata beberapa sarapan di meja makan. “Tante...” panggilmu pelan sambil berjalan mendekat ke arah meja makan. Begitu mendengar suaramu tante Heni langsung menoleh dan memancarkan senyuman manis ke arahmu. Lalu ia segera meraih tanganmu, untuk ikut duduk di sampingnya. “Duduk sini.” ucap tante Heni ramah, sangat ramah ke padamu. “Tante sengaja nyuruh bibi masak sarapan nya yang banyak buat kamu.” ucapnya lagi. Kamu tersenyum tipis. “Seharusnya tante ga perlu repot-repot sama aku.” ucapmu begitu tak enakan. Belum sempat tante Heni menjawab suara pria yang menjawab ucapan mu sudah berjalan mendekat ke arah kalian dan berhenti di belakang tepat dudukmu. “Nggak repot Y/N.” ucap Evan. Kamu sedikit terkejut mendengar suara Evan yang tiba-tiba muncul dari belakangmu. Refleks kamu menoleh. Pria itu sudah rapi dengan kemeja putih dan celana hitam, rambutnya masih sedikit basah seolah baru selesai mandi. Penampilannya sederhana, tapi entah kenapa tetap terlihat mencolok. Evan menarik kursi di seberangmu lalu duduk santai. "Nggak repot, Y/N," ulangnya sambil mengambil segelas air putih. "Mama memang begini kalau ada orang baru di rumah." "Tuh kan." Tante Heni langsung mengangguk setuju. "Malah tante senang ada teman sarapan." Kamu hanya tersenyum kecil. Jujur saja, perhatian yang diberikan keluarga ini masih terasa asing bagimu. Selama ini kamu terbiasa mengurus semuanya sendiri meskipun kamu memiliki kedua orangtua. "Makanya harus dihabiskan sarapannya," lanjut Tante Heni sambil menunjuk berbagai makanan yang memenuhi meja. Kamu melihat meja makan itu lalu tertawa kecil. "Tante, ini cukup buat satu RT." Tante Heni ikut tertawa. Sedangkan Evan hanya menggeleng pelan sambil menyendok makanan ke piringnya. "Percuma bilang begitu. Mama nggak akan dengar." "Eh!" protes Tante Heni. Untuk pertama kalinya pagi itu suasana meja makan dipenuhi tawa ringan. Kamu menatap Evan. “Om ga kerja?” tanyamu dan langsung membuat Evan terdiam beberapa detik. Tante Heni langsung tersenyum tipis saat mendengar kamu memang Evan dengan sebutan om itu. “Tuh denger. Kamu itu udah om-om harus cepet cari pasangan terus nikah.” ejek tante Heni. suka ga pov nya? #heeseung #sunghoon #pov #enhypenpov
Mau ruangan harum dan indah estetik? hiasi dengan bunga sedap malam, dengan benih umbi bunga sedap malam yang berkwalitas #bungasedapmalam #sedapmalam #bunga #benihbunga #bungaruangtamu
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy