@veil.vsp: [#AEON] and idc if you don’t ship them 😭 || art creds; kjr0313 (sardine) || ac; @audio’s♫ || tags; #leonkennedy #leonkennedyedit #residentevil4 #adawongedit

val
val
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 06 August 2026 23:26:54 GMT
100092
29898
248
2932

Music

Download

Comments

yourfavturkishgirlx
yourfavouriteturkishgirl🪆 :
people are mad cuz of a ship (that is canon btw) 😭
2026-08-08 04:18:48
0
msn3837
™️ :
my hungry ass thought leon was a piece of fried chicken
2026-08-08 04:27:27
0
greasylemon69
lewa :
its always been THENMM
2026-08-08 04:41:15
0
man_of_tomorr0w
... :
They came together, so don't separate them🙏🥀
2026-08-07 16:03:16
296
sofia51500
𝓢𝓸𝓯𝓲𝓪 :
i ship leon and claire
2026-08-08 04:36:09
0
deciding0rgan
Deciding0rgan :
I hate this, man.... Where that rat girl??
2026-08-08 03:01:47
0
_grahamdunlap_
Rabbit :
The first one they sound mad the second one they sound worried or miss each other 😭😭😭
2026-08-07 17:44:24
13
darylandcarol_
ˋ°•*⁀➷ 𝒜𝓂𝒶𝓃𝒾๋࣭ 🧟‍♀️ྀིྀི :
2026-08-07 03:50:28
34
moonx.aepp
moon™ :
TALENT
2026-08-07 20:29:17
1
yurei_dbd_edit
𓆩ₛₚᵢᵣᵢₜ ₛₐᵦₗₑ,𝓰ₕₒₛₜ𓆪 :
2026-08-07 16:15:49
36
bsd4life0801_
𝐒. :
Don’t even like this ship but it’s beautiful
2026-08-07 21:05:18
9
chroma3634
𝔹𝕦𝕚𝕝𝕥𝕀𝕟𝕊𝕚𝕝𝕖𝕟𝕔𝕖💪 :
My setup… should we put some Leon in there?
2026-08-07 20:21:41
20
max_payne123
AzG_𝕽𝕯𝕽𝟐👾 :
They are NEVER EVER meant to be together
2026-08-07 16:06:04
15
To see more videos from user @veil.vsp, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part2|| Sudah satu bulan berlalu. Selama satu bulan itu Jay hampir tidak pernah benar-benar pulang. Pagi bekerja. Malam mencari. Setiap sudut kota telah ia datangi. Bahkan kota-kota tetangga pun sudah ia datangi. Namun hasilnya selalu sama. Nihil. Ia bahkan meminta bantuan relasi bisnis, teman-teman lama, hingga kenalan di berbagai daerah. “Hanya satu orang, Tolong cari istriku.” Namun Tak ada satu pun kabar tentangmu. Seolah kamu benar-benar menghilang dari dunia. ⸻ Siang itu Mobil Jay kembali berhenti di depan rumah orang tuamu. Sudah entah keberapa kalinya ia datang. Begitu pintu terbuka Jay langsung bertanya, “Om, Y/n ada di sini, kan?” Ayahmu hanya menghela napas. “Jay, Udah berapa kali Om bilang, Y/n gak ada di sini.” Jay menggeleng pelan. Seolah tidak percaya. “Maaf, Om.” Tanpa menunggu izin, ia melangkah masuk ke dalam rumah. Satu per satu ruangan ia periksa. Ruang tamu. Dapur. Halaman belakang. Bahkan kamar lamamu. Kosong. Lemari yang dulu penuh pakaianmu kini hanya menyisakan beberapa boneka masa kecil. Jay berdiri lama di ambang pintu kamar itu. Hening. Benar Kamu memang sudah pergi. Ayahmu menghampiri dari belakang. “Jay, Harusnya kamu senang, kan?” Jay menoleh perlahan. “Akhirnya, Y/n berhenti mengejar kamu.” Kalimat itu membuat dada Jay terasa sesak. Ia menundukkan kepala. “Enggak, Om.” Suaranya lirih. “Aku harus bawa dia pulang.” Ayahmu menatapnya beberapa saat. “Lantas, Apa yang kamu lakukan sampai anak Om memilih pergi tanpa memberi kabar?” Jay membisu. Bibirnya terbuka. Namun tak ada satu kata pun yang keluar. Bagaimana mungkin ia menjelaskan Bahwa selama satu tahun ia membiarkanmu menangis sendirian. Membiarkanmu tidur sendiri. Membiarkanmu berharap pada