@jakemyluv: #POV Part 2 Kamu hanya terdiam. Ucapan Jay terus berputar di kepalamu, seolah enggan memberimu kesempatan untuk berpikir jernih. Jadi... Sejak awal pria itu sudah tahu siapa dirimu. Semua pertemuan yang kamu anggap sebagai langkah pertama rupanya telah berada dalam kendalinya. Jay melangkah semakin dekat. Ia berhenti tepat di hadapanmu, lalu berjongkok hingga pandangan kalian sejajar. "Kenapa diam?" tanyanya tenang. Dengan satu jari, ia mengangkat dagumu agar tatapanmu bertemu dengannya. Sorot matanya begitu sulit ditebak—tenang, tetapi menyimpan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. "Meski kamu anak dari pengkhianat itu..." ucapnya perlahan. "Perasaanku kepadamu tidak pernah berubah, Yn." Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan, "Jadi jangan mencoba melakukan hal yang bodoh. Sekarang kamu sudah masuk ke dalam hidupku... dan aku tidak akan membiarkanmu keluar begitu saja." Tatapanmu mengeras. Tanpa ragu, kamu menepis tangannya hingga terlepas dari dagumu. "Cukup." Kamu berdiri, menatapnya dengan sorot penuh kebencian. "Dari awal aku hanya mempermainkanmu, Jay." Suaramu bergetar, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang selama bertahun-tahun tertahan. "Kamu sudah membuat ayahku mendekam di penjara." Kamu mengepalkan tangan. "Dan ibuku... meninggal karena tekanan yang terus keluargamu berikan." Keheningan memenuhi ruangan. "Jadi jangan pernah berpikir kamu bisa memperlakukanku sesukamu." Beberapa detik berlalu. Lalu... Jay justru terkekeh pelan. Ia memalingkan tubuh, berjalan beberapa langkah menuju jendela besar yang memperlihatkan gemerlap lampu kota di tengah malam. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, sementara pandangannya lurus menembus kaca. "Lucu sekali." Ia tersenyum tipis. "Ayahmu memang pantas membusuk di penjara." Kalimat itu membuat napasmu tercekat. Jay menoleh perlahan. Tatapannya kembali menguncimu, dingin dan penuh keyakinan. "Setelah semua yang dia lakukan..." "...hukuman itu bahkan belum cukup." Kamu menggertakkan rahang, menahan amarah yang hampir meledak. Namun Jay tampak sama sekali tidak terusik. "Aku sudah lama mencarimu, Yn." Nada suaranya terdengar tenang, tetapi setiap katanya terasa seperti ancaman. "Kamu pandai sekali bersembunyi." Sudut bibirnya kembali terangkat membentuk senyum tipis. "Sayangnya..." "...kali ini kamu justru datang dengan sukarela ke pelukanku." Ia melangkah mendekat satu langkah. "Dan sekarang, permainan ini tidak lagi berjalan sesuai rencanamu." Matamu terus menatap tajam ke arah Jay. Selama ini kamu selalu berpikir pria di hadapanmu telah jatuh ke dalam permainan yang kamu ciptakan. Kamu yakin setiap perhatian, setiap hadiah, dan setiap pertemuan telah membuatnya lengah. Namun malam ini... Kamu sadar telah melakukan kesalahan besar. Bukan Jay yang terjebak dalam rencanamu. Melainkan kamu yang tanpa sadar melangkah masuk ke dalam permainan yang telah ia siapkan. Selama ini kamu menganggap Jay hanyalah seorang pria yang mudah dibaca. Ternyata kamu salah. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Jay berbalik meninggalkan ruangan. Pintu tertutup pelan, menyisakan keheningan yang terasa begitu menyesakkan. Kamu menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikiran yang masih kacau. Beberapa saat kemudian, kamu segera keluar dari kamar itu. Langkahmu terburu-buru melewati lorong hingga kembali ke area klub yang masih dipenuhi dentuman musik. Orang-orang tetap menari seolah tidak ada sesuatu pun yang terjadi. Kamu terus berjalan tanpa menoleh. Sesampainya di parkiran, kamu masuk ke dalam mobil dan langsung menyalakan mesin. Ban mobil berdecit pelan ketika meninggalkan gedung itu, sementara kepalamu dipenuhi pertanyaan yang belum menemukan jawaban. --- Keesokan paginya... Sinar matahari yang menembus jendela membuatmu perlahan membuka mata. Malam yang panjang itu masih terbayang jelas di kepalamu. Dengan langkah lesu, kamu berjalan menuju ruang tamu apartemen sambil mengusap wajah. LANJUTAN DI KOMEN‼️ #JAY #ENHYPEN #fyp #4u
𝖏𝖊𝖓𝖆𝖆💐
Region: ID
Tuesday 04 August 2026 07:21:02 GMT
Music
Download
Comments
𝖏𝖊𝖓𝖆𝖆💐 :
