@forddtla: Bringing home a new Ford is already a big moment, so why not add a little something to make it feel even more yours? Check out our lifestyle merchandise here at Ford of Downtown LA and find the hat, shirt, or accessory that fits right in. 🧢✨ Ford of Downtown LA 📍 509 W Washington Blvd, Los Angeles, CA 90015 #Ford #FordofLosAngeles #FordofDowntownLosAngeles #FordDTLA #FordInventory #FordPreowned #PreownedInventory #FordPerformance #BuiltFordTough

Ford DTLA
Ford DTLA
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 05 August 2026 18:30:06 GMT
315
9
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @forddtla, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejarah Tari Piring 👇 Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang berasal dari Solok, Sumatera Barat, dengan ciri utama penggunaan dua piring di telapak tangan penari. Tarian ini menampilkan gerakan cepat, dinamis, dan presisi, terinspirasi dari aktivitas bercocok tanam masyarakat agraris serta dipengaruhi oleh pencak silat Minangkabau (silek). Tari Piring berfungsi sebagai seni pertunjukan yang sarat nilai budaya, estetika, dan kebersamaan, serta menjadi simbol identitas budaya masyarakat Minangkabau yang masih lestari hingga kini. Tari Piring diperkirakan telah berkembang sejak sekitar abad ke-12. Pada awalnya, tarian ini digunakan sebagai ritual upacara kesuburan dan ungkapan rasa syukur kepada dewa-dewi pertanian, khususnya Dewi Sri (Padi), atas hasil panen yang melimpah. Pelakunya adalah masyarakat Minangkabau, terutama petani, yang menari sambil membawa piring berisi sesaji hasil bumi.  Seiring masuknya agama Islam ke Minangkabau sekitar abad ke-14, fungsi ritual tersebut ditinggalkan, dan Tari Piring bertransformasi menjadi seni pertunjukan dan hiburan dalam acara adat, pernikahan, serta penyambutan tamu. Dalam pertunjukannya, Tari Piring dilakukan oleh penari berjumlah ganjil dengan membawa piring yang diayunkan mengikuti iringan musik tradisional seperti talempong, saluang, dan gandang dengan tempo yang semakin cepat. Piring didentingkan menggunakan cincin di jari penari untuk menciptakan ritme, dan pada bagian akhir biasanya dibanting hingga pecah, lalu penari menari di atas pecahan tersebut sebagai atraksi simbolik.  Tari Piring tetap dipertahankan dan dikembangkan oleh masyarakat Minangkabau, baik di daerah asal maupun perantauan, sebagai upaya pelestarian budaya yang terus menyesuaikan zaman.  #fyp #aisarkhaleed #History  #tiktokvietnam #viral
Sejarah Tari Piring 👇 Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang berasal dari Solok, Sumatera Barat, dengan ciri utama penggunaan dua piring di telapak tangan penari. Tarian ini menampilkan gerakan cepat, dinamis, dan presisi, terinspirasi dari aktivitas bercocok tanam masyarakat agraris serta dipengaruhi oleh pencak silat Minangkabau (silek). Tari Piring berfungsi sebagai seni pertunjukan yang sarat nilai budaya, estetika, dan kebersamaan, serta menjadi simbol identitas budaya masyarakat Minangkabau yang masih lestari hingga kini. Tari Piring diperkirakan telah berkembang sejak sekitar abad ke-12. Pada awalnya, tarian ini digunakan sebagai ritual upacara kesuburan dan ungkapan rasa syukur kepada dewa-dewi pertanian, khususnya Dewi Sri (Padi), atas hasil panen yang melimpah. Pelakunya adalah masyarakat Minangkabau, terutama petani, yang menari sambil membawa piring berisi sesaji hasil bumi. Seiring masuknya agama Islam ke Minangkabau sekitar abad ke-14, fungsi ritual tersebut ditinggalkan, dan Tari Piring bertransformasi menjadi seni pertunjukan dan hiburan dalam acara adat, pernikahan, serta penyambutan tamu. Dalam pertunjukannya, Tari Piring dilakukan oleh penari berjumlah ganjil dengan membawa piring yang diayunkan mengikuti iringan musik tradisional seperti talempong, saluang, dan gandang dengan tempo yang semakin cepat. Piring didentingkan menggunakan cincin di jari penari untuk menciptakan ritme, dan pada bagian akhir biasanya dibanting hingga pecah, lalu penari menari di atas pecahan tersebut sebagai atraksi simbolik. Tari Piring tetap dipertahankan dan dikembangkan oleh masyarakat Minangkabau, baik di daerah asal maupun perantauan, sebagai upaya pelestarian budaya yang terus menyesuaikan zaman. #fyp #aisarkhaleed #History #tiktokvietnam #viral

About