@n514butwhat: I'm a mess mess mess mess #sumire #sumireyoshizawa #persona5 #persona5edit #fyp @Kou

Ne not Neon
Ne not Neon
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 05 August 2026 11:42:03 GMT
9648
1619
52
243

Music

Download

Comments

whsn_mrt
nugreentea :
gwej sebagai suami makoto, liat kasumi cakep bat jir😹😹
2026-08-08 02:28:22
10
mochifebyy
mochifebyy :
MAKSUD AMAT SCENE YG ITU DIMASUKIN
2026-08-07 13:53:01
4
user2165329686632
REAL!!! :
Halah gitu doang mah gw mana bisa 🥀😹
2026-08-06 11:33:33
7
loveliesrt
wawaa :
inikan aku
2026-08-09 02:05:53
1
sylp1623
Lani Bus Kuning, My Bini :
inikan my mbg gw jir
2026-08-07 13:10:25
1
dudaberpengalaman
0435339835377625 :
not a bestmatch
2026-08-06 02:00:31
1
miraclewishes_
ᨳິ ׂ 𓈒 ℳiyu ഒ ͚ :
harus banget yh dengan lagu ini 😭😭💔
2026-08-06 12:16:50
1
mandvoldigoad
Kozella :
2026-08-07 07:22:48
1
anghahaha_
strnzrgraviti :
personaks ada animehnya gak sih, pengen jadi fensnya tapi gak punya pisi buat mainin gamenya
2026-08-10 12:54:54
0
rafrafvi
Paujajann :
2026-08-11 11:38:15
0
airinx92
️ :
2026-08-10 13:54:03
1
hydreizx
Hersz Zweilous :
itu bini gw mas pls
2026-08-08 13:45:42
1
alyoshau
lua :
lampu merah
2026-08-06 10:23:12
2
To see more videos from user @n514butwhat, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sebuah doa yang tidak di dengar — Chloe Aubert 🫠. Darah membasahi tanah. Langit yang dulu cerah kini tertutup awan hitam. Hujan turun perlahan, mencuci medan perang yang dipenuhi kehancuran. Di tengah reruntuhan itu, Chloe Aubert terduduk sambil memeluk tubuh Rimuru Tempest. Kepala Rimuru bersandar lemah di bahunya. Wajah yang selalu dihiasi senyum lembut itu kini begitu tenang... terlalu tenang. Chloe mengusap pipinya dengan jemari yang gemetar.
Sebuah doa yang tidak di dengar — Chloe Aubert 🫠. Darah membasahi tanah. Langit yang dulu cerah kini tertutup awan hitam. Hujan turun perlahan, mencuci medan perang yang dipenuhi kehancuran. Di tengah reruntuhan itu, Chloe Aubert terduduk sambil memeluk tubuh Rimuru Tempest. Kepala Rimuru bersandar lemah di bahunya. Wajah yang selalu dihiasi senyum lembut itu kini begitu tenang... terlalu tenang. Chloe mengusap pipinya dengan jemari yang gemetar. "Rimuru-san..." "Ini bukan waktunya tidur..." "Tolong... bangun..." Ia tersenyum kecil, berusaha meyakinkan dirinya sendiri. "Kau pasti hanya bercanda, kan?" "Ayo... buka matamu." "Katakan kalau aku terlalu mudah panik." "Aku akan memarahimu setelah itu..." Namun, tidak ada balasan. Hanya tubuh yang semakin dingin dalam pelukannya. Senyum Chloe perlahan menghilang. Air matanya jatuh satu per satu. "Aku mengerti..." "Jadi... kali ini aku benar-benar terlambat." Ia menundukkan kepala hingga dahinya menyentuh dahi Rimuru. Suaranya hampir tak terdengar. "Ya Tuhan..." "Seumur hidupku, aku tidak pernah meminta apa pun kepada-Mu." "Aku menerima semua rasa sakit." "Aku menerima semua kesepian." "Aku menerima hidup yang harus terus berputar tanpa akhir." "Tapi hari ini..." "Aku egois." "Aku ingin meminta satu hal." Tangisnya pecah. "Tolong..." "Jangan biarkan akhir cerita ini seperti ini." "Orang yang ada dalam pelukanku ini..." "Dia bukan orang jahat." "Dia selalu menyelamatkan orang lain." "Dia selalu mengutamakan kebahagiaan semua orang daripada dirinya sendiri." "Kalau dunia ini membutuhkan sebuah pengorbanan..." "Maka biarkan aku yang menjadi pengorbanannya." "Ambil seluruh umurku." "Ambil seluruh kekuatanku." "Ambil seluruh masa depanku." "Bahkan hapus keberadaanku dari dunia ini..." "Asalkan..." "Asalkan Rimuru-san bisa membuka matanya sekali saja." Chloe menangis tersedu-sedu. Ia menggenggam tangan Rimuru, lalu menempelkannya ke pipinya. "Dingin..." "Tanganmu dingin sekali..." "Aku benci ini..." "Aku benci merasakan keheningan ini." "Kenapa aku selalu sampai sesaat setelah semuanya berakhir?" "Apa perjuanganku selama ini masih belum cukup?" Ia memeluk Rimuru lebih erat, seolah tak ingin dunia merebutnya lagi. "Kalau aku harus mengulang waktu seratus kali lagi..." "Aku akan melakukannya." "Kalau harus seribu kali..." "Aku juga akan melakukannya." "Kalau harus mengorbankan jiwaku..." "Aku tidak akan ragu." "Tapi tolong..." "Berikan aku satu dunia..." "Hanya satu dunia..." "Di mana Rimuru-san bisa hidup." "Di mana dia bisa tertawa bersama semua orang." "Di mana dia tidak perlu lagi mengorbankan dirinya." Chloe menutup matanya. Dengan bibir yang bergetar, ia mencium pelan kening Rimuru untuk terakhir kalinya. "Ya Tuhan..." "Kalau permohonanku terlalu besar..." "Kalau keajaiban memang tidak ada..." "Maka jangan bangunkan aku lagi." "Biarkan aku tetap di sini." "Memeluknya..." "Sampai akhir waktu." Hujan turun semakin deras. Di dunia yang telah kehilangan harapannya, tangisan Chloe Aubert bercampur dengan suara hujan—sebuah doa yang mungkin tak pernah dijawab, namun tetap ia panjatkan dengan seluruh hati yang telah berkali-kali hancur. #chloeaubert #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #animecreatortensura #fanfiction

About