seseorang yang bahkan tak pernah berusaha membalas harapan itu. Melihat Jay yang hanya terdiam Ayahmu perlahan mendekat. “Jay, Apa kamu mencintai putriku?” Jay menutup matanya. Pertanyaan itu sederhana. Namun justru paling sulit dijawab. Dulu Ia selalu yakin jawabannya adalah tidak. Namun sekarang Setiap pagi ia mencari bayanganmu. Setiap malam ia berharap mendengar suaramu. Setiap pulang Yang pertama ia cari adalah kamu. Perlahan Jay mengangguk. “Iya, Om, Aku mencintai Y/n.” Untuk pertama kalinya Ia mengucapkannya dengan lantang. Bukan kepada dirimu. Melainkan kepada ayahmu. Ayahmu tersenyum tipis. “Saya gak akan menghalangi kamu, Tapi,” Beliau menatap mata Jay dalam-dalam. “Semua keputusan tetap ada di tangan putriku, Kalau memang kamu mencintainya, Perjuangkan, Tapi kalau suatu hari nanti, kamu mengecewakannya lagi.” Sorot mata ayahmu berubah tegas. “Om sendiri yang akan menghalangi langkahmu.” Jay langsung menggenggam kedua tangan ayahmu. “Om, Aku janji, Aku gak akan nyakitin dia lagi, Kalau begitu, Tolong kasih tahu aku, Y/n di mana?” Ayahmu mengembuskan napas panjang. Tatapannya ikut melemah. “Kalau Om tahu, Om sendiri yang akan nyusul dia.” Jay perlahan melepaskan genggamannya. “Om juga kehilangan putri Om, Tapi,” Ayahmu menepuk bahunya pelan. “Jay, Kamu juga harus mikirin diri kamu.” Jay mengernyit. “Lihat wajah kamu, Kurus, Janggut mulai tumbuh,!Mata kamu cekung, Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar ketemu Y/N Menurut kamu, dia bakal senang lihat suaminya jadi seperti ini?” Jay hanya tersenyum pahit. Selama satu bulan terakhir Ia memang hanya tidur beberapa jam. Makan pun sering terlupa. Baginya Mencarimu jauh lebih penting daripada mengurus dirinya sendiri. ⸻ Jay akhirnya pamit Begitu masuk ke mobil Ponselnya berdering. Nadia. Ia menatap nama itu beberapa detik. Lalu mengangkat panggilan. “Halo.” “Jay?” Suara Nadia terdengar jauh lebih tenang dibanding terakhir kali mereka bertemu. “Kamu udah nemuin Y/n?” Jay memejamkan mata. “Belum.” Di seberang sana terdengar embusan napas pelan. “Aku sebenarnya mau ngabarin sesuatu.” “Apa?” “Aku, akan menikah.” Jay terdiam sesaat. Namun kemudian tersenyum tulus. “Selamat, Semoga kamu bahagia.” Nadia ikut tersenyum. “Terima kasih, Kalau nanti kamu udah ketemu Y/N, Tolong sampaikan permintaan maafku.” {lanjut di saluran} #jay #parkjongseong #enhypen #fyp
Part2|| Sudah satu bulan berlalu. Selama satu bulan itu Jay hampir tidak pernah benar-benar pulang. Pagi bekerja. Malam mencari. Setiap sudut kota telah ia datangi. Bahkan kota-kota tetangga pun sudah ia datangi. Namun hasilnya selalu sama. Nihil. Ia bahkan meminta bantuan relasi bisnis, teman-teman lama, hingga kenalan di berbagai daerah. “Hanya satu orang, Tolong cari istriku.” Namun Tak ada satu pun kabar tentangmu. Seolah kamu benar-benar menghilang dari dunia. ⸻ Siang itu Mobil Jay kembali berhenti di depan rumah orang tuamu. Sudah entah keberapa kalinya ia datang. Begitu pintu terbuka Jay langsung bertanya, “Om, Y/n ada di sini, kan?” Ayahmu hanya menghela napas. “Jay, Udah berapa kali Om bilang, Y/n gak ada di sini.” Jay menggeleng pelan. Seolah tidak percaya. “Maaf, Om.” Tanpa menunggu izin, ia melangkah masuk ke dalam rumah. Satu per