@boru_zait: Tetap lh stecu tanpa goyang” 😂😅 Soalnya ingat umur 😂#CapCut

seftiana_panjaitan 🫦
seftiana_panjaitan 🫦
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 04 August 2026 22:39:30 GMT
1506
102
2
0

Music

Download

Comments

_anak_gadiss
Delvi panjaitan🦋 :
Ingat umur manang di pasingot ambor 🤣🤣🤣
2026-08-04 23:34:54
0
To see more videos from user @boru_zait, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

▶️ MAKNA DIAM LEBIH BAIK MENURUT ULAMA SALAF Pernah merasa ingin membalas ucapan orang, tapi hati ragu? Justru di situlah letak kekuatan seorang mukmin. Diam bukan tanda kalah, tapi cara menjaga diri agar tidak jatuh pada penyesalan. Kata para ulama, lisan sebelum diucapkan masih sepenuhnya milik kita. Namun, saat sudah keluar, ia menjadi milik banyak orang dan bisa melukai tanpa kita sadari. Karena itu, Nabi  ﷺ mengajarkan agar seorang mukmin memilih kata yang baik atau menahan diri. Diam yang terjaga sering kali membuat lawan kehabisan cara untuk menyerang. Allah ﷻ berfirman: وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا “Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al-Isrā' [17]: 53) Rasulullah ﷺ bersabda, ​​مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari: 6475 dan Muslim: 47). Menahan lisan memang berat, tapi di sanalah kemuliaan akhlak dijaga. Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk memilih diam yang bernilai ibadah dan ucapan yang membawa kebaikan. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __ ♻️ Silahkan disebarluaskan 🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin #khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ MAKNA DIAM LEBIH BAIK MENURUT ULAMA SALAF Pernah merasa ingin membalas ucapan orang, tapi hati ragu? Justru di situlah letak kekuatan seorang mukmin. Diam bukan tanda kalah, tapi cara menjaga diri agar tidak jatuh pada penyesalan. Kata para ulama, lisan sebelum diucapkan masih sepenuhnya milik kita. Namun, saat sudah keluar, ia menjadi milik banyak orang dan bisa melukai tanpa kita sadari. Karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan agar seorang mukmin memilih kata yang baik atau menahan diri. Diam yang terjaga sering kali membuat lawan kehabisan cara untuk menyerang. Allah ﷻ berfirman: وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا “Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al-Isrā' [17]: 53) Rasulullah ﷺ bersabda, ​​مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari: 6475 dan Muslim: 47). Menahan lisan memang berat, tapi di sanalah kemuliaan akhlak dijaga. Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk memilih diam yang bernilai ibadah dan ucapan yang membawa kebaikan. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __ ♻️ Silahkan disebarluaskan 🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin #khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah

About