@miral_922:

ميرال | MIRAL
ميرال | MIRAL
Open In TikTok:
Region: SA
Friday 07 August 2026 01:37:28 GMT
33720
2346
89
213

Music

Download

Comments

x_z765
O :
2026-08-07 01:50:26
15
4xws__
Jøhn :
صدمتني صدمه🥺🥺🥺
2026-08-07 08:52:35
1
j12mm7
🇺🇸.. :
اعشق الي جوهم كذااا !!!
2026-08-07 01:41:43
15
..xxi1
S09 :
2026-08-07 02:27:12
5
bzvvy
𝙆 𝙯 𝙤 :
فين ملصقها نزلوه
2026-08-07 01:39:44
5
goonerrz
GAXY :
عمتيي هوهو 😵‍💫
2026-08-07 04:17:45
0
..xxi1
S09 :
2026-08-07 02:27:07
4
..xxi1
S09 :
2026-08-07 02:27:10
2
..xxi1
S09 :
2026-08-07 02:27:05
2
x_z765
O :
2026-08-07 01:44:52
6
x_z765
O :
2026-08-07 01:48:49
3
x_z765
O :
2026-08-07 01:47:09
1
poo_33700
🕸️🕷️ :
اول
2026-08-07 01:42:30
1
s671623
:S: :
2026-08-07 03:21:12
1
.de38_
مٍٰيًٍوْٰ.؟🎖️ :
ثالث
2026-08-07 01:39:47
1
aec313
🜲المطيري🇺🇸 :
ليه تعاليقات بل دقايق
2026-08-07 02:43:18
1
ammar_v91
ammar_v91 :
وينك
2026-08-07 01:42:10
0
To see more videos from user @miral_922, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Andai aku diberi satu permintaan yang pasti dikabulkan semesta, aku tidak akan meminta waktu berhenti. Sebab aku tahu, bahkan langit pun tak pernah sanggup menahan matahari di satu sisi. Aku hanya ingin waktu berjalan sedikit lebih lambat. Karena ada seseorang yang kehadirannya membuat setiap menit terasa seperti musim yang paling ingin kutinggali. Bersamanya, percakapan-percakapan kecil tumbuh menjadi rumah, tawa sederhana menjelma doa, dan diam yang kita bagi terasa lebih fasih daripada ribuan kalimat yang pernah kutulis. Ada orang-orang yang membuat kita ingin berlari mengejar masa depan. Namun, ada satu orang yang justru membuat kita ingin memohon kepada waktu agar berjalan lebih lambat—kamu. Bukan karena hidup ini terlalu indah, melainkan karena setiap detik bersamamu terasa terlalu berharga untuk segera menjadi kenangan. Sejak mengenalmu, jam dinding tak lagi sekadar penunjuk waktu. Ia berubah menjadi sesuatu yang diam-diam kutakuti. Kaulah satu-satunya alasan mengapa aku mulai takut pada jam. Bukan karena usiaku bertambah, melainkan karena setiap detiknya diam-diam sedang membawamu menjauh dari hari ini. Setiap jarumnya bergerak, aku tahu ada satu detik lagi yang hilang darimu. Ada satu kesempatan lagi yang tak akan pernah kembali. Aku ingin pagi datang lebih lambat dan panjang, agar aku punya lebih banyak kesempatan menyapamu sebelum dunia kembali sibuk mencuri perhatianmu. Aku ingin senja bertahan lebih lama, sebab di antara cahaya yang perlahan tenggelam itu, aku selalu menemukan wajahmu tampak lebih indah daripada langit yang sedang berpamitan—dan itu cukup menjadi alasan untuk menunda pulang supaya langkah kita tak perlu berpisah di persimpangan. Bahkan malam pun kuingin belajar lupa cara berganti hari. Aku ingin menghafal caramu tersenyum lebih lama. Mengingat suara yang memanggil namaku tanpa harus buru-buru kehilangan gema. Menyimpan hangat tanganmu sebelum musim berubah dan kehidupan kembali mengajarkan bahwa semua yang indah selalu pandai berpamitan. Cinta adalah keberanian mencintai sesuatu yang sejak awal telah dititipi waktu untuk diambil kembali. Ia tidak meminta dunia berhenti berputar. Ia hanya membuat seseorang berharap putarannya sedikit diperlambat, agar pelukan tak lekas menjadi rindu, agar tawa tak buru-buru berubah menjadi cerita, agar
Andai aku diberi satu permintaan yang pasti dikabulkan semesta, aku tidak akan meminta waktu berhenti. Sebab aku tahu, bahkan langit pun tak pernah sanggup menahan matahari di satu sisi. Aku hanya ingin waktu berjalan sedikit lebih lambat. Karena ada seseorang yang kehadirannya membuat setiap menit terasa seperti musim yang paling ingin kutinggali. Bersamanya, percakapan-percakapan kecil tumbuh menjadi rumah, tawa sederhana menjelma doa, dan diam yang kita bagi terasa lebih fasih daripada ribuan kalimat yang pernah kutulis. Ada orang-orang yang membuat kita ingin berlari mengejar masa depan. Namun, ada satu orang yang justru membuat kita ingin memohon kepada waktu agar berjalan lebih lambat—kamu. Bukan karena hidup ini terlalu indah, melainkan karena setiap detik bersamamu terasa terlalu berharga untuk segera menjadi kenangan. Sejak mengenalmu, jam dinding tak lagi sekadar penunjuk waktu. Ia berubah menjadi sesuatu yang diam-diam kutakuti. Kaulah satu-satunya alasan mengapa aku mulai takut pada jam. Bukan karena usiaku bertambah, melainkan karena setiap detiknya diam-diam sedang membawamu menjauh dari hari ini. Setiap jarumnya bergerak, aku tahu ada satu detik lagi yang hilang darimu. Ada satu kesempatan lagi yang tak akan pernah kembali. Aku ingin pagi datang lebih lambat dan panjang, agar aku punya lebih banyak kesempatan menyapamu sebelum dunia kembali sibuk mencuri perhatianmu. Aku ingin senja bertahan lebih lama, sebab di antara cahaya yang perlahan tenggelam itu, aku selalu menemukan wajahmu tampak lebih indah daripada langit yang sedang berpamitan—dan itu cukup menjadi alasan untuk menunda pulang supaya langkah kita tak perlu berpisah di persimpangan. Bahkan malam pun kuingin belajar lupa cara berganti hari. Aku ingin menghafal caramu tersenyum lebih lama. Mengingat suara yang memanggil namaku tanpa harus buru-buru kehilangan gema. Menyimpan hangat tanganmu sebelum musim berubah dan kehidupan kembali mengajarkan bahwa semua yang indah selalu pandai berpamitan. Cinta adalah keberanian mencintai sesuatu yang sejak awal telah dititipi waktu untuk diambil kembali. Ia tidak meminta dunia berhenti berputar. Ia hanya membuat seseorang berharap putarannya sedikit diperlambat, agar pelukan tak lekas menjadi rindu, agar tawa tak buru-buru berubah menjadi cerita, agar "selamat tinggal" masih bisa ditunda untuk entah berapa lama lagi. Itulah sebabnya aku tak pernah meminta dunia menjadi milikku. Aku hanya berharap, selama kau masih ada di sisiku, waktu bersedia melangkah dengan lebih pelan. Agar ketika nanti kita benar-benar menjadi kenangan satu sama lain, aku bisa berkata bahwa aku telah menikmati setiap detikmu tanpa tergesa-gesa. #aksarapena #sebuahtulisan #waktubersamamu #poetry #jurnalku

About