@tyruby69hd:

Tyruby 005...
Tyruby 005...
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 07 August 2026 00:02:12 GMT
3
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tyruby69hd, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kita bertanya, mengapa nasihat para Kiai terdahulu begitu membekas di hati? Bahkan satu kalimatnya mampu membuat seseorang tersadar, menangis, dan berubah. Sementara hari ini, begitu banyak ceramah terdengar, tetapi tidak semuanya mampu menyentuh relung hati pendengarnya. Mungkin persoalannya bukan semata-mata pada kefasihan berbicara atau kepiawaian merangkai kata, melainkan pada niat dan tujuan ketika menyampaikan nasihat. Dalam Shifatus Shafwah (4/363), disebutkan sebuah nasihat dari Hamdun bin Ahmad رحمه الله: قِيلَ لِحَمْدُونَ بْنِ أَحْمَدَ رَحِمَهُ اللهُ: مَا بَالُ كَلَامِ السَّلَفِ أَنْفَعُ مِنْ كَلَامِنَا؟ قَالَ: لِأَنَّهُمْ تَكَلَّمُوا لِعِزِّ الْإِسْلَامِ وَنَجَاةِ النُّفُوسِ وَرِضَا الرَّحْمَنِ، وَنَحْنُ نَتَكَلَّمُ لِعِزِّ النُّفُوسِ وَطَلَبِ الدُّنْيَا وَرِضَا الْخَلْقِ. “Ditanyakan kepada Hamdun bin Ahmad: Mengapa perkataan generasi salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita? Beliau menjawab: Karena mereka berbicara demi kemuliaan Islam, keselamatan jiwa manusia, dan mencari rida Allah Yang Maha Pengasih. Sedangkan kita berbicara demi kemuliaan diri sendiri, mencari dunia, dan mengharapkan rida manusia.” Inilah bahan renungan bagi siapa pun yang berdiri di mimbar dakwah. Para Kiai terdahulu berbicara bukan untuk membesarkan nama pribadi, melainkan untuk membesarkan agama Allah. Mereka tidak sibuk mencari tepuk tangan manusia, tetapi memikirkan bagaimana umat bisa selamat. Hari ini, kita perlu berani mengoreksi diri. Jangan sampai dakwah lebih sibuk membangun citra daripada membangun jiwa. Jangan sampai lisan begitu lantang menyampaikan kebenaran, tetapi hati masih sibuk mengejar pujian dan pengakuan. Sebab, kata-kata yang keluar dari hati yang tulus akan lebih mudah mengetuk hati. Bukan berarti semua Kiai dan muballigh hari ini demikian, tetapi nasihat ini layak menjadi cermin bagi kita semua. #guskautsar #guskautsarploso #terasgubuk #dawuhterasgubuk #nderekpusatofficial
Pernahkah kita bertanya, mengapa nasihat para Kiai terdahulu begitu membekas di hati? Bahkan satu kalimatnya mampu membuat seseorang tersadar, menangis, dan berubah. Sementara hari ini, begitu banyak ceramah terdengar, tetapi tidak semuanya mampu menyentuh relung hati pendengarnya. Mungkin persoalannya bukan semata-mata pada kefasihan berbicara atau kepiawaian merangkai kata, melainkan pada niat dan tujuan ketika menyampaikan nasihat. Dalam Shifatus Shafwah (4/363), disebutkan sebuah nasihat dari Hamdun bin Ahmad رحمه الله: قِيلَ لِحَمْدُونَ بْنِ أَحْمَدَ رَحِمَهُ اللهُ: مَا بَالُ كَلَامِ السَّلَفِ أَنْفَعُ مِنْ كَلَامِنَا؟ قَالَ: لِأَنَّهُمْ تَكَلَّمُوا لِعِزِّ الْإِسْلَامِ وَنَجَاةِ النُّفُوسِ وَرِضَا الرَّحْمَنِ، وَنَحْنُ نَتَكَلَّمُ لِعِزِّ النُّفُوسِ وَطَلَبِ الدُّنْيَا وَرِضَا الْخَلْقِ. “Ditanyakan kepada Hamdun bin Ahmad: Mengapa perkataan generasi salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita? Beliau menjawab: Karena mereka berbicara demi kemuliaan Islam, keselamatan jiwa manusia, dan mencari rida Allah Yang Maha Pengasih. Sedangkan kita berbicara demi kemuliaan diri sendiri, mencari dunia, dan mengharapkan rida manusia.” Inilah bahan renungan bagi siapa pun yang berdiri di mimbar dakwah. Para Kiai terdahulu berbicara bukan untuk membesarkan nama pribadi, melainkan untuk membesarkan agama Allah. Mereka tidak sibuk mencari tepuk tangan manusia, tetapi memikirkan bagaimana umat bisa selamat. Hari ini, kita perlu berani mengoreksi diri. Jangan sampai dakwah lebih sibuk membangun citra daripada membangun jiwa. Jangan sampai lisan begitu lantang menyampaikan kebenaran, tetapi hati masih sibuk mengejar pujian dan pengakuan. Sebab, kata-kata yang keluar dari hati yang tulus akan lebih mudah mengetuk hati. Bukan berarti semua Kiai dan muballigh hari ini demikian, tetapi nasihat ini layak menjadi cermin bagi kita semua. #guskautsar #guskautsarploso #terasgubuk #dawuhterasgubuk #nderekpusatofficial

About