@bella_grilli_: i’m so kewl #fypシ゚ #foryoupage

Bellaaa
Bellaaa
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 03 August 2026 19:17:45 GMT
61140
4678
71
79

Music

Download

Comments

jegzssecretdiaryy
𝐣𝐞𝐠𝐳𝐜𝐡𝐚𝐫𝐥𝐨𝐭𝐭𝐞🍒🪩 :
how tf did u manage that
2026-08-03 19:28:33
297
essi.xx2
𝓔𝓼𝓼𝓲🤍 :
How tf does ones manage to do that 😳
2026-08-04 07:53:47
144
xavax28
🦖Ava🦕 :
she went into creative mode.
2026-08-03 22:28:00
116
kaylaxoxo591
kaylaxoxo :
Okay so how is that possible 😭
2026-08-04 15:10:24
3
edf1405
ëd :
how tf you even do this
2026-08-03 19:24:15
25
xx.erin.idk.xx
🎀erin🎀 :
how the heckk do u do thattt.to kewlll
2026-08-03 19:20:50
14
user210539663
🐝onnie :
how does one achieve that
2026-08-04 11:11:04
8
hope.elliott
hope elliott :
This is very creative
2026-08-03 23:14:44
0
leiarose24
leiarose :
Genuinely, how did u do that?
2026-08-03 19:21:48
1
lilyah026
𝓛𝓲𝓵𝔂𝓪𝓱 :
HOW DID U SO THAT X
2026-08-03 19:26:58
1
horselover_billieaholic
𖤐⭒๋࣭ ⭑𝓔𝓶 𖤐⭒๋࣭ ⭑ :
HOW DID YOU DO THAT WIRH WITH WHITCHCRAFT ??????@
2026-08-03 19:26:38
7
thatsagreengoblin
🤭🤭🤞🤞Nicooo🤞🤞🤭🤭 :
you’re magic
2026-08-04 06:37:50
6
disguyw3bb0
Alfie :
How
2026-08-03 19:21:44
0
vampettefanxx
Camille :
okay, i think we need a tutorial because how did you do that?!
2026-08-04 17:47:52
6
poko6959
Poko :
we need a tutorial
2026-08-03 19:22:54
4
lewiscox12345
Charlotte 🎀💗 :
How do u do that
2026-08-03 19:25:17
0
minionsofsigsby
Mark ZGA :
But… how…
2026-08-04 15:45:12
2
To see more videos from user @bella_grilli_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov:  ‎Taman itu dipenuhi bunga mawar. ‎ ‎Mawar merah. Mawar pink. Warna-warna lembut yang bergerak pelan tertiup angin sore. Di tengah taman itu, berdiri seorang laki-laki dengan tangan gemetar sambil menggenggam kotak cincin kecil. ‎ ‎Heeseung menatap perempuan di depannya dengan mata yang nyaris berkaca-kaca. ‎ ‎Sedangkan y/n masih diam, menatap sekeliling taman yang seperti diambil langsung dari mimpi paling indahnya. ‎ ‎“Ini… semua buat aku?” ‎ ‎Heeseung tertawa kecil gugup. “Aku tau kamu suka mawar.” ‎ ‎“Ini terlalu banyak.” ‎ ‎“Belum cukup,” jawab Heeseung pelan. “Kalau bisa, aku pengen kasih seluruh taman bunga di dunia buat kamu.” ‎ ‎Y/n menatap laki-laki itu lama. ‎ ‎Tiga tahun. ‎ ‎Tiga tahun Heeseung mengejar seseorang yang bahkan dulu hampir tidak menyadari keberadaannya. Tiga tahun menemani diam-diam, mendengarkan semua cerita kecil y/n, mengingat hal-hal yang bahkan y/n sendiri lupa pernah mengatakannya. ‎ ‎Dan hari ini, laki-laki itu berdiri di hadapannya sambil berlutut. ‎ ‎“Aku capek ngejar kamu?” Heeseung tersenyum kecil. “Engga. Aku takutnya kamu keburu diambil orang lain.” ‎ ‎Angin sore berhembus pelan. ‎ ‎Lalu Heeseung membuka kotak cincin