@qodrv7: #fyp

qodrv7
qodrv7
Open In TikTok:
Region: DE
Wednesday 05 August 2026 08:04:09 GMT
612
17
4
1

Music

Download

Comments

islomovz1
م. أمين :
2026-08-05 08:34:26
0
To see more videos from user @qodrv7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menutup gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang (31/8/2026), Presiden Prabowo Subianto secara terbuka merespons sorotan publik terkait postur kabinet pemerintahannya yang kerap dinilai gemuk dan tidak efisien.  Presiden menjelaskan bahwa koalisi besar yang dipimpinnya merangkul 7 dari 8 partai di parlemen guna menjaga stabilitas. Menanggapi kritik ukuran kabinet, Presiden membandingkannya dengan Timor Leste yang memiliki 28 menteri meski jumlah penduduknya hanya sekitar 1,1 juta jiwa—setara dengan Kabupaten Banyuwangi atau bahkan jauh lebih kecil dari Kabupaten Bogor. Bagi Presiden Prabowo, ukuran kabinet bukanlah ukuran pemborosan, melainkan keberanian melakukan pembenahan konkret di lapangan. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang merugi dan berkinerja buruk, yang berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp50 triliun.  Langkah tegas ini akan terus berlanjut hingga 31 Desember 2026 dengan menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN tambahan, sehingga ke depan hanya tersisa sekitar 200 hingga 250 entitas yang benar-benar sehat dan produktif. Restrukturisasi besar-besaran tersebut diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional rutin, belanja overhead, hingga gaji jajaran direksi dan komisaris dengan estimasi penghematan mencapai Rp100 triliun.  Secara keseluruhan, akumulasi efisiensi anggaran di berbagai sektor kini telah mencapai lebih dari Rp200 triliun hingga mendekati Rp300 triliun per tahun, yang seluruhnya dialihkan dan digelontorkan langsung untuk program kesejahteraan masyarakat.  Presiden juga menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan fiskal dengan membatasi pinjaman luar negeri, memprioritaskan investasi, hingga secara tegas menolak tawaran utang baru dari IMF di Washington DC demi membuktikan bahwa Indonesia mampu mandiri. #PrabowoSubianto #MuktamarNU35 #KabinetPrabowo #EfisiensiAnggaran #BUMN
Menutup gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang (31/8/2026), Presiden Prabowo Subianto secara terbuka merespons sorotan publik terkait postur kabinet pemerintahannya yang kerap dinilai gemuk dan tidak efisien. Presiden menjelaskan bahwa koalisi besar yang dipimpinnya merangkul 7 dari 8 partai di parlemen guna menjaga stabilitas. Menanggapi kritik ukuran kabinet, Presiden membandingkannya dengan Timor Leste yang memiliki 28 menteri meski jumlah penduduknya hanya sekitar 1,1 juta jiwa—setara dengan Kabupaten Banyuwangi atau bahkan jauh lebih kecil dari Kabupaten Bogor. Bagi Presiden Prabowo, ukuran kabinet bukanlah ukuran pemborosan, melainkan keberanian melakukan pembenahan konkret di lapangan. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang merugi dan berkinerja buruk, yang berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp50 triliun. Langkah tegas ini akan terus berlanjut hingga 31 Desember 2026 dengan menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN tambahan, sehingga ke depan hanya tersisa sekitar 200 hingga 250 entitas yang benar-benar sehat dan produktif. Restrukturisasi besar-besaran tersebut diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional rutin, belanja overhead, hingga gaji jajaran direksi dan komisaris dengan estimasi penghematan mencapai Rp100 triliun. Secara keseluruhan, akumulasi efisiensi anggaran di berbagai sektor kini telah mencapai lebih dari Rp200 triliun hingga mendekati Rp300 triliun per tahun, yang seluruhnya dialihkan dan digelontorkan langsung untuk program kesejahteraan masyarakat. Presiden juga menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan fiskal dengan membatasi pinjaman luar negeri, memprioritaskan investasi, hingga secara tegas menolak tawaran utang baru dari IMF di Washington DC demi membuktikan bahwa Indonesia mampu mandiri. #PrabowoSubianto #MuktamarNU35 #KabinetPrabowo #EfisiensiAnggaran #BUMN

About