@xyrvieeeen: Sometimes I think I've lost the spark I used to have. But I'm still here, still learning, and still moving forward. Maybe it's just buried under being tired. #nursesoftiktok #nurse

𝔁𝔂𝓻𝓪 𝓿𝓲𝓮𝓷 ⋆. 𐙚
𝔁𝔂𝓻𝓪 𝓿𝓲𝓮𝓷 ⋆. 𐙚
Open In TikTok:
Region: PH
Thursday 06 August 2026 13:22:13 GMT
30343
2465
14
143

Music

Download

Comments

cec.rph
Lcd :
Lord ayaw ko ng mag Pharmacist 🥲🥲🥲
2026-08-11 18:50:47
4
lanracho
Lan Racho :
that's burnout hunneeyyy
2026-08-26 05:11:35
1
swazi789
swazi789 :
Nursing
2026-09-14 12:24:44
0
aljaydiaries
Aljay Diaries :
Kaya yan ni Saying! You made it na🥰
2026-08-06 23:54:17
2
justme26109
Nurse2digital :
You don’t have ot settle and it’s Called burnt out
2026-09-10 09:55:01
1
_jessameng
jisameng :
🥺🥺🥺
2026-08-06 23:48:33
1
joffa_jee714
BudolFindsGirl :
🥹🥹🥹
2026-08-10 15:25:32
1
To see more videos from user @xyrvieeeen, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BEDAH PEMIKIRAN DARI ARISTOTELES 👇 Aristoteles mengingatkan bahwa emosi amarah bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya, melainkan sebuah energi yang harus dikendalikan dan diarahkan dengan tepat. Ketika kita tahu itu, mengapa kita masih sering meledak-ledak tanpa arah? Penyesalan sering muncul bukan karena kita merasakan amarah, tetapi karena kita gagal menakar dan menempatkannya pada porsi yang benar. Kita ingin ego kita segera terpuaskan, ingin orang lain tunduk pada kekesalan kita—padahal amarah yang liar hanya akan menghancurkan hubungan dan logika kita sendiri. Secura lebih detail, Aristoteles dalam filosofinya menekankan konsep
BEDAH PEMIKIRAN DARI ARISTOTELES 👇 Aristoteles mengingatkan bahwa emosi amarah bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya, melainkan sebuah energi yang harus dikendalikan dan diarahkan dengan tepat. Ketika kita tahu itu, mengapa kita masih sering meledak-ledak tanpa arah? Penyesalan sering muncul bukan karena kita merasakan amarah, tetapi karena kita gagal menakar dan menempatkannya pada porsi yang benar. Kita ingin ego kita segera terpuaskan, ingin orang lain tunduk pada kekesalan kita—padahal amarah yang liar hanya akan menghancurkan hubungan dan logika kita sendiri. Secura lebih detail, Aristoteles dalam filosofinya menekankan konsep "jalan tengah" (Golden Mean). Marah yang bijaksana adalah bentuk kecerdasan emosional tertinggi, di mana kita mampu menimbang dengan matang: kepada siapa kita bicara, apa tujuan objektifnya, serta bagaimana menyampaikannya tanpa merusak situasi. Marah bukan lagi sekadar pelampasan ego, melainkan sebuah instrumen koreksi yang terukur. Makna mendalam dari kutipan ini adalah bahwa esensi dari kebijaksanaan bukanlah tentang menolak atau menekan emosi manusiawi kita, melainkan tentang penguasaan diri (self-mastery). Aristoteles ingin kita memahami bahwa menjadi penguasa atas diri sendiri jauh lebih sulit dan mulia daripada sekadar meluapkan apa yang dirasakan. Kedewasaan kita diuji bukan saat kita tenang, melainkan saat kita mampu tetap berpikir jernih dan bertindak adil di tengah badai amarah. Ketenangan dan kebijaksanaan sejati datang saat kita berhenti membiarkan emosi menguasai pikiran, dan mulai mengatur kapan, kepada siapa, serta sejauh mana kita merespons sesuatu.✨ #menatanalar #filsafat #aristoteles #kebijaksanaan

About