itu. ‎ ‎“Y/n,” suaranya bergetar, “mau nikah sama aku?” ‎ ‎Hening beberapa detik. ‎ ‎Y/n menutup mulutnya sendiri, menahan tangis yang tiba-tiba datang begitu saja. Matanya memerah. ‎ ‎“Heeseung…” ‎ ‎“Aku janji bakal bahagiain kamu.” ‎ ‎Dan ketika y/n mengangguk kecil sambil menangis— ‎ ‎dunia Heeseung seperti berhenti. ‎ ‎“Ini iya?” tanyanya tidak percaya. ‎ ‎Y/n tertawa kecil di sela tangisnya. “Iya.” ‎ ‎Heeseung langsung memeluknya erat, seolah takut perempuan itu menghilang. ‎ ‎Dia berhasil. ‎ ‎Perempuan yang selama tiga tahun ia perjuangkan… akhirnya akan menjadi rumahnya. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Hari-hari setelah itu dipenuhi kesibukan. ‎ ‎Fitting gaun. Daftar tamu. Pemilihan dekorasi. Sampai perdebatan kecil tentang warna undangan yang akhirnya tetap dimenangkan y/n karena Heeseung memang tidak pernah benar-benar bisa menolak perempuan itu. ‎ ‎Suatu sore, mereka duduk di lantai apartemen sambil melihat katalog dekorasi pernikahan. ‎ ‎“Aku ngga nyangka,” ucap Heeseung pelan sambil menatap y/n, “udah sampe di titik ini.” ‎ ‎“Aku juga.” ‎ ‎Laki-laki itu tersenyum kecil. ‎ ‎“Aku dulu mikir… paling mentok aku cuma jadi orang yang kamu kenal.” ‎ ‎“Sekarang?” ‎ ‎“Sekarang aku mau jadi orang yang nemenin kamu seumur hidup.” ‎ ‎Y/n menunduk malu-malu kecil. ‎ ‎Heeseung lalu menunjuk salah satu konsep dekorasi di tabletnya. ‎ ‎“Ini bagus.” ‎ ‎“Merah semua?” ‎ ‎“Kamu suka merah.” ‎ ‎“Maroon juga.” ‎ ‎“Nanti rumah kita maroon.” ‎ ‎Y/n tertawa. “Aneh banget.” ‎ ‎“Aku serius.” Heeseung ikut tertawa kecil. “Sofa maroon, tirai maroon, terus ruang tamu penuh mawar.” ‎ ‎“Kamu mau rumah atau toko bunga?” ‎ ‎“Asal ada kamu, aku mau.” ‎ ‎Kalimat itu membuat y/n diam. ‎ ‎Heeseung menatapnya lama sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih pelan. ‎ ‎“Nanti aku pengen punya anak perempuan.” ‎ ‎Y/n mengangkat alis. “Cewek?” ‎ ‎“Iya.> #pov #enhaypen #heeseung " width="135" height="240">
pov: ‎Taman itu dipenuhi bunga mawar. ‎ ‎Mawar merah. Mawar pink. Warna-warna lembut yang bergerak pelan tertiup angin sore. Di tengah taman itu, berdiri seorang laki-laki dengan tangan gemetar sambil menggenggam kotak cincin kecil. ‎ ‎Heeseung menatap perempuan di depannya dengan mata yang nyaris berkaca-kaca. ‎ ‎Sedangkan y/n masih diam, menatap sekeliling taman yang seperti diambil langsung dari mimpi paling indahnya. ‎ ‎“Ini… semua buat aku?” ‎ ‎Heeseung tertawa kecil gugup. “Aku tau kamu suka mawar.” ‎ ‎“Ini terlalu banyak.” ‎ ‎“Belum cukup,” jawab Heeseung pelan. “Kalau bisa, aku pengen kasih seluruh taman bunga di dunia buat kamu.” ‎ ‎Y/n menatap laki-laki itu lama. ‎ ‎Tiga tahun. ‎ ‎Tiga tahun Heeseung mengejar seseorang yang bahkan dulu hampir tidak menyadari