@a__n_e7: #أجمل ما في الحياة أن تجد إنسان يقرأك دون حروف يفهمك دون كلام ويحبك دون مقابل ويجعلك دائماً بقلبه#عبارات #jrock #الكسبلورexplore

꧁༒☬سلطان☬༒꧂
꧁༒☬سلطان☬༒꧂
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 05 August 2026 15:20:06 GMT
17562
543
23
82

Music

Download

Comments

sf1g12
꧁إمبراطور 👑 الليل꧂ :
أجمل ما في الحياة أن تجد إنسان يقرأك دون حروف يفهمك دون كلام ويحبك دون مقابل ويجعلك دائماً بقلبه
2026-08-05 16:07:24
1
user8218305615633
يال :
من اين انت
2026-08-05 20:20:42
1
user9467388171938
لااله لالله محمد رسول الله :
وا ها كذا الوفا😌
2026-08-07 17:09:53
0
abd.have.made
ABD HAVE Made :
نعم
2026-08-07 15:21:36
0
user1538047986229
عبدالملك قبيصي :
أكيد هو هذ كلم
2026-08-06 20:58:01
0
user8197509870368
القلب الجريح 💔 :
اكيد
2026-08-06 21:22:18
0
user2633375428266
القلب الطيب :
ياليت
2026-08-06 17:24:01
0
user8218305615633
يال :
انت من وصابي
2026-08-05 20:20:58
1
user8218305615633
يال :
مافي
2026-08-05 20:20:34
0
user5240358454815
محمد عبد الله ولد شيخ اصنيب :
🥰🥰🥰
2026-08-06 22:27:19
0
user5053265258194
زهراء علي :
🥰🥰🥰
2026-08-06 11:27:21
1
.71149393
علوي 💔❤️‍🩹711 :
🥰🥰🥰
2026-08-06 21:42:58
0
user4280638248460
الشيد إبن الشيد :
🥰🥰🥰
2026-08-06 21:11:47
0
user9726222014578
ابو أبراهيم الشعباني :
🥰🥰🥰
2026-08-06 07:01:51
0
user2124970706105
ام علي :
💔💔💔
2026-08-05 22:22:58
1
user2982193510387
ضیاء وتن کریمی :
😂😂😂
2026-08-06 10:15:49
1
To see more videos from user @a__n_e7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dulu, ia menggenggam dunia dengan telapak sekecil embun, mengira setiap pelukan akan tinggal, setiap senyum akan menetap, dan langit hanya mengenal musim yang teduh. Waktu lalu berjalan membawa tubuhnya tumbuh, namun diam-diam menyelipkan duri di setiap jalan yang ia sebut pulang. Ia belajar bahwa tidak semua kehilangan bersuara, dan tidak semua luka memilih darah untuk membuktikan dirinya ada. Anak kecil itu kini telah dewasa. Matanya masih menyimpan cahaya yang sama, meski berkali-kali dipadamkan kecewa. Ia menjahit retak dengan sabar, menyembunyikan hujan di balik wajah yang tampak baik-baik saja. Betapa panjang perjalanan dari tawa yang tanpa beban menuju senyum yang lahir setelah bertahan. Tak ada yang tahu berapa kali ia merapikan dirinya sendiri, setelah dunia selesai mengacak seluruh isi dadanya. Kini ia mengerti, menjadi dewasa bukan tentang bertambah usia, melainkan tentang tetap memilih lembut setelah berkali-kali disentuh getir; tetap percaya pada fajar, meski malam pernah mengajarinya betapa pekat arti kesunyian. Dan di dalam dirinya, anak kecil itu belum benar-benar pergi. Ia hanya belajar memeluk dirinya sendiri ketika tak lagi menemukan tangan yang dahulu dijanjikan akan selalu ada. Sebab dari semua rasa sakit yang pernah singgah, lahirlah seseorang yang tak lagi rapuh karena badai, melainkan setenang laut yang telah berkali-kali berdamai dengan ombaknya sendiri. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih sendu, lebih filosofis, atau lebih pendek dengan diksi yang lebih dalam lagi.
Dulu, ia menggenggam dunia dengan telapak sekecil embun, mengira setiap pelukan akan tinggal, setiap senyum akan menetap, dan langit hanya mengenal musim yang teduh. Waktu lalu berjalan membawa tubuhnya tumbuh, namun diam-diam menyelipkan duri di setiap jalan yang ia sebut pulang. Ia belajar bahwa tidak semua kehilangan bersuara, dan tidak semua luka memilih darah untuk membuktikan dirinya ada. Anak kecil itu kini telah dewasa. Matanya masih menyimpan cahaya yang sama, meski berkali-kali dipadamkan kecewa. Ia menjahit retak dengan sabar, menyembunyikan hujan di balik wajah yang tampak baik-baik saja. Betapa panjang perjalanan dari tawa yang tanpa beban menuju senyum yang lahir setelah bertahan. Tak ada yang tahu berapa kali ia merapikan dirinya sendiri, setelah dunia selesai mengacak seluruh isi dadanya. Kini ia mengerti, menjadi dewasa bukan tentang bertambah usia, melainkan tentang tetap memilih lembut setelah berkali-kali disentuh getir; tetap percaya pada fajar, meski malam pernah mengajarinya betapa pekat arti kesunyian. Dan di dalam dirinya, anak kecil itu belum benar-benar pergi. Ia hanya belajar memeluk dirinya sendiri ketika tak lagi menemukan tangan yang dahulu dijanjikan akan selalu ada. Sebab dari semua rasa sakit yang pernah singgah, lahirlah seseorang yang tak lagi rapuh karena badai, melainkan setenang laut yang telah berkali-kali berdamai dengan ombaknya sendiri. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih sendu, lebih filosofis, atau lebih pendek dengan diksi yang lebih dalam lagi.

About