Lanjutan Disini❗
1. Namun langkahmu langsung terhenti.
Seseorang sedang duduk dengan tenang di sofa.
.
"Selamat pagi, Yn."
Suara itu begitu familiar.
"Semoga tidurmu nyenyak."
..
Matamu membelalak.
"Jay?"
.
Jantungmu berdetak lebih cepat.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
.
Tatapanmu langsung menyapu seluruh ruangan.
"Bagaimana kamu bisa masuk? Apa... kamu mengikutiku?"
.
Jay tetap duduk tenang. Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa tanpa menunjukkan sedikit pun kepanikan.
"Aku hanya ingin mengajakmu sarapan."
.
Kamu mengerutkan kening.
.
Jay melanjutkan dengan nada datar,
"Kurasa sudah saatnya kita membicarakan masa depan."
.
"Masa depan?"
.
"Ya."
.
Tatapannya tak bergeser sedikit pun darimu.
"Kamu akan sering bertemu denganku mulai sekarang."
.
Kamu menggeleng pelan, berusaha menahan emosi yang mulai memuncak.
"Jangan membuat keputusan seolah-olah aku akan mengikuti semua maumu."
.
Jay berdiri dari sofa.
"Pendapatmu memang penting, Yn."
Ia berhenti beberapa langkah darimu.
"Tapi ada banyak hal yang belum kamu ketahui."
.
Tatapanmu berubah semakin tajam.
"Kalau tujuanmu datang ke sini untuk mengendalikan hidupku..."
Kamu menarik napas, lalu menatapnya tanpa gentar.
"...lupakan saja."
.
"Aku tidak akan pernah menerima ancaman ataupun paksaan darimu."
.
Ruangan kembali hening.
Untuk sesaat, tak ada satu pun dari kalian yang mengalihkan pandangan.
.
Permainan yang semula hanya dipenuhi tipu daya kini berubah menjadi pertarungan kehendak, dan tak seorang pun berniat menjadi pihak yang lebih dulu menyerah.
.
"Jangan bersikap sedingin itu, Yn." Sudut bibir Jay terangkat membentuk senyum tipis. "Tak lama lagi kita akan menjalani hidup yang... menarik bersama."
.
Kamu menatapnya tanpa gentar. Tatapanmu begitu tajam hingga seolah mampu menusuk siapa pun yang berdiri di hadapanmu.
.
"Jangan bermimpi terlalu tinggi."
Nada suaramu terdengar penuh ejekan.
"Aku tidak akan pernah sudi."
.
Bukannya tersinggung, Jay justru terkekeh pelan. Ia melangkah mendekat dengan tenang, lalu mengangkat tangan untuk merapikan helaian rambutmu yang jatuh menutupi wajah. Gerakannya singkat, seolah tak memberi kesempatan bagimu untuk menghindar.
2026-08-04 07:27:22
14
selaaa :
ka lanjut tag akuu
2026-08-04 22:21:29
2
noonayeppeonya Jay 😽 :
seru begini,lanjut doooonnngggg
2026-08-05 04:10:28
3
ChleoAmorvi :
Lanjutkan
2026-08-04 15:00:47
1
Wei Yi :
ayook lanjuutt
2026-08-04 14:36:09
1
haechan’s indomaret partner :
lanjut, belom nikah itu. kalau ga ada kuota buat update ganti aja sama kimpul
2026-08-04 13:30:06
1
To see more videos from user @jakemyluv, please go to the Tikwm
homepage.