Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@abdulazizt37:
abdulazizt37
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 08 August 2026 23:45:35 GMT
1792
65
4
15
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
الكوتش / بو سعد لاعب دولي سابق :
الله يحفظهم ويطول باعمارهم 😇
2026-08-09 21:42:20
0
الناموس :
ارحب مليون
2026-08-09 00:37:03
0
Yousef Yaqoub :
الله يطول عمرهم و يمتع بهم 🌹
2026-08-09 04:29:28
0
{أحمد بوسعد} 💙🤍 :
🥰🥰🥰
2026-08-09 08:43:50
0
To see more videos from user @abdulazizt37, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Extraño brasiu 😫 #carretadaalegria #trenzinhodaalegria
#creatorsearchinsights FAÏDA KARAMOGO LAYE DIALLO À ENCORE FRAPPÉ. #creatorsearchinsights #capcut_edit #humor #viral_video @zélé officiel @SIRIKI COULIBALY @Comédien KANTE @Khabane lame
When football turns into a comedy.#funny #football #Soccer #funnyfootballmoments #fyp
#CapCut Nhạc cháy | Safari remix #hoang_ki #47daklak #nhachaymoingay #nangtho #xuhuong #agcws #cuon #girlpho #chay #remix #bmt #hcm #xh #hn
Raka menatap tajam mata Kiara yang dipenuhi amarah dan luka. Surat kecil yang menyuruhnya pergi masih berada di genggamannya. Meski egonya menolak, ia tetap berkata tegas, "Aku akan pergi setelah dokter memeriksamu." Kiara hanya memalingkan wajah ke arah jendela. Tubuhnya terlalu lemah untuk membalas melalui tulisan. Tak lama kemudian, dokter keluarga Broto datang membawa tas medis. Baru saja dokter mendekati ranjang, Kiara mendadak menegang. Ia menutup hidung rapat-rapat, menggeleng kuat, lalu kembali dilanda mual hebat. Melihat keadaan itu, Raka segera berdiri di depan Kiara dan menghalangi dokter. "Keluar." "Tapi, Tuan Muda, saya belum..." "Aku bilang keluar sekarang juga!" Dokter itu langsung pergi tanpa berani membantah. Begitu dokter keluar, Kiara turun dari ranjang dengan langkah limbung dan berlari menuju kamar mandi. Raka mengikutinya dari belakang. Ia mulai bertanya-tanya mengapa wanita hamil bisa begitu sensitif terhadap aroma obat-obatan. Saat Kiara membungkuk di depan wastafel, Raka mencoba mengusap punggungnya. Namun, Kiara segera menjauh dan menggeleng sebagai tanda ia tidak ingin disentuh. Tak lama, Devan datang setelah mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi Kiara. "Kamu masih muntah, Kiara? Sebaiknya kita ke rumah sakit." Kiara menoleh. Namun, begitu mencium aroma parfum Devan, rasa mualnya kembali menyerang. Ia buru-buru memberi isyarat agar Devan menjauh. Raka yang memahami isyarat itu menyunggingkan senyum tipis. Devan hanya menghela napas. "Baiklah, aku tunggu di luar." "Dia tidak membutuhkanmu," sahut Raka dingin. Devan memilih pergi tanpa membalas. Setelah hanya mereka berdua, Raka kembali meraih tubuh Kiara yang lemas dan memeluknya erat. "Tidak ada yang bisa membantumu di sini selain aku." Kiara sebenarnya ingin menolak, tetapi tubuhnya justru bereaksi sebaliknya. Aroma parfum dan tubuh Raka membuat rasa mualnya perlahan menghilang. Tanpa sadar ia menghirup aroma itu lebih dalam hingga kepalanya bersandar di dada Raka, sementara hidungnya tanpa sengaja menyentuh leher pria itu. Raka berdeham pelan. Embusan napas Kiara di lehernya membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Kiara langsung tersadar dan buru-buru menjauh. Wajahnya memerah karena malu. "Kenapa berhenti? Sedang mencoba menggodaku?" goda Raka dengan senyum tipis. Kiara buru-buru menggeleng sambil menggerakkan kedua tangannya, berusaha menjelaskan bahwa semua itu tidak disengaja. Namun Raka hanya mendengus. "Percuma. Mau bagaimana pun tanganmu bergerak, aku tidak akan mengerti." Kesal, Kiara menarik lengan Raka menuju ranjang. Ia mengambil buku catatan dan menulis cepat. "Aku tidak menggodamu! Aku tidak menyukaimu! Aku hanya menyukai aroma parfum di tubuhmu." Raka membaca tulisan itu tanpa berkata apa-apa. Kiara kembali merebut bukunya lalu menulis lagi. "Boleh aku minta parfummu? Aku tidak mual kalau mencium aromanya." Kali ini sudut bibir Raka terangkat membentuk senyum tulus yang belum pernah diperlihatkannya selama pernikahan mereka. Ia melangkah mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. "Kamu pikir aku akan memberikannya? Parfum ini sangat mahal. Kamu tidak akan mampu membelinya." Kiara merengut lalu menulis cepat. "Aku akan mencicilnya!" Jawaban polos itu membuat Raka tertawa lepas. Untuk pertama kalinya, tawanya terdengar begitu ringan. Tanpa peringatan, Raka melingkarkan tangan di pinggang Kiara dan menariknya mendekat. "Aku tidak akan memberikan parfum itu. Kalau kamu mual, cari saja aku." Ucapan itu terdengar seperti perintah sekaligus janji. Perlahan Raka melepaskan pelukannya. Ia berjalan menuju pintu, lalu berhenti sejenak sebelum keluar. "Beristirahatlah. Aku keluar sebentar." Setelah mengucapkan kalimat itu, Raka meninggalkan kamar, sementara Kiara hanya memandang kepergiannya dengan perasaan yang semakin sulit ia pahami. judul: Kiara, Cinta Tanpa Suara penulis: yuliariez kbm #RakaKiara #NovelRomantis #DramaRomantis #RomanceIndonesia #SuamiIstri
leque Gigante lgbt colorido #fy #lgbt🌈 #lgbtqia #leque #colorido
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy