@bol23815: #អតីតកាល #ទេសភាពជនបទ🌾🌻🌿🏡 #ទេសភាពស្រុកស្រែ🌄🏜️🌱🌼🌾🐟 #dji #fypシ゚viral

Bee Bee Love - បុល🌅📸
Bee Bee Love - បុល🌅📸
Open In TikTok:
Region: KH
Friday 07 August 2026 07:59:36 GMT
11160
979
32
16

Music

Download

Comments

user14840150612400
ពៅ បាវិត :
ឃើញទិតភាពបែបនឹងហើយនឹកស្រុកណាស់
2026-08-08 02:59:25
1
user3861922944013
user3861922944013 :
♥️♥️♥️
2026-08-07 10:24:58
1
user9152527196984
ខូន សុីណា🥰 :
🥰🥰🥰
2026-08-08 11:53:46
1
user8502247432925
ទី ទី :
🥰🥰🥰
2026-08-08 01:21:07
1
user2745755335863
សំណាង :
🥰🥰🥰
2026-08-07 12:29:22
1
vatanakseang5
ស្រីម៉ុម ស្រីម៉ុម :
🥰🥰🥰
2026-08-07 12:17:58
1
user6328291603063
វ៉ែនប៊ុនធឿន :
🥰😎🥰
2026-08-07 13:20:03
1
user5240906165657
ស្រី ល័ក្ :
❤️❤️❤️❤️❤️
2026-08-07 08:33:29
1
user66170751
តៃកុងឡានវ័យក្មេង :
🥰🥰🥰
2026-08-07 10:59:32
1
meynak7
សៅ ឆន់ :
❤️❤️❤️
2026-08-07 08:12:37
1
natdokmaigam
Nat 🥰🥰🥰 :
🥰🥰🥰
2026-08-07 08:14:29
1
user3917470492156
ឃ្លឿន ស្រីមាន :
🥰🥰🥰
2026-08-07 08:15:33
1
user3053675546071
ស្រីនាត អន្លង់វែង :
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
2026-08-07 08:12:05
1
user3778106241684
ម៉ាក់យាយ បេឡា :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-08-07 08:14:09
1
bongbpba5ku
Boeuy-Both-243 :
🥰🥰
2026-08-08 04:14:37
1
To see more videos from user @bol23815, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Baja Raksasa Negeri Matahari Terbit 🌅 Yamato mulai dibangun pada 4 November 1937 di Kure Naval Arsenal, Hiroshima, Jepang. Pembangunannya dilakukan secara sangat Rahasia karena Jepang ingin menyembunyikan ukuran dan kemampuan kapal tersebut dari negara negara lain. Kapal ini kemudian diluncurkan pada 8 Agustus 1940 dan resmi masuk dinas pada 16 Desember 1941, hanya beberapa hari setelah Jepang melancarkan Serangan Pearl Harbor.  Battleship ini Memiliki panjang sekitar 263 meter, lebar sekitar 38,9 meter, dan displacement penuh sekitar 72.000 ton. Kapal ini digerakkan oleh 12 boiler Kampon dan 4 turbin uap yang menggerakkan 4 poros baling baling. Sistem propulsinya mampu menghasilkan 150.000 HP dan membuat Yamato mencapai kecepatan maksimum sekitar 27 knot. Kapal ini diawaki oleh lebih dari 3.000 personel. Persenjataan Utama: Sembilan Meriam utama Type 94 Kaliber 46 cm atau 18,1 inch yang ditempatkan dalam tiga turret, dengan masing masing turret memiliki tiga laras. Meriam 46 cm Yamato merupakan meriam terbesar yang pernah dipasang pada kapal perang operasional. Setiap peluru penembus lapis baja atau armor piercing memiliki berat sekitar 1,46 ton dan dapat ditembakkan hingga jarak lebih dari 40 kilometer dalam kondisi tertentu.  Untuk Armor, Yamato dilengkapi dengan lapisan baja yang sangat tebal. Sabuk baja utama di bagian garis air memiliki ketebalan sekitar 410 mm, sementara bagian depan turret meriam utamanya memiliki lapisan baja hingga sekitar 650 mm pada bagian tertentu menjadikannya salah satu kapal perang dengan perlindungan lapis baja terkuat yang pernah dibuat. Yamato bisa dikatakan tidak banyak terlibat dalam pertempuran besar pada awal Perang Dunia II. Kapal ini dianggap sebagai Aset Strategis yang sangat berharga sehingga penggunaannya dilakukan dengan sangat hati hati. Yamato kemudian terlibat dalam beberapa Operasi penting, Termasuk Pertempuran Laut Filipina pada tahun 1944 dan Pertempuran Teluk Leyte pada Oktober 1944. Dalam Pertempuran Teluk Leyte, Yamato menjadi bagian dari Center Force Jepang dan terlibat dalam pertempuran melawan armada Amerika Serikat. Namun, pertempuran tersebut menunjukkan perubahan besar dalam peperangan laut. Kapal induk dan pesawat telah menjadi kekuatan utama, sementara kapal Perang Besar seperti Yamato semakin Rentan terhadap serangan udara. Pada tahun 1945, situasi Jepang semakin memburuk. Pasukan Amerika Serikat telah mendarat di Okinawa dan Jepang menghadapi Ancaman invasi langsung. Dalam kondisi tersebut, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang Melancarkan Operation Ten-Go. Pada 6 April 1945, Yamato berangkat menuju Okinawa bersama beberapa kapal pengawal. Misi tersebut pada dasarnya merupakan misi satu arah karena kapal kapal Jepang tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali ke pangkalan. Rencananya, Yamato akan mencapai Okinawa dan kemudian digunakan sebagai baterai artileri terapung untuk membantu pasukan Jepang mempertahankan pulau tersebut. Namun, armada Amerika Serikat berhasil mendeteksi Pergerakan Yamato. Pada 7 April 1945, Yamato diserang oleh gelombang besar pesawat Amerika Serikat yang diluncurkan dari kapal kapal induk. Pesawat Pesawat itu menyerang Yamato secara bertubi tubi. Meskipun Yamato memberikan perlawanan dengan persenjataan antipesawatnya, jumlah serangan yang datang terlalu besar. Setelah terkena banyak bom dan torpedo, Yamato mengalami kerusakan parah. Air mulai masuk ke dalam lambung dan kapal kehilangan stabilitas. Pada sore hari tanggal 7 April 1945, Yamato akhirnya terbalik dan kemudian meledak dalam ledakan besar. Kapal tersebut tenggelam di Laut Cina Timur, sekitar 200 mil laut di utara Okinawa. Ribuan awak kapal tewas dalam tragedi tersebut. #operationtengo #imperialjapanesenavy #ijnyamato #militaryedit #fusouchan
