@iacreatorshop: Meu cabelo sempre ficava cheio de frizz e aqueles fiozinhos arrepiados... até eu testar o Envy Hair Stick Anti-Frizz da Zencial. ✨ É só passar e pronto: os fios ficam alinhados, com acabamento natural, sem aspecto oleoso e sem aquele efeito duro de gel. Perfeito para levar na bolsa e usar antes de sair! #AntiFrizz #EnvyHair #CabeloAlinhado #HairTok #TikTokShop

Gabi Creator
Gabi Creator
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 08 August 2026 14:00:00 GMT
125
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @iacreatorshop, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Maudy Ayunda tengah menjadi sorotan setelah kontennya bertajuk “Mindfulness in the Age of Bad News” menuai pro dan kontra di media sosial. Dalam video tersebut, Maudy membahas cara tetap mengikuti berbagai kabar buruk tanpa membiarkan kondisi mental ikut terkuras, salah satunya dengan mengatur konsumsi informasi. Namun, pesan yang disampaikan Maudy justru memantik perdebatan di kalangan netizen. (•̀ᴗ•́)و Sejumlah warganet menilai tidak semua orang memiliki kemewahan untuk mengambil jarak dari berita buruk. Bagi sebagian orang, persoalan seperti keracunan makanan, kelangkaan BBM, pemadaman listrik hingga bencana bukan sekadar kabar yang muncul di layar ponsel, melainkan masalah yang benar-benar mereka alami secara langsung. (╥﹏╥) Polemik tersebut kemudian semakin ramai setelah Gitasav dan Jerome Polin ikut menyampaikan pandangan masing-masing. Gitasav menilai mindfulness dan stoicism bisa berubah menjadi “akal-akalan kapitalisme” apabila hanya digunakan untuk membuat seseorang berdamai secara psikologis tanpa membicarakan akar persoalan yang sebenarnya. Sementara Jerome menyoroti bahwa merasa lelah hanya karena melihat bad news merupakan sebuah privilege jika dibandingkan dengan mereka yang harus berhadapan langsung dengan dampaknya. ( ̄▽ ̄;) Di tengah ramainya perdebatan, Maudy akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh dari berita buruk memang bisa menjadi sebuah privilege. Ia juga menegaskan bahwa mindfulness yang dimaksud bukanlah ajakan untuk berhenti peduli, apalagi berpura-pura bahwa keadaan sedang baik-baik saja. (。•́︿•̀。)
Maudy Ayunda tengah menjadi sorotan setelah kontennya bertajuk “Mindfulness in the Age of Bad News” menuai pro dan kontra di media sosial. Dalam video tersebut, Maudy membahas cara tetap mengikuti berbagai kabar buruk tanpa membiarkan kondisi mental ikut terkuras, salah satunya dengan mengatur konsumsi informasi. Namun, pesan yang disampaikan Maudy justru memantik perdebatan di kalangan netizen. (•̀ᴗ•́)و Sejumlah warganet menilai tidak semua orang memiliki kemewahan untuk mengambil jarak dari berita buruk. Bagi sebagian orang, persoalan seperti keracunan makanan, kelangkaan BBM, pemadaman listrik hingga bencana bukan sekadar kabar yang muncul di layar ponsel, melainkan masalah yang benar-benar mereka alami secara langsung. (╥﹏╥) Polemik tersebut kemudian semakin ramai setelah Gitasav dan Jerome Polin ikut menyampaikan pandangan masing-masing. Gitasav menilai mindfulness dan stoicism bisa berubah menjadi “akal-akalan kapitalisme” apabila hanya digunakan untuk membuat seseorang berdamai secara psikologis tanpa membicarakan akar persoalan yang sebenarnya. Sementara Jerome menyoroti bahwa merasa lelah hanya karena melihat bad news merupakan sebuah privilege jika dibandingkan dengan mereka yang harus berhadapan langsung dengan dampaknya. ( ̄▽ ̄;) Di tengah ramainya perdebatan, Maudy akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh dari berita buruk memang bisa menjadi sebuah privilege. Ia juga menegaskan bahwa mindfulness yang dimaksud bukanlah ajakan untuk berhenti peduli, apalagi berpura-pura bahwa keadaan sedang baik-baik saja. (。•́︿•̀。)

About