@interzone_id: trem terakhir di Jakarta berhenti berderak pada tahun 1962. Bukan karena usang, tapi karena politik. Ia jadi korban ambisi proyek monorel yang gagal total. Iya, gagal. Padahal, dulu ia raja di jalanan. batang kayu jati berukir melintas di depan Harmoni. Gerbongnya terbuka. Angin sore menyapu rambut-rambut perempuan yang duduk di bangku kayu. Suara klaksonnya unik: kreeeeng... kreeeeng..., seperti memanggil-panggil nama jalan: Tanah Abang, Pasar Senen, Mangga Besar. Trem itu lambat. Hanya 20 kilometer per jam. Tapi justru itu asyiknya. Kau bisa lompat naik-turun saat masih melaju. Para penjual es puter berteriak dari pinggir rel. Pedagang asongan naik ke gerbong, menawarkan kacang rebus dan koran berbahasa Belanda. Suasana riuh. Bau kopi tubruk bercampur asap batu bara dari lokomotif kecil di depan. Sekarang, relnya hilang. Tertimbun aspal. Tapi di beberapa sudut kota, jika kau perhatikan, ada bekasnya. Di depan Stasiun Kota, lantai marmer punya pola melengkung yang dulu jadi jalur belok. Itu jejaknya. Trem tak pernah benar-benar mati. Ia tidur di bawah deru motor dan ojek online. Suatu malam, saat macet di Thamrin, aku membayangkan ia kembali. Muncul dari balik gedung pencakar langit. Melenggang pelan, membawa senyum, dan mengajak kita semua—untuk sekadar melambat. Bersama. Menikmati jalanan yang dulu pernah bernyanyi. #CapCut #capcutaicontentfest #kreasiaicapcut #avmcapcut #kereta
Inter Zone
Region: ID
Sunday 09 August 2026 12:16:24 GMT
Music
Download
Comments
putri :
pertma kakk dptt apa
2026-08-09 12:20:56
0
To see more videos from user @interzone_id, please go to the Tikwm
homepage.