Baja Raksasa Negeri Matahari Terbit 🌅 Yamato mulai dibangun pada 4 November 1937 di Kure Naval Arsenal, Hiroshima, Jepang. Pembangunannya dilakukan secara sangat Rahasia karena Jepang ingin menyembunyikan ukuran dan kemampuan kapal tersebut dari negara negara lain. Kapal ini kemudian diluncurkan pada 8 Agustus 1940 dan resmi masuk dinas pada 16 Desember 1941, hanya beberapa hari setelah Jepang melancarkan Serangan Pearl Harbor. Battleship ini Memiliki panjang sekitar 263 meter, lebar sekitar 38,9 meter, dan displacement penuh sekitar 72.000 ton. Kapal ini digerakkan oleh 12 boiler Kampon dan 4 turbin uap yang menggerakkan 4 poros baling baling. Sistem propulsinya mampu menghasilkan 150.000 HP dan membuat Yamato mencapai kecepatan maksimum sekitar 27 knot. Kapal ini diawaki oleh lebih dari 3.000 personel. Persenjataan Utama: Sembilan Meriam utama Type 94 Kaliber 46 cm atau 18,1 inch yang ditempatkan dalam tiga turret, dengan masing masing turret memiliki tiga laras. Meriam 46 cm Yamato merupakan meriam terbesar yang pernah dipasang pada kapal perang operasional. Setiap peluru penembus lapis baja atau armor piercing memiliki berat sekitar 1,46 ton dan dapat ditembakkan hingga jarak lebih dari 40 kilometer dalam kondisi tertentu. Untuk Armor, Yamato dilengkapi dengan lapisan baja yang sangat tebal. Sabuk baja utama di bagian garis air memiliki ketebalan sekitar 410 mm, sementara bagian depan turret meriam utamanya memiliki lapisan baja hingga sekitar 650 mm pada bagian tertentu menjadikannya salah satu kapal perang dengan perlindungan lapis baja terkuat yang pernah dibuat. Yamato bisa dikatakan tidak banyak terlibat dalam pertempuran besar pada awal Perang Dunia II. Kapal ini dianggap sebagai Aset Strategis yang sangat berharga sehingga penggunaannya dilakukan dengan sangat hati hati. Yamato kemudian terlibat dalam beberapa Operasi penting, Termasuk Pertempuran Laut Filipina pada tahun 1944 dan Pertempuran Teluk Leyte pada Oktober 1944. Dalam Pertempuran Teluk Leyte, Yamato menjadi bagian dari Center Force Jepang dan terlibat dalam pertempuran melawan armada Amerika Serikat. Namun, pertempuran tersebut menunjukkan perubahan besar dalam peperangan laut. Kapal induk dan pesawat telah menjadi kekuatan utama, sementara kapal Perang Besar seperti Yamato semakin Rentan terhadap serangan udara. Pada tahun 1945, situasi Jepang semakin memburuk. Pasukan Amerika Serikat telah mendarat di Okinawa dan Jepang menghadapi Ancaman invasi langsung. Dalam kondisi tersebut, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang Melancarkan Operation Ten-Go. Pada 6 April 1945, Yamato berangkat menuju Okinawa bersama beberapa kapal pengawal. Misi tersebut pada dasarnya merupakan misi satu arah karena kapal kapal Jepang tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali ke pangkalan. Rencananya, Yamato akan mencapai Okinawa dan kemudian digunakan sebagai baterai artileri terapung untuk membantu pasukan Jepang mempertahankan pulau tersebut. Namun, armada Amerika Serikat berhasil mendeteksi Pergerakan Yamato. Pada 7 April 1945, Yamato diserang oleh gelombang besar pesawat Amerika Serikat yang diluncurkan dari kapal kapal induk. Pesawat Pesawat itu menyerang Yamato secara bertubi tubi. Meskipun Yamato memberikan perlawanan dengan persenjataan antipesawatnya, jumlah serangan yang datang terlalu besar. Setelah terkena banyak bom dan torpedo, Yamato mengalami kerusakan parah. Air mulai masuk ke dalam lambung dan kapal kehilangan stabilitas. Pada sore hari tanggal 7 April 1945, Yamato akhirnya terbalik dan kemudian meledak dalam ledakan besar. Kapal tersebut tenggelam di Laut Cina Timur, sekitar 200 mil laut di utara Okinawa. Ribuan awak kapal tewas dalam tragedi tersebut. #operationtengo #imperialjapanesenavy #ijnyamato #militaryedit #fusouchan

About