@korankaltara: Dampak banjir yang melanda Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan pada Senin (3/8) dini hari tidak hanya dirasakan warga di kawasan permukiman. Sektor pertanian juga mengalami kerugian besar setelah sedikitnya 60 hektare sawah yang baru memasuki masa tanam terendam banjir dan terancam gagal panen. Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat seluruh lahan yang terdampak merupakan sawah yang baru selesai ditanami. Kondisi tersebut membuat tanaman padi berada pada fase paling rentan terhadap genangan air. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, mengatakan curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluap hingga menggenangi kawasan persawahan. Akibatnya, tanaman padi yang baru ditanam berpotensi rusak apabila genangan tidak segera surut. “Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak cukup besar. Sawah yang baru ditanami terendam cukup lama sehingga berpotensi mengalami kerusakan dan mengganggu produksi petani,” ujarnya. Baca Selengkapnya di Korankaltara.com