@dirgataruna: Kok bisa polisi malaysia sampai bisa penasaran dengan kerja sistem dibandara indonesia bisa melacak narkoboy dalam mesin pemeriksaan di bandara? apakah malaysia tidak menyediakan mesin canggih untuk mengecek penyelundupan narkoboy? dan apakah benar pdrm malaysia itu benar-benar penasaran? berikut ulasannya : ✅ Benar — Polisi Malaysia (PDRM/JSJN) memang penasaran & tertarik Terutama setelah kasus pilot Malaysia yang tertangkap membawa narkoba di Bandara Soekarno-Hatta (Juli 2026) — yang lolos pemeriksaan di KLIA tapi terdeteksi di Indonesia. PDRM mengirim tim penyidik ke Jakarta untuk mempelajari cara & teknologi yang digunakan Indonesia. 🔍 Cara mendeteksi narkotika di Indonesia (secara singkat) 1. Pemeriksaan X-Ray Scanner — memindai barang bawaan & kargo untuk mencari bentuk/anomali mencurigakan 2. Uji Reagen Kimia / Narkotest — teteskan cairan reagen ke sampel → perubahan warna = positif (contoh: reagen U untuk MDMA) 3. Anjing Pelacak K9 — BNN RI memiliki unit K9 yang dilatih mendeteksi berbagai jenis narkoba 4. Analisis Risiko & Intelijen — profil penumpang/pengirim, data perjalanan, pola mencurigakan 5. Pemeriksaan Fisik & Pendeteksi Portabel — alat spektrometer, tes cepat, dan pemeriksaan langsung barang & badan 6. Sistem Terpadu — BNN + Bea Cukai + Imigrasi + Karantina saling bertukar data secara real-time 📌 Intinya: • ✅ Benar, PDRM tertarik karena metode Indonesia berhasil menangkap yang lolos di KLIA • ✅ Bukan satu alat saja — kombinasi: scanner → intelijen → reagen kimia → anjing K9 → pemeriksaan fisik • ✅ Sudah ada kerja sama resmi antara BNN RI & JSJN PDRM untuk pelatihan & pertukaran teknis