Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@f.02edits: Bernardo Silva Debut 🔥🥶 #viral #fyp #football #Realmadrid #edit
f.02edits
Open In TikTok:
Region: GB
Sunday 09 August 2026 12:14:49 GMT
4356
198
1
9
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.08MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.85MB
)
Watermark .mp4 (
2.23MB
)
Music .mp3
Comments
jorge mejia :
@ I me
2026-08-09 18:18:45
0
To see more videos from user @f.02edits, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#CapCut
C'EST BOUCLÉ ! Le FC Barcelone a trouvé un accord total avec Rodri sur les conditions personnelles, après avoir envoyé une proposition de contrat à son agent 💙❤️⏳#rodrygo #rodri #fcbarcelona #barcelona #cules
Hadi tekrar kavga çıkarın yerse @.osimhen #fyp #romelulukaku #lukaku #fenerbahçe #keşfetteyizzz
Part 3 | 61 Year Old Man Kills His 72 Year Old Friend to “Prove the System Failed Him”#crimestory #viral #crime #cops #policeoftiktok
Lampu LED Strip Fleksibel Tail light belakang motor rem sen
Jurnalis Mengaku Dihadang dan Diminta Hapus Rekaman Saat Konfirmasi di FIF Tangcity KOTA TANGERANG — Seorang jurnalis di Tangerang, Ageng Suseno, mengaku mengalami intimidasi saat melakukan konfirmasi di kantor FIF Cabang Tangcity Mall, Kota Tangerang, Selasa (4/8/2026). Peristiwa tersebut bermula ketika Ageng mendampingi rekannya yang hendak mengambil BPKB kendaraan. Menurutnya, proses pengambilan dokumen itu terkendala karena kartu tanda penduduk (KTP) pemilik telah hilang dan hanya dilengkapi surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Saat mencoba meminta penjelasan terkait prosedur yang berlaku, Ageng mengaku sempat merekam dan mengambil gambar setelah meminta izin kepada salah satu pegawai yang memberikan keterangan. Namun situasi disebut berubah ketika dirinya diminta menghentikan perekaman. Ageng mengaku dihalangi saat hendak meninggalkan ruangan dan diminta menghapus rekaman yang telah dibuat. "Saya sudah meminta izin untuk mengambil gambar dan mengutip pernyataan. Tapi kemudian saya dilarang, dihalangi, dan diminta menghapus rekaman," ujar Ageng. Ia juga mengaku sempat terjadi cekcok di dalam ruangan. Dalam video yang beredar, terdengar seseorang meminta agar Ageng tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi sebelum rekaman dihapus. Menurut pengakuannya, insiden tersebut berujung pada kontak fisik yang menyebabkan dirinya mengalami luka gores. Atas kejadian itu, Ageng didampingi kuasa hukumnya melaporkan dugaan intimidasi dan penganiayaan ke Polres Metro Tangerang Kota. Kuasa hukum Ageng, Yanto Nelson Nalle, menyatakan kliennya sedang menjalankan tugas jurnalistik ketika insiden terjadi. Pihaknya menilai tindakan penghalangan hingga dugaan kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan. "Kami telah membuat laporan polisi dan meminta aparat penegak hukum mengusut peristiwa ini sesuai ketentuan yang berlaku," kata Nelson. Pihak kuasa hukum juga meminta manajemen FIF memberikan klarifikasi terkait dugaan tindakan yang dilakukan oleh oknum pegawai dan petugas keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak FIF Tangcity terkait tudingan tersebut. #Jabarin #tangerang
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy