@ahmad.fikri.harah: Suatu kisah dalam perjalanan atau rihlah ke Singapura, abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki didatangi oleh seseorang. Setelah sekian lama duduk bersimpuh di depan Sayyid Muhammad dan mengobrol lama, setelah itu orang tersebut berpamitan untuk berangkat ke Indonesia, ingin menemui salah satu habib yang terkenal di Indonesia, yaitu Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya yang berasal dari Pekalongan Jawa Tengah. Lalu Sayyid Muhammad bertanya kepada orang tersebut, "Kenapa kamu hendak menemui Habib Luthfi bin Yahya?,” "Beliau merupakan salah satu wali min auliyaillah yang sangat terkenal. Saya menginginkan barokah dari beliau," tuturnya. Terdiam sejenak, kemudian Sayyid Muhammad bertanya kepadanya. "Kenapa kamu bersusah payah datang ke Indonesia? Sebentar lagi Habib Luthfi yang kamu maksudkan tersebut akan datang ke sini untuk menemui saya,” Tak lama kemudian, benar juga apa yang sedang dikatakan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Sontak Habib Luthfi bin Yahya muncul tepat di hadapannya pada saat orang tersebut mau pergi. Habib Luthfi bin Yahya lalu mengatakan kepada orang tersebut. “Selagi masih ada Abuya Sayyid Muhammad ini, kamu tidak perlu repot-repot datang kepada saya. Beliau merupakan al-‘allamah waliyullah dan juga seorang Quthub pada masanya." Karena kejadian tersebut, orang itu pun tercengang dan cuma tertunduk diam. Diantara Karomah Abuya As Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki Al Hasani Walaupun sempat masuk Rumah Sakit karena sakit yang datang tiba-tiba, tetapi ketika akan wafat beliau meminta agar di bawa pulang dan akhirnya beliau wafat di antara murid-murid dan kitab-kitabnya. Ketika akan di shalati di Masjidil Haram, ketika itu imamnya kebetulan adalah orang yang tidak beliau sukai. Tetapi Subhanallah ketika jenazah di masukkan ke dalam masjid, si imam tadi seakan tidak bisa mengeluarkan suara, sehingga dia mundur dan di gantikan oleh iman lain yaitu Syeikh Muhammad Abdullah Subayyil, seorang Imam yang dekat dan cinta dengan beliau. Ketika puluhan ribu manusia mengiringi kepergiannya, keranda di usung dari Masjidil Haram menuju komplek pemakaman Ma’la. Lautan manusia meliputi jalan-jalan saat itu bergema tahlil dan dzikir. Subhanallah ketika dekat dengan makam Sayyidatuna Khadijah tiba-tiba entah bagaimana, pintu yang menutup makam Sayyidatuna Khadijah terbuka sehingga jenazah beliau dapat memasukinya, baru kemudian di keluarkan kembali untuk di bawa ke Ma’la. Beliau adalah seorang yang kasyaf artinya Allah membuka untuk beliau sesuatu yang tertutup untuk orang lain, sehingga sesuatu itu begitu tampak jelas bagi beliau bahkan perbuatan manusia pun tampak di hadapannya. Hal ini kurang beliau sukai sehingga seringkali beliau meminta kepada Allah agar menghilangkan kasyaf tersebut. Beliau pernah berkata kepada guru kami, Al Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus, “Wahai Sholeh sesungguhnya perumpamaan maqam kasyaf dan jadzab di bandingkan dengan maqam yang di atasnya seperti anak perempuan kecil yang senang dengan bonekanya. Dia akan merasa cukup dengan boneka itu daripada sesuatu yang lebih berharga dan lebih mahal.” Tetapi sesungguhnya karomah beliau yang besar justru terdapat pada keistiqomahan beliau dalam beribadah, berdakwah, mengajar dan melayani umat ini. Cukup menunjukkan kebesaran beliau dan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah menjadikan ilmu beliau manfaat, barokah dan murid-muridnya menyebar ke seluruh penjuru menjadi ahli dakwah, ulama dan penyambung lidah Rasulullah SAW. Allahumma sholli 'ala sayyidinaa muhammad❤️ Mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita bersama beliau dan para Auliya dalam keadaan ridha dan di ridhai oleh Allah SWT. Aamiin. وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ, "Dan Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya" #fotofyp #semuaorang #nasehatislami #sholawat
Ahmad Fikri Harahap
Region: ID
Tuesday 04 August 2026 05:39:46 GMT
Music
Download
Comments
To see more videos from user @ahmad.fikri.harah, please go to the Tikwm
homepage.