@nathalyzuleyvz:

NathalyZuleyVZ
NathalyZuleyVZ
Open In TikTok:
Region: MX
Wednesday 05 August 2026 22:14:24 GMT
21554
3011
16
17

Music

Download

Comments

user824183593
danna :
Buena canción 👏🏻👏🏻
2026-08-05 22:41:26
5
mferplt
Fer :
Preciosaaa
2026-08-05 22:15:45
2
miamoran277
M I A ⭐️ :
Nat que preciosa eres😍
2026-08-05 23:12:36
2
katalina.vsqzz
𝑲 :
Lindisimaaa!!! 💗
2026-08-05 23:23:27
1
usxridk_
useridk :
Nath donde mandaste hacer tú esclava?, soy new aquí en tj y me quiero mandar hacer algo pero eh buscado por ig y no me gusta ningún trabajo 😭
2026-08-06 17:41:46
1
user4374379661596
LZ :
2026-08-06 03:41:42
1
alejandro0_luna
Alejandro_luna :
la más hermosa de todas 😍
2026-08-06 15:30:37
0
mferplt
Fer :
estas divina nat 🫰🏻💞
2026-08-05 22:15:58
2
miamoran277
M I A ⭐️ :
Estás hermosa😍
2026-08-05 23:12:41
2
miamoran277
M I A ⭐️ :
Una muñequita😘
2026-08-05 23:12:50
1
miamoran277
M I A ⭐️ :
😍😍😍
2026-08-05 23:12:27
1
To see more videos from user @nathalyzuleyvz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Warga Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa tengah malam digegerkan dengan kedatangan ratusan orang ke wilayah mereka, Sabtu 8 Agustus 2026. Tua, muda, didominasi kaum pria beramai-ramai mengepung rumah salah satu pembunuh Candra Waskito pemilik Konter HP Royal Phone Ambarawa, yang tewas usai dirampok.  Dari informasi diidapat Disway Jateng di lokasi, ratusan orang itu adalah warga Wirogomo tanah kelahiran Candra Waskito hingga dimakamkannya korban. Dan rumah yang dituju adalah kediaman orang tua pelaku, Didit, yang ditangkap Satreskrim Polres Semarang.  Belakangan diketahui, antara terduga pelaku perampokan dengan Candra Waskito pemilik Toko HP Royal Phone Ambarawa adalah teman sepermainan. Bahkan, Candra Waskito juga memiliki rumah di Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa, hanya beda RT dan selang satu gang dengan rumah orang tua terduga pelaku perampokan Didit.
Warga Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa tengah malam digegerkan dengan kedatangan ratusan orang ke wilayah mereka, Sabtu 8 Agustus 2026. Tua, muda, didominasi kaum pria beramai-ramai mengepung rumah salah satu pembunuh Candra Waskito pemilik Konter HP Royal Phone Ambarawa, yang tewas usai dirampok. Dari informasi diidapat Disway Jateng di lokasi, ratusan orang itu adalah warga Wirogomo tanah kelahiran Candra Waskito hingga dimakamkannya korban. Dan rumah yang dituju adalah kediaman orang tua pelaku, Didit, yang ditangkap Satreskrim Polres Semarang. Belakangan diketahui, antara terduga pelaku perampokan dengan Candra Waskito pemilik Toko HP Royal Phone Ambarawa adalah teman sepermainan. Bahkan, Candra Waskito juga memiliki rumah di Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa, hanya beda RT dan selang satu gang dengan rumah orang tua terduga pelaku perampokan Didit. "Rumah korban saat ini masih direnovasi, jadi belum ditempati. Selama tiga tahun ini Mas Candra Waskito itu tinggak ngekos di belakang Toko HP Royal Phone Ambarawa miliknya di Pojoksari," ucap seorang warga, Adit. Dari pantauan langsung Disway Jateng di lokasi Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa, massa sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Setibanya di depan Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa, massa memarkirkan kendaraannya di depan gerbang. Mereka beramai-ramai mendatangi salah satu rumah terduga pelaku perampokan Toko HP Royal Phone Ambarawa hingga berujung kematian pemiliknya, Candra Waskito yakni Didit. Didit diduga otak perampokan hingga mencelakai dan berujung kematian Candra Waskito dalam pelariannya membawa kabur jasad mobil Honda Jazz beserta jasad korban dan hasil rampokan ke Gubug, Kabupaten Grobogan. Namun, sistem keaamanan Perumahan New Grand Regency RW VI, Ambarawa, Kabupaten Semarang dikenal ketat dengan memasang CCTV hingga portal setiap gangnya. Sehingga, massa hanya dapat sampai di portal gang rumah orang tua terduga pelaku perampokan disertai pembunuhan Candra Waskito. Massa berteriak memanggil-manggil orang tua terduga pelaku perampokan Didit untuk keluar. Menurut saksi mata yang berada dilokasi kejadian, B (30) kedatangan masa untuk menemui orang tua terduga pelaku Didit. "Mana orangtuanya, keluar. Jangan sembunyi," teriak warga yang kesal ulah Didit menewaskan Candra Waskito, dikenal mereka sebagai sosok dermawan, baik hati dan sopan. Hingga menjelang tengah malam, massa masih terus berdatangan. Mereka masih belum percaya, Didit tega melakukan perbuatan tidak manusiawi kepada Candra Waskito yang banyak membantu masyarakat. Seorang aparat Kepolisian dan dibantu keamanan sempat kewalahan menenangkan massa. Dan hingga menyampaikan untuk mempercayakan penegakkan hukum atas peristiwa menggemparkan menimpa Candra Waskito kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Melihat keadaan ini, penghuni Perumahan New Regency RW VI Ambarawa hanya dapat terdiam dan menyaksikan dari kejauhan, tidak berani mendekat. Mereka berharap, kondisi kembali reda dan damai. Sementara, pihak RW dan keamanan setempat belum bersedia dikonfirmasi. Sedangkan, Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat wartawan Disway Jateng belum ada tanggapan. #ambarawa24jam #diswayjateng

About