@yasbakworld: Hot tip: Summer is the rainy season in Japan and although the ropeway can be open the visibility at the Owakudani station is minimal with no chances of clearly seeing Mount Fuji 🗻 That’s why the 2 first pictures here are from the official website since mine where mainly fog and rain 🤣 So if you want to increase your chances don’t go during summer, however there are more to do besides seeing mt Fuji plus the Hydrangea festival is in full swing during summer. #TikTokCreatorSearchInsightsIncentive #japanitinerary #hakone #japanthings #traveljapan

YasWorld |Travel + Experiences
YasWorld |Travel + Experiences
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 08 August 2026 22:47:09 GMT
20412
856
7
210

Music

Download

Comments

frisefiona
Fiona :
Was this a specific tour or did you guys make it yourselves?
2026-08-14 11:33:59
1
emmccrimi
emmccrimi :
What is the restaurant you ate at?
2026-08-11 02:35:10
1
travel.with.lisa3
Travel with Lisa :
Beautiful!!!
2026-08-11 12:58:48
1
To see more videos from user @yasbakworld, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kabar duka datang dari salah satu ikon pariwisata dan budaya Nusa Tenggara Barat. Desa Adat Sade yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dilanda musibah kebakaran hebat pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Material rumah adat yang didominasi struktur kayu, bambu, dan atap alang-alang yang kering membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse, langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi kejadian.  Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api diduga muncul pertama kali dari salah satu bangunan di tengah permukiman sebelum merembet ke ratusan unit rumah lainnya. Kondisi semakin parah setelah sejumlah tabung gas LPG milik warga ikut meledak terkena panas api. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, menyampaikan bahwa proses pemadaman berlangsung hingga tengah malam karena bara api terus menyala dan sulit dijinakkan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran gabungan dikerahkan ke lokasi, termasuk bantuan dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, hingga tim pemadam dari kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Warga setempat sempat panik dan berhamburan menyelamatkan diri serta barang-barang berharga saat kobaran api membesar dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat bergotong royong mengisolasi sisa-sisa api agar tidak merambat lebih jauh ke kawasan pemukiman lain. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, meski sedikitnya 150 kepala keluarga dari total sekitar 700 warga satu garis keturunan yang mendiami Desa Sade dilaporkan terdampak. Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendataan total kerugian serta menyelidiki penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik yang bermula dari musala di kawasan desa adat tersebut, namun kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi. #ntb #kebakaran #desawisata #wisata #fypage
Kabar duka datang dari salah satu ikon pariwisata dan budaya Nusa Tenggara Barat. Desa Adat Sade yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dilanda musibah kebakaran hebat pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Material rumah adat yang didominasi struktur kayu, bambu, dan atap alang-alang yang kering membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse, langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi kejadian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api diduga muncul pertama kali dari salah satu bangunan di tengah permukiman sebelum merembet ke ratusan unit rumah lainnya. Kondisi semakin parah setelah sejumlah tabung gas LPG milik warga ikut meledak terkena panas api. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, menyampaikan bahwa proses pemadaman berlangsung hingga tengah malam karena bara api terus menyala dan sulit dijinakkan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran gabungan dikerahkan ke lokasi, termasuk bantuan dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, hingga tim pemadam dari kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Warga setempat sempat panik dan berhamburan menyelamatkan diri serta barang-barang berharga saat kobaran api membesar dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat bergotong royong mengisolasi sisa-sisa api agar tidak merambat lebih jauh ke kawasan pemukiman lain. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, meski sedikitnya 150 kepala keluarga dari total sekitar 700 warga satu garis keturunan yang mendiami Desa Sade dilaporkan terdampak. Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendataan total kerugian serta menyelidiki penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik yang bermula dari musala di kawasan desa adat tersebut, namun kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi. #ntb #kebakaran #desawisata #wisata #fypage

About