rel :
setelah kamu pergi, aku seperti kehilangan peta pulang. ada ruang kosong yang tak bisa ku isi dengan apa pun, seperti lubang hitam yang menelan seluruh tawa, hangat, dan arah langkahku. kamu pernah jadi poros semestaku, tempat aku menggantungkan segala harap, dan segala rindu. sekarang, aku hanya seperti bintang yang tersesat, mengorbit tanpa pusat, hanyut dalam sunyi yang tak terjemah
dulu,hari-hariku penuh warna, dari sekedar pesan singkatmu di pagi hari, dari senyum kecilmu yang menenangkan badai di kepalaku, dari pelukan singkat yang mampu membuat seluruh semesta terasa cukup. tapi kali ini, semua warna itu pudar, tinggal abu-abu yang membalut detak jantungku.menunggu notifikasi yang tak pernah lagi muncul, namun yang datang hanya senyap,hanya suara hatiku yang berbisik namun berulang-ulang, seolah kamu masih di sini, padahal tidak.
aku hancur, tapi bukan hanya kerena kehilanganmu. aku hancur karena kehilangan diriku yang dulu, diriku yang penuh cahaya saat bersamamu. aku kehilangan arah, kehilangan makna. dan yang paling menyakitkan adalah kehilangan rumah, karena kamu adalan rumahku yang tak lagi bisa kupijak.
kamu bilang aku harus kuat, harus melangkah, harus lanjut hidup. tapi bagaimana caranya aku bisa berdiri, saat separuh dari jiwaku masih terjebak di antara kenanganmu? bagaimana aku bisa bangkit, saat setiap napas masih memanggil namamu dalam diam? bagaimana aku bisa sembuh, saat kamu adalan luka yang tak pernah benar"ingin kututup dn Yang hilang bukan hanya dirimu, tapi juga hidup yang pernah kubayangkan bersamamu.
2026-08-21 03:36:09