@catatan.khatib.id: Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing: kapan terakhir kali kita benar-benar duduk bersama Al-Qur’an? Kapan terakhir kali kita membaca firman Allah dengan khusyu’? Dan kapan terakhir kali kita mengkhatamkan Al-Qur’an? Pertanyaan ini penting kita renungkan. Sebab hari ini kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Hari-hari terasa berlalu begitu singkat. Pagi datang, kita sudah sibuk dengan pekerjaan. Ada yang berangkat ke kantor, ada yang membuka toko, ada yang pergi ke pasar, ada yang mencari nafkah di jalanan. Sejak matahari terbit hingga sore bahkan malam hari, tenaga dan pikiran kita habiskan untuk memenuhi tanggung jawab kehidupan. Tanpa terasa, hari berganti hari. Pekan berganti pekan. Kita sibuk mengejar kebutuhan dunia, sampai terkadang lupa memberi waktu kepada hati kita untuk mendapatkan makanan. Padahal, sebagaimana tubuh membutuhkan makanan, hati juga membutuhkan asupan. Dan makanan terbaik bagi hati orang beriman adalah Al-Qur’an. Tidak harus selalu dalam jumlah yang banyak. Tidak harus menunggu waktu luang yang sempurna. Karena sering kali waktu luang itu tidak pernah benar-benar datang. Cukuplah satu lembar setiap hari, beberapa ayat setiap pagi, atau beberapa menit sebelum tidur. smartphone selalu ada di genggaman. Layarnya kita usap puluhan bahkan ratusan kali sehari. Kita cemas jika baterainya habis, kita gelisah jika tertinggal kabar di media sosial. Namun, berapa kali dalam sehari kita menyentuh lembaran Al-Qur'an? Berapa kali kita rindu mendengarkan "Sapaan Cinta" dari Sang Pencipta? Jangan-jangan, Al-Qur'an di rumah kita kini hanya menjadi pajangan indah di atas lemari, tertutup debu, menunggu dibaca hanya ketika ada musibah atau kematian datang. "Bukan Al-Qur'an yang membutuhkan kita untuk dibaca, melainkan hati kitalah yang sangat membutuhkan Al-Qur'an agar tidak mati." Al-Qur'an sebagai Penawar dan Pengadu Keluh Kesah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 82: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra': 82) Jamaah sekalian, Ayat ini tidak hanya bicara soal obat bagi penyakit fisik, tetapi obat bagi hati yang terluka, jiwa yang cemas, dan pikiran yang lelah. Al-Qur'an diturunkan sebagai rahmat, sebagai tempat kita pulang saat dunia terasa begitu menekan. Rasulullah ﷺ menggambarkan betapa besarnya keutamaan orang yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an dalam sebuah hadis shahih: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari) Menjadi orang terbaik di sisi Allah ternyata bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan kita, atau seberapa tebal dompet kita. Pangkat terbaik di hadapan Allah diberikan kepada mereka yang mau duduk, membuka Al-Qur'an, mengeja huruf demi huruf, dan mengajarkannya kepada anak-cucu mereka. Pengaduan Rasulullah ﷺ di Hari Kiamat Hadirin jamaah Jumat yang rahmatan lillahi 'alamin, Ada satu ayat dalam Al-Qur'an yang sangat menggetarkan hati jika kita renungkan. Sebuah ayat yang menceritakan kesedihan dan pengaduan Baginda Nabi Muhammad ﷺ kepada Allah kelak di hari kiamat. Allah berfirman dalam Surah Furqan ayat 30: وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا Artinya: "Dan Rasul (Muhammad) berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang diabaikan (ditinggalkan).'" (QS. Al-Furqan: 30) Bayangkan... Di hari ketika semua manusia berlari mencari pertolongan dan syafaat Nabi ﷺ, justru Nabi sendiri yang mengadukan umatnya kepada Allah karena telah acuh dan acuh tak acuh terhadap Al-Qur'an. Yuk dapatkan Naskah Lengkapnya dengan komen "Mau Gabung" kak dalam Group Kumpulan Naskah Khutbhnya. Hub: +62 878-9907-3431 #fyp #khutbahjumat ##nasehatislami
Catatan Khatib.id
Region: ID
Wednesday 05 August 2026 11:10:52 GMT
Music
Download
Comments
Hamid zazim :
mau kk
2026-08-25 16:00:04
1
husnanaqsa :
Bismillahirrohmanirrohiim "Mau Gabung"
2026-08-05 23:41:14
2
Difal Alfazurahman :
Mau
2026-08-13 15:57:14
1
mahyar :
mau kak
2026-08-09 04:45:45
1
Abi AA 94 :
🥰🥰🥰
2026-08-21 02:45:41
1
Abdurrasyid :
mau
2026-08-19 03:39:18
1
Abdurrasyid :
mau kak
2026-08-19 03:39:36
1
Ar :
😢😢😢
2026-08-05 13:37:44
1
vrit :
🥰🥰🥰
2026-08-05 14:43:48
1
akang mas :
🥰🥰🥰
2026-08-06 03:00:35
1
To see more videos from user @catatan.khatib.id, please go to the Tikwm
homepage.