@raysman.alkhais: Renungkan sebelum menyalahkan. Saat hati terluka, jangan terburu-buru berkata, “Semoga Allah membalasnya.” Bisa jadi, luka yang kita rasakan adalah penghapus dosa atau teguran agar kita kembali memperbaiki diri. Kita mudah mengingat kesalahan orang lain, tetapi sering lupa bahwa mungkin kita juga pernah melukai hati seseorang, sengaja ataupun tidak. Mari lebih banyak bermuhasabah daripada membalas. Perbanyak istighfar, maafkan jika mampu, dan serahkan segala urusan kepada Allah. Sebab hati yang dipenuhi maaf lebih dekat kepada ketenangan daripada hati yang dipenuhi dendam. “Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)