Ada sebuah kisah tentang seseorang yang terkurung dalam penyesalan atas pilihan masa lalunya—menyisakan kesedihan yang tak kunjung bertepi. Ia terus meminta maaf, berharap lukanya lekas sembuh dan kebahagiaan kembali berpihak kepadanya. Namun, alih-alih ketenangan yang didapat, ia justru selalu hadir di setiap mimpi, hanya untuk menyampaikan beribu maaf yang tak sempat terucap.
Di dalam sunyinya malam, ketika batas antara dunia nyata dan khayalan melebur, sosoknya selalu datang mengenakan senyum yang sama—senyum yang menyimpan lelah dan rasa bersalah yang teramat berat. Ia tidak meminta apa-apa selain pengampunan, agar jiwanya yang gelisah bisa lekas berpulang dalam kelegaan. Barangkali, maaf adalah satu-satunya jembatan tersisa di antara dua dunia yang kini telah terpisah jauh, tempat di mana rindu dan rasa bersalah saling berpelukan erat dalam kebisuan.
2026-08-09 19:05:14
0
uswah :
yang membuatmu teluka biarkanlah dia pergi dengan caranya sendiri☺️
2026-08-11 01:21:11
0
✨⚡ :
@rsm ❤️
2026-08-09 15:28:03
0
To see more videos from user @iizzaa_21, please go to the Tikwm
homepage.