satu ruangan ia periksa. Ruang tamu. Dapur. Halaman belakang. Bahkan kamar lamamu. Kosong. Lemari yang dulu penuh pakaianmu kini hanya menyisakan beberapa boneka masa kecil. Jay berdiri lama di ambang pintu kamar itu. Hening. Benar Kamu memang sudah pergi. Ayahmu menghampiri dari belakang. “Jay, Harusnya kamu senang, kan?” Jay menoleh perlahan. “Akhirnya, Y/n berhenti mengejar kamu.” Kalimat itu membuat dada Jay terasa sesak. Ia menundukkan kepala. “Enggak, Om.” Suaranya lirih. “Aku harus bawa dia pulang.” Ayahmu menatapnya beberapa saat. “Lantas, Apa yang kamu lakukan sampai anak Om memilih pergi tanpa memberi kabar?” Jay membisu. Bibirnya terbuka. Namun tak ada satu kata pun yang keluar. Bagaimana mungkin ia menjelaskan Bahwa selama satu tahun ia membiarkanmu menangis sendirian. Membiarkanmu tidur sendiri. Membiarkanmu berharap pada seseorang yang bahkan tak pernah berusaha membalas harapan itu. Melihat Jay yang hanya terdiam Ayahmu perlahan mendekat. “Jay, Apa kamu mencintai putriku?” Jay menutup matanya. Pertanyaan itu sederhana. Namun justru paling sulit dijawab. Dulu Ia selalu yakin jawabannya adalah tidak. Namun sekarang Setiap pagi ia mencari bayanganmu. Setiap malam ia berharap mendengar suaramu. Setiap pulang Yang pertama ia cari adalah kamu. Perlahan Jay mengangguk. “Iya, Om, Aku mencintai Y/n.” Untuk pertama kalinya Ia mengucapkannya dengan lantang. Bukan kepada dirimu. Melainkan kepada ayahmu. Ayahmu tersenyum tipis. “Saya gak akan menghalangi kamu, Tapi,” Beliau menatap mata Jay dalam-dalam. “Semua keputusan tetap ada di tangan putriku, Kalau memang kamu mencintainya, Perjuangkan, Tapi kalau suatu hari nanti, kamu mengecewakannya lagi.” Sorot mata ayahmu berubah tegas. “Om sendiri yang akan menghalangi langkahmu.” Jay langsung menggenggam kedua tangan ayahmu. “Om, Aku janji, Aku gak akan nyakitin dia lagi, Kalau begitu, Tolong kasih tahu aku, Y/n di mana?” Ayahmu mengembuskan napas panjang. Tatapannya ikut melemah. “Kalau Om tahu, Om sendiri yang akan nyusul dia.” Jay perlahan melepaskan genggamannya. “Om juga kehilangan putri Om, Tapi,” Ayahmu menepuk bahunya pelan. “Jay, Kamu juga harus mikirin diri kamu.” Jay mengernyit. “Lihat wajah kamu, Kurus, Janggut mulai tumbuh,!Mata kamu cekung, Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar ketemu Y/N Menurut kamu, dia bakal senang lihat suaminya jadi seperti ini?” Jay hanya tersenyum pahit. Selama satu bulan terakhir Ia memang hanya tidur beberapa jam. Makan pun sering terlupa. Baginya Mencarimu jauh lebih penting daripada mengurus dirinya sendiri. ⸻ Jay akhirnya pamit Begitu masuk ke mobil Ponselnya berdering. Nadia. Ia menatap nama itu beberapa detik. Lalu mengangkat panggilan. “Halo.” “Jay?” Suara Nadia terdengar jauh lebih tenang dibanding terakhir kali mereka bertemu. “Kamu udah nemuin Y/n?” Jay memejamkan mata. “Belum.” Di seberang sana terdengar embusan napas pelan. “Aku sebenarnya mau ngabarin sesuatu.” “Apa?” “Aku, akan menikah.” Jay terdiam sesaat. Namun kemudian tersenyum tulus. “Selamat, Semoga kamu bahagia.” Nadia ikut tersenyum. “Terima kasih, Kalau nanti kamu udah ketemu Y/N, Tolong sampaikan permintaan maafku.” {lanjut di saluran} #jay #parkjongseong #enhypen #fyp

About