@momof2girls30: ❤️💙💛🩷🤍💚🧡

Rashi💖
Rashi💖
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 05 August 2026 19:48:14 GMT
403
40
4
0

Music

Download

Comments

punam8390
punam :
❤️❤️❤️
2026-08-06 14:24:11
1
shyam.kumar.chaud07
Shyam Kumar Chaudhary :
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2026-08-05 23:07:31
1
drsritmer12
dr Khan :
🥰🥰🥰
2026-08-06 02:34:20
1
manoj.shah686
Manoj Shah :
🥰🥰🥰
2026-08-06 05:10:17
0
To see more videos from user @momof2girls30, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KETIKA SEKOLAH & GELAR TAK MENJAMIN KARAKTER JADI BAIK; Bercermin dari Kasus Yurizal Sejumlah tenaga kesehatan mulai menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman luas di media sosial. Permintaan maaf tersebut muncul setelah Yurizal, yang sebelumnya mengeluhkan lamanya menunggu ruang rawat inap, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026). Salah satu permintaan maaf terbaru disampaikan oleh petugas tenaga kesehatan Norma Zahara melalui video yang diunggah pada Rabu (5/8/2026). Sebelumnya, Norma juga telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui akun Threads miliknya. Selain Norma, Dokter Benny Christian Sihombing, perawat Widhiyarini Pangestika, petugas perekam medis Hilda Clarissa Theopilus, serta Dokter Elda Putri Rahardini juga telah menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui bahwa komentar yang mereka tuliskan tidak mencerminkan empati maupun etika profesi sebagai tenaga kesehatan. Di sisi lain, masih terdapat puluhan tenaga kesehatan lain yang sebelumnya turut melontarkan komentar serupa, namun hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Gelombang permintaan maaf tersebut terjadi setelah identitas sejumlah tenaga kesehatan menjadi sorotan di media sosial. Sebagian di antaranya dilaporkan panik usai mengalami doxxing, yakni penyebaran informasi pribadi oleh warganet. Informasi yang beredar mencakup nomor telepon, alamat rumah, tempat kerja, data keluarga, informasi harta, hingga pengecekan pelat kendaraan dan status pajak. Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di Threads yang mengeluhkan harus menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Menurut sahabatnya, Firhan Arief, Yurizal baru memperoleh kamar perawatan setelah menjalani perawatan selama dua hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Alih-alih mendapat dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar bernada menghujat dari sejumlah tenaga kesehatan. Firhan menyebut Yurizal sempat menangis setelah membaca ribuan komentar yang ditujukan kepadanya. Beberapa hari kemudian, Yurizal meninggal dunia. Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas mengenai etika bermedia sosial #fyp #viral #nakes #idi #trending
KETIKA SEKOLAH & GELAR TAK MENJAMIN KARAKTER JADI BAIK; Bercermin dari Kasus Yurizal Sejumlah tenaga kesehatan mulai menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman luas di media sosial. Permintaan maaf tersebut muncul setelah Yurizal, yang sebelumnya mengeluhkan lamanya menunggu ruang rawat inap, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026). Salah satu permintaan maaf terbaru disampaikan oleh petugas tenaga kesehatan Norma Zahara melalui video yang diunggah pada Rabu (5/8/2026). Sebelumnya, Norma juga telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui akun Threads miliknya. Selain Norma, Dokter Benny Christian Sihombing, perawat Widhiyarini Pangestika, petugas perekam medis Hilda Clarissa Theopilus, serta Dokter Elda Putri Rahardini juga telah menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui bahwa komentar yang mereka tuliskan tidak mencerminkan empati maupun etika profesi sebagai tenaga kesehatan. Di sisi lain, masih terdapat puluhan tenaga kesehatan lain yang sebelumnya turut melontarkan komentar serupa, namun hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Gelombang permintaan maaf tersebut terjadi setelah identitas sejumlah tenaga kesehatan menjadi sorotan di media sosial. Sebagian di antaranya dilaporkan panik usai mengalami doxxing, yakni penyebaran informasi pribadi oleh warganet. Informasi yang beredar mencakup nomor telepon, alamat rumah, tempat kerja, data keluarga, informasi harta, hingga pengecekan pelat kendaraan dan status pajak. Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di Threads yang mengeluhkan harus menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Menurut sahabatnya, Firhan Arief, Yurizal baru memperoleh kamar perawatan setelah menjalani perawatan selama dua hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Alih-alih mendapat dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar bernada menghujat dari sejumlah tenaga kesehatan. Firhan menyebut Yurizal sempat menangis setelah membaca ribuan komentar yang ditujukan kepadanya. Beberapa hari kemudian, Yurizal meninggal dunia. Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas mengenai etika bermedia sosial #fyp #viral #nakes #idi #trending

About