@phuonghangchinhnghia: #phuonghang

Phương Hằng Chính Nghĩa
Phương Hằng Chính Nghĩa
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 05 August 2026 23:37:17 GMT
1780
28
1
3

Music

Download

Comments

tung.hoang2333
Tung Hoang :
hạt xoàn kim cương dã...chỉ có hạt le là thật..hạt le mãi đỉnh..
2026-08-06 00:35:55
1
To see more videos from user @phuonghangchinhnghia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sibuk dengan pekerjaan yang tidak habis. Sibuk dengan notifikasi yang tidak berhenti. Sibuk, sampai tidak ada waktu untuk berpikir tentang Allah. Sibuk, sampai shalat dikerjakan terburu-buru. Sibuk, sampai Al-Quran berbulan-bulan tidak dibuka. Dan yang paling cerdik dari strategi ini: Kamu tidak merasa sedang berbuat dosa. Kamu merasa sedang produktif. Iblis tidak menyembunyikan rencananya. la mengumumkannya langsung di hadapan Allah:
Sibuk dengan pekerjaan yang tidak habis. Sibuk dengan notifikasi yang tidak berhenti. Sibuk, sampai tidak ada waktu untuk berpikir tentang Allah. Sibuk, sampai shalat dikerjakan terburu-buru. Sibuk, sampai Al-Quran berbulan-bulan tidak dibuka. Dan yang paling cerdik dari strategi ini: Kamu tidak merasa sedang berbuat dosa. Kamu merasa sedang produktif. Iblis tidak menyembunyikan rencananya. la mengumumkannya langsung di hadapan Allah: "Aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri." - (QS. Al-A'raf: 17) Dari semua arah. Tidak hanya dengan godaan yang jelas. Tidak hanya dengan tawaran yang terlihat salah. Tapi dari arah yang tidak terasa seperti serangan, dari arah yang terasa seperti kemajuan, terasa seperti tanggung jawab, terasa seperti kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. "Bermegah-megahan telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." - (QS. At-Takatsur: 1-2) Alhākumut-takātsur, kalian dilalaikan oleh perlombaan untuk terus menambah. Menambah prestasi. Menambah penghasilan. Menambah konten. Menambah followers. Menambah kesibukan. Bukan dilarang untuk berkembang. Tapi diingatkan bahwa perlombaan tanpa akhir untuk terus menambah bisa melalaikan, sampai tidak ada yang tersisa untuk yang seharusnya. Kesibukan tidak menjauhkanmu dari Allah dalam satu malam. Hari pertama: shalat Subuh kesiangan karena begadang kerja. Minggu pertama: tilawah terlewat karena terlalu lelah. Bulan pertama: doa hanya saat ada keperluan mendesak. Tahun pertama: kamu tidak ingat kapan terakhir kali benar-benar duduk bersama Allah. Dan kamu tidak merasa berdosa, karena kamu merasa sedang bertanggung jawab. "Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang menipu." (QS. Ali Imran: 185) Tipuannya bukan selalu berupa kesenangan. Kadang tipuannya berupa kesibukan yang terasa seperti kewajiban. Dosa yang jelas membuatmu merasa bersalah. Rasa bersalah mendorongmu untuk kembali. Tapi kesibukan tidak membuatmu merasa bersalah. Kesibukan membuatmu berkata: "Aku hanya belum sempat." "Nanti kalau sudah tidak sibuk, aku akan kembali." "Allah pasti mengerti, aku sedang berjuang untuk keluargaku." Dan nanti itu terus bergerak. Selalu ada kesibukan berikutnya. Selalu ada alasan yang terasa sah. Al-Quran tidak mengatakan "sampai kamu berbuat dosa." Al-Quran mengatakan "sampai kamu masuk ke dalam kubur. "Tanpa sempat sadar bahwa kamu sudah dilalaikan. Ada pertanyaan yang Al-Quran minta kamu jawab dengan jujur: "Apa yang benar-benar kamu kejar?" Kalau jawabannya selalu bergerak, selalu ada target berikutnya, selalu ada yang belum cukup. Mungkin kamu bukan sedang mengejar tujuan. Mungkin kamu sedang lari dari sesuatu. Dan yang paling sering kita lari darinya adalah keheningan yang cukup panjang untuk akhirnya mendengar pertanyaan yang paling penting: "Untuk apa semua ini?" "Kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, dan saling berbangga." (QS. Al-Hadid: 20) _hamba pendosa

About