@manby69: #UFC #conormcgregorufc #mcgregor #fyp #xyzabc

RM💫
RM💫
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 08 August 2026 18:29:23 GMT
2083
248
11
19

Music

Download

Comments

sheluvvjda
💸 :
the mac was supposed to be back.
2026-08-08 19:05:29
0
makhaholic209
makhaholic209 :
2026-08-08 18:30:38
0
carter_mate6
usxr.🧟‍♂️ :
2026-08-08 18:34:11
0
To see more videos from user @manby69, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada 24 Juni 1982, British Airways Flight 009, sebuah Boeing 747-236B dengan registrasi G-BDXH, lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Perth, Australia. Di dalam pesawat terdapat 248 penumpang dan 15 awak kabin, sehingga total ada 263 orang di dalamnya. Penerbangan pada awalnya berlangsung normal tanpa ada tanda-tanda bahaya. Saat pesawat memasuki wilayah udara selatan Pulau Jawa pada malam hari, awak pesawat mulai melihat cahaya aneh berwarna biru keunguan muncul di sekitar kaca depan kokpit dan bagian mesin. Beberapa saat kemudian, penumpang mulai mencium bau seperti belerang dan melihat kilatan cahaya di luar jendela. Meskipun begitu, radar cuaca tidak menunjukkan adanya badai maupun awan berbahaya. Tanpa disadari, pesawat telah memasuki awan abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat. Abu vulkanik yang sangat halus masuk ke dalam keempat mesin jet. Di dalam mesin, abu tersebut meleleh akibat suhu yang sangat tinggi, kemudian menempel pada bagian turbin sehingga mengganggu proses pembakaran. Beberapa saat kemudian, mesin nomor empat mati. Tidak lama setelah itu mesin nomor dua, nomor satu, dan akhirnya nomor tiga juga mati. Dalam waktu singkat, keempat mesin pesawat berhenti bekerja. Boeing 747 yang sangat besar itu kini berubah menjadi pesawat layang tanpa tenaga mesin pada ketinggian sekitar 37.000 kaki. Kapten Eric Moody kemudian memberikan pengumuman yang hingga kini menjadi salah satu pengumuman paling terkenal dalam sejarah penerbangan.
Pada 24 Juni 1982, British Airways Flight 009, sebuah Boeing 747-236B dengan registrasi G-BDXH, lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Perth, Australia. Di dalam pesawat terdapat 248 penumpang dan 15 awak kabin, sehingga total ada 263 orang di dalamnya. Penerbangan pada awalnya berlangsung normal tanpa ada tanda-tanda bahaya. Saat pesawat memasuki wilayah udara selatan Pulau Jawa pada malam hari, awak pesawat mulai melihat cahaya aneh berwarna biru keunguan muncul di sekitar kaca depan kokpit dan bagian mesin. Beberapa saat kemudian, penumpang mulai mencium bau seperti belerang dan melihat kilatan cahaya di luar jendela. Meskipun begitu, radar cuaca tidak menunjukkan adanya badai maupun awan berbahaya. Tanpa disadari, pesawat telah memasuki awan abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat. Abu vulkanik yang sangat halus masuk ke dalam keempat mesin jet. Di dalam mesin, abu tersebut meleleh akibat suhu yang sangat tinggi, kemudian menempel pada bagian turbin sehingga mengganggu proses pembakaran. Beberapa saat kemudian, mesin nomor empat mati. Tidak lama setelah itu mesin nomor dua, nomor satu, dan akhirnya nomor tiga juga mati. Dalam waktu singkat, keempat mesin pesawat berhenti bekerja. Boeing 747 yang sangat besar itu kini berubah menjadi pesawat layang tanpa tenaga mesin pada ketinggian sekitar 37.000 kaki. Kapten Eric Moody kemudian memberikan pengumuman yang hingga kini menjadi salah satu pengumuman paling terkenal dalam sejarah penerbangan. "Ladies and gentlemen, this is your captain speaking. We have a small problem. All four engines have stopped. We are doing our utmost to get them going again. I trust you are not in too much distress." Pesawat terus meluncur turun sambil awak kokpit berusaha menyalakan kembali mesin. Mereka mengetahui bahwa jika tidak ada mesin yang berhasil hidup kembali sebelum mencapai ketinggian tertentu, pesawat kemungkinan harus melakukan pendaratan darurat di laut. Saat pesawat keluar dari awan abu vulkanik dan udara menjadi lebih bersih, awak mencoba menghidupkan kembali mesin satu per satu. Setelah beberapa kali percobaan, mesin nomor empat akhirnya berhasil menyala. Tak lama kemudian mesin lainnya juga kembali hidup. Namun mesin nomor dua mengalami getaran yang cukup parah sehingga kemudian dimatikan kembali demi keselamatan. Walaupun kini pesawat kembali memiliki tenaga, masalah belum selesai. Abu vulkanik telah mengikis kaca depan kokpit hingga menjadi buram seperti kaca yang diamplas. Akibatnya pandangan pilot ke luar hampir tidak ada. Awak pesawat harus mengandalkan instrumen penerbangan dan hanya menggunakan sebagian kecil kaca yang masih cukup jernih untuk melihat landasan. Akhirnya British Airways Flight 009 berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Seluruh 263 orang di dalam pesawat selamat tanpa korban jiwa. Insiden ini menjadi salah satu kejadian paling luar biasa dalam sejarah dunia penerbangan. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa abu vulkanik merupakan ancaman yang sangat berbahaya bagi mesin jet. Setelah kejadian ini, sistem pemantauan abu vulkanik di berbagai negara ditingkatkan, dan dibentuk pusat-pusat pemantauan abu vulkanik agar pesawat dapat menghindari wilayah yang berbahaya. Hingga sekarang, kisah British Airways Flight 009 masih dikenang sebagai salah satu contoh terbaik keterampilan, ketenangan, dan kerja sama awak pesawat dalam menyelamatkan ratusan nyawa dari situasi yang hampir mustahil. #planeedit #britishairways #xyzbca #foryoupage #fyp

About