@alyssa.xo04: #Gin - version as requested. #ginichimaru #ginedit #bleachanime #bleach

𝐈𝐯𝐲₊˚
𝐈𝐯𝐲₊˚
Open In TikTok:
Region: GY
Friday 07 August 2026 15:29:07 GMT
15206
4942
52
349

Music

Download

Comments

iloveuobito
videl 👒 :
I miss him
2026-08-08 05:42:24
1
aesthetic_page2_
Himmel :
where's my boy tsukishima?
2026-08-08 01:59:20
3
nnchlant.ulq4
Vivi li Britannia :
Bleach is peak 🙏
2026-08-08 02:13:01
3
kyokasuigetsuspammer
Aizen Sosuke :
Yhwach next
2026-08-07 23:12:09
1
kamalwife
Sofy_May🇷🇺 :
PLZ KENPACHI😩😩😩😩😩😩🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤️❤️❤️❤️
2026-08-07 17:32:41
2
_akosikeyan
yan :
1
2026-08-07 15:33:06
1
y.ynzh
kei :
PLEASE DO JUGRAM NEXT
2026-08-08 03:32:11
0
_xotattoed
miwà :
FINNALLLYYYYYYY AHHHHH
2026-08-08 02:49:25
0
kath_u3u_rukiaswife
✂️♪Rine♪✂️(grell glazer)𓁹‿𓁹 :
my goat
2026-08-08 02:36:25
0
To see more videos from user @alyssa.xo04, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Our Broken Haven. Malam itu, jarum jam dinding di ruang tengah kediaman keluarga Seojun baru saja melewati angka dua belas. Suasana rumah yang biasanya tenang dan hangat seketika berubah mencekam. Angin malam berembus dingin, namun suasana di dalam rumah mendadak memanas ketika pintu utama digebrak dengan kasar dari luar. Seojun melangkah masuk dengan sempoyongan. Kemeja kerjanya sudah tak karuan, kancing atasnya terbuka, dasinya miring, dan rambutnya acak-acakan. Bau alkohol yang pekat langsung merebak, memenuhi seluruh ruangan. Ia bahkan harus berpegangan pada pinggiran sofa agar tidak tersungkur ke lantai. Yejin, yang sejak sore cemas menunggu suaminya pulang, langsung bangkit dari duduknya. Namun, rasa cemas itu menguap begitu saja, digantikan oleh rasa syok dan amarah yang meledak-ledak saat melihat kondisi suaminya.
POV: Our Broken Haven. Malam itu, jarum jam dinding di ruang tengah kediaman keluarga Seojun baru saja melewati angka dua belas. Suasana rumah yang biasanya tenang dan hangat seketika berubah mencekam. Angin malam berembus dingin, namun suasana di dalam rumah mendadak memanas ketika pintu utama digebrak dengan kasar dari luar. Seojun melangkah masuk dengan sempoyongan. Kemeja kerjanya sudah tak karuan, kancing atasnya terbuka, dasinya miring, dan rambutnya acak-acakan. Bau alkohol yang pekat langsung merebak, memenuhi seluruh ruangan. Ia bahkan harus berpegangan pada pinggiran sofa agar tidak tersungkur ke lantai. Yejin, yang sejak sore cemas menunggu suaminya pulang, langsung bangkit dari duduknya. Namun, rasa cemas itu menguap begitu saja, digantikan oleh rasa syok dan amarah yang meledak-ledak saat melihat kondisi suaminya. "Dari mana saja kamu, Seojun?! Jam berapa ini?!" pekik Yejin, suaranya melengking memecah keheningan malam. "Pulang jam segini, mabuk-mabukan seperti berandalan! Di mana harga dirimu sebagai seorang kepala keluarga?!" Seojun yang kesadarannya sudah terkikis oleh alkohol hanya mendengus sinis. Ia menatap istrinya dengan tatapan mata yang merah dan sarat akan kebencian. "Bisa diam tidak, hah?! Aku pulang ke rumah ini untuk istirahat, bukan untuk mendengar ocehan sialanmu itu! Berisik!" bentak Seojun dengan suara berat dan parau. "Mau istirahat katamu?!" Yejin melangkah mendekat, berniat melepaskan jas Seojun. Namun, langkahnya terhenti. Hidungnya menangkap sesuatu yang asing. Bukan hanya bau alkohol, melainkan aroma parfum wanita yang sangat manis dan menyengat. Mata Yejin membelalak. Dengan gemetar, ia memutar tubuh Seojun secara paksa untuk melihat bagian belakang kemejanya. Di sana, tepat di dekat kerah bagian punggung, terpampang jelas bekas noda lipstik merah merona yang belum sempat terhapus. Jantung Yejin serasa berhenti berdetak. Air matanya langsung merebak, namun amarahnya jauh lebih mendominasi. "Bajingan... Apa-apaan ini, Seojun?! Parfum siapa ini?! Dan bekas lipstik ini... KAMU BERSELINGKUH DI BELAKANGKU, KAN?!" teriak Yejin histeris, memukul dada Seojun dengan brutal. "Lepaskan! Jangan lancang menyentuhku!" Seojun menepis tangan Yejin dengan sangat kasar hingga wanita itu terhuyung ke samping. "Kalau iya kenapa?! Kau sudah tidak becus mengurusku! Kau hanya tahu cara menuntut dan mengomel setiap hari!" "Aku menuntut karena kau suamiku! Tapi apa balasanmu?! Kau mengkhianati pernikahan kita!" Yejin yang sudah kalap mulai meraih apa saja yang ada di dekatnya. Sebuah vas bunga kaca di atas meja sudut diraihnya, lalu dibanting keras ke lantai. PRANG!!! Kepingan kaca dan air vas bunga itu berserakan di mana-mana. Tidak berhenti di situ, Yejin mulai melempar bingkai foto keluarga, membalikkan meja kecil, dan menjerit sejadi-jadinya. Rumah yang semula menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi medan perang penuh makian kasar. ••• Sementara itu, di lantai atas, dua pintu kamar yang saling bersebelahan terbuka hampir bersamaan. Seonghyeon, yang baru saja merasakan kerasnya semester awal perkuliahan, keluar dengan kaos oblong dan wajah lelah. Di saat yang sama, Y/N, gadis yang baru naik ke kelas dua belas SMA itu, keluar dengan wajah pucat dan ketakutan. Y/N berjalan mendekati kakak lak-lakinya sambil mengucek matanya yang masih setengah terpejam, meski rasa kantuknya langsung sirna karena suara keributan di bawah. "Bang... itu suara apa sih, berisik banget? Ibu sama Ayah kenapa?" tanya Y/N dengan suara gemetar, meremas ujung piyamanya. Seonghyeon menarik napas dalam-dalam, mencoba menyembunyikan kekhawatiran yang mulai menjalar di dadanya. Ia mengusap rambut adiknya dengan lembut. "Abang juga ga tau dek, kita lihat yuk. Kamu di belakang Abang aja, ya." jawab Seonghyeon sembari menguap pelan, menahan kantuk yang terpaksa buyar. Mereka berdua berjalan perlahan menuju pagar tangga lantai dua, mengintip ke lantai bawah. Pemandangan di bawah sana seketika mengunci lidah mereka. ⚠JUST POV⚠ #POV #SEONGHYEON

About