keberadaannya. Tiga tahun menemani diam-diam, mendengarkan semua cerita kecil y/n, mengingat hal-hal yang bahkan y/n sendiri lupa pernah mengatakannya. ‎ ‎Dan hari ini, laki-laki itu berdiri di hadapannya sambil berlutut. ‎ ‎“Aku capek ngejar kamu?” Heeseung tersenyum kecil. “Engga. Aku takutnya kamu keburu diambil orang lain.” ‎ ‎Angin sore berhembus pelan. ‎ ‎Lalu Heeseung membuka kotak cincin itu. ‎ ‎“Y/n,” suaranya bergetar, “mau nikah sama aku?” ‎ ‎Hening beberapa detik. ‎ ‎Y/n menutup mulutnya sendiri, menahan tangis yang tiba-tiba datang begitu saja. Matanya memerah. ‎ ‎“Heeseung…” ‎ ‎“Aku janji bakal bahagiain kamu.” ‎ ‎Dan ketika y/n mengangguk kecil sambil menangis— ‎ ‎dunia Heeseung seperti berhenti. ‎ ‎“Ini iya?” tanyanya tidak percaya. ‎ ‎Y/n tertawa kecil di sela tangisnya. “Iya.” ‎ ‎Heeseung langsung memeluknya erat, seolah takut perempuan itu menghilang. ‎ ‎Dia berhasil. ‎ ‎Perempuan yang selama tiga tahun ia perjuangkan… akhirnya akan menjadi rumahnya. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Hari-hari setelah itu dipenuhi kesibukan. ‎ ‎Fitting gaun. Daftar tamu. Pemilihan dekorasi. Sampai perdebatan kecil tentang warna undangan yang akhirnya tetap dimenangkan y/n karena Heeseung memang tidak pernah benar-benar bisa menolak perempuan itu. ‎ ‎Suatu sore, mereka duduk di lantai apartemen sambil melihat katalog dekorasi pernikahan. ‎ ‎“Aku ngga nyangka,” ucap Heeseung pelan sambil menatap y/n, “udah sampe di titik ini.” ‎ ‎“Aku juga.” ‎ ‎Laki-laki itu tersenyum kecil. ‎ ‎“Aku dulu mikir… paling mentok aku cuma jadi orang yang kamu kenal.” ‎ ‎“Sekarang?” ‎ ‎“Sekarang aku mau jadi orang yang nemenin kamu seumur hidup.” ‎ ‎Y/n menunduk malu-malu kecil. ‎ ‎Heeseung lalu menunjuk salah satu konsep dekorasi di tabletnya. ‎ ‎“Ini bagus.” ‎ ‎“Merah semua?” ‎ ‎“Kamu suka merah.” ‎ ‎“Maroon juga.” ‎ ‎“Nanti rumah kita maroon.” ‎ ‎Y/n tertawa. “Aneh banget.” ‎ ‎“Aku serius.” Heeseung ikut tertawa kecil. “Sofa maroon, tirai maroon, terus ruang tamu penuh mawar.” ‎ ‎“Kamu mau rumah atau toko bunga?” ‎ ‎“Asal ada kamu, aku mau.” ‎ ‎Kalimat itu membuat y/n diam. ‎ ‎Heeseung menatapnya lama sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih pelan. ‎ ‎“Nanti aku pengen punya anak perempuan.” ‎ ‎Y/n mengangkat alis. “Cewek?” ‎ ‎“Iya." ‎Heeseung tersenyum sangat lembut. ‎ ‎“Rose. Namanya Rose." ‎ ‎Deg. ‎ ‎“Kenapa Rose?” ‎ ‎“Soalnya itu bunga kesukaan ibunya.” ‎ ‎Y/n tertawa kecil sambil menahan air mata yang tiba-tiba ingin jatuh. ‎ ‎Heeseung menggenggam tangannya pelan. ‎Tatapan laki-laki itu terlalu tulus untuk diragukan. ‎ ‎Dan saat itu, y/n benar-benar percaya… kalau semua mimpi mereka akan terjadi. ‎ lanjut di komen yak >> #pov #enhaypen #heeseung

About