@mulia.farm.rahmat: kontes kambing

mulia farm (Rahmat Wahyudi)
mulia farm (Rahmat Wahyudi)
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 08 August 2026 04:45:21 GMT
809
29
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mulia.farm.rahmat, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Sebanyak 4.214 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut, yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Tidak hanya mahasiswa dari dalam negeri, PKKMB UTM tahun ini juga diikuti 11 mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara. Rektor UTM, Prof. Dr. Safi, mengatakan pelaksanaan PKKMB berlangsung selama enam hari. Kegiatan tersebut terbagi dalam tiga tingkatan, yakni dua hari di tingkat universitas, dua hari di tingkat fakultas, dan dua hari di tingkat program studi. “PKKMB ini berlangsung selama enam hari. Dua hari di tingkat universitas, kemudian dua hari di tingkat fakultas dan dua hari di tingkat program studi,” kata Prof. Safi. Menurutnya, PKKMB tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan secara menyeluruh terhadap kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan UTM. Mulai dari struktur organisasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan, hingga berbagai organisasi kemahasiswaan. “Harapannya dengan kita proaktif memberitahukan melalui media PKKMB ini, mereka akan lebih cepat proses adaptasinya, sehingga lebih cepat juga proses pengembangan dirinya,” jelasnya. Prof. Safi menegaskan, UTM ingin membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Proses pembentukan tersebut dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan. “Kita harapkan lulusan kita tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga tangguh dari sisi mental, mandiri dari sisi kepribadian dan memiliki kemampuan leadership,” ungkapnya. Kenalkan Sosok Raden Trunojoyo Yang menarik, PKKMB UTM 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap sosok Raden Trunojoyo, yang dinilai memiliki nilai perjuangan dan ketangguhan yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Prof. Safi mengatakan, mulai tahun ini UTM memberikan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai ke-Trunojoyoan, termasuk mengenalkan sosok, perjalanan perjuangan, prinsip serta nilai yang dapat diteladani dari Raden Trunojoyo. “Kita mulai tahun ini mengenalkan tentang sosok Raden Trunojoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai yang patut kita teladani dan kita internalisasi,” tuturnya. UTM juga berencana menerbitkan vektor karakter ke-Trunojoyoan serta meluncurkan buku yang mengangkat perjalanan Raden Trunojoyo. Menurut Prof. Safi, nilai perjuangan Raden Trunojoyo harus diterjemahkan sesuai dengan tantangan bangsa saat ini. Jika pada masa lalu perjuangan Trunojoyo diarahkan untuk melawan penjajahan VOC yang berkolaborasi dengan Mataram, maka generasi saat ini harus meneruskan semangat tersebut dalam bentuk perjuangan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara. “Trunojoyo dalam konteks kebutuhan bangsa dan negara saat ini bukan lagi Trunojoyo pada saat itu, tapi Trunojoyo saat ini,” tegasnya. Ia mencontohkan, perjuangan generasi sekarang dapat diwujudkan dengan ikut memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. “Spiritnya sama, tetapi bentuknya berbeda. Berjuang untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, membebaskan dari kemiskinan, dari kebodohan, dari keterbelakangan,” katanya. #UTM #maba #mahasiswa #creatorsearchinsights @mahasiswautm @Universitas Trunodjoyo Madura #primervideoderorococinando
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Sebanyak 4.214 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut, yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Tidak hanya mahasiswa dari dalam negeri, PKKMB UTM tahun ini juga diikuti 11 mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara. Rektor UTM, Prof. Dr. Safi, mengatakan pelaksanaan PKKMB berlangsung selama enam hari. Kegiatan tersebut terbagi dalam tiga tingkatan, yakni dua hari di tingkat universitas, dua hari di tingkat fakultas, dan dua hari di tingkat program studi. “PKKMB ini berlangsung selama enam hari. Dua hari di tingkat universitas, kemudian dua hari di tingkat fakultas dan dua hari di tingkat program studi,” kata Prof. Safi. Menurutnya, PKKMB tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan secara menyeluruh terhadap kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan UTM. Mulai dari struktur organisasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan, hingga berbagai organisasi kemahasiswaan. “Harapannya dengan kita proaktif memberitahukan melalui media PKKMB ini, mereka akan lebih cepat proses adaptasinya, sehingga lebih cepat juga proses pengembangan dirinya,” jelasnya. Prof. Safi menegaskan, UTM ingin membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Proses pembentukan tersebut dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan. “Kita harapkan lulusan kita tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga tangguh dari sisi mental, mandiri dari sisi kepribadian dan memiliki kemampuan leadership,” ungkapnya. Kenalkan Sosok Raden Trunojoyo Yang menarik, PKKMB UTM 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap sosok Raden Trunojoyo, yang dinilai memiliki nilai perjuangan dan ketangguhan yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Prof. Safi mengatakan, mulai tahun ini UTM memberikan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai ke-Trunojoyoan, termasuk mengenalkan sosok, perjalanan perjuangan, prinsip serta nilai yang dapat diteladani dari Raden Trunojoyo. “Kita mulai tahun ini mengenalkan tentang sosok Raden Trunojoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai yang patut kita teladani dan kita internalisasi,” tuturnya. UTM juga berencana menerbitkan vektor karakter ke-Trunojoyoan serta meluncurkan buku yang mengangkat perjalanan Raden Trunojoyo. Menurut Prof. Safi, nilai perjuangan Raden Trunojoyo harus diterjemahkan sesuai dengan tantangan bangsa saat ini. Jika pada masa lalu perjuangan Trunojoyo diarahkan untuk melawan penjajahan VOC yang berkolaborasi dengan Mataram, maka generasi saat ini harus meneruskan semangat tersebut dalam bentuk perjuangan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara. “Trunojoyo dalam konteks kebutuhan bangsa dan negara saat ini bukan lagi Trunojoyo pada saat itu, tapi Trunojoyo saat ini,” tegasnya. Ia mencontohkan, perjuangan generasi sekarang dapat diwujudkan dengan ikut memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. “Spiritnya sama, tetapi bentuknya berbeda. Berjuang untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, membebaskan dari kemiskinan, dari kebodohan, dari keterbelakangan,” katanya. #UTM #maba #mahasiswa #creatorsearchinsights @mahasiswautm @Universitas Trunodjoyo Madura #primervideoderorococinando

About