@gordoeupczl: 💙#OOTD #추천 #fyp

수수
수수
Open In TikTok:
Region: KR
Monday 10 August 2026 00:50:22 GMT
336
28
1
1

Music

Download

Comments

rx.hz4
RH :
겁나이쁘세용 ㅠ
2026-08-10 00:56:00
0
To see more videos from user @gordoeupczl, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau kita ingin memahami konflik Israel–Palestina, sejarahnya tidak bisa dimulai hanya dari tahun 1948. Jauh sebelum Israel modern berdiri, wilayah Yerusalem telah berkali-kali berpindah kekuasaan. Dalam perjalanan sejarah panjangnya, kawasan ini pernah berada di bawah pengaruh atau kekuasaan Mesir Kuno, Asyur, Babilonia, Persia Akhemeniyah, Yunani Helenistik, Romawi, Bizantium, kekhalifahan Arab, Tentara Salib, Ayyubiyah, hingga Mamluk. Kemudian pada 1517, wilayah ini masuk ke dalam Kekaisaran Ottoman dan berada di bawah kekuasaannya sampai Perang Dunia I. Setelah Ottoman runtuh, Inggris memperoleh Mandat Palestina. Pada 1947, PBB mengusulkan pembagian wilayah menjadi negara Yahudi dan negara Arab, sementara Yerusalem direncanakan memiliki status internasional. Perang 1948 kemudian mengubah peta. Israel berdiri sebagai negara, Tepi Barat berada di bawah Yordania, sedangkan Gaza berada di bawah Mesir. Pada 1967, setelah Perang Enam Hari, Israel menguasai Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Dekade berikutnya membawa proses perdamaian Oslo dan pembentukan Otoritas Palestina, yang memperoleh pemerintahan sendiri di sebagian wilayah. Pada 2005, Israel menarik seluruh pemukim dan pasukan permanennya dari dalam Gaza. Namun persoalan Tepi Barat, Yerusalem, perbatasan, keamanan, pengungsi, dan bentuk akhir negara Palestina tetap belum terselesaikan. Jadi peta ini menunjukkan satu hal penting: wilayah tersebut telah mengalami pergantian kekuasaan selama ribuan tahun. Konflik hari ini adalah bagian dari sejarah yang sangat panjang dan tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu slogan atau satu periode waktu. Memahami sejarah bukan berarti harus membenarkan semua tindakan salah satu pihak. Tetapi tanpa memahami bagaimana kekuasaan dan batas wilayah berubah dari zaman ke zaman, kita akan sulit memahami mengapa konflik Israel–Palestina begitu kompleks hingga sekarang.
Kalau kita ingin memahami konflik Israel–Palestina, sejarahnya tidak bisa dimulai hanya dari tahun 1948. Jauh sebelum Israel modern berdiri, wilayah Yerusalem telah berkali-kali berpindah kekuasaan. Dalam perjalanan sejarah panjangnya, kawasan ini pernah berada di bawah pengaruh atau kekuasaan Mesir Kuno, Asyur, Babilonia, Persia Akhemeniyah, Yunani Helenistik, Romawi, Bizantium, kekhalifahan Arab, Tentara Salib, Ayyubiyah, hingga Mamluk. Kemudian pada 1517, wilayah ini masuk ke dalam Kekaisaran Ottoman dan berada di bawah kekuasaannya sampai Perang Dunia I. Setelah Ottoman runtuh, Inggris memperoleh Mandat Palestina. Pada 1947, PBB mengusulkan pembagian wilayah menjadi negara Yahudi dan negara Arab, sementara Yerusalem direncanakan memiliki status internasional. Perang 1948 kemudian mengubah peta. Israel berdiri sebagai negara, Tepi Barat berada di bawah Yordania, sedangkan Gaza berada di bawah Mesir. Pada 1967, setelah Perang Enam Hari, Israel menguasai Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Dekade berikutnya membawa proses perdamaian Oslo dan pembentukan Otoritas Palestina, yang memperoleh pemerintahan sendiri di sebagian wilayah. Pada 2005, Israel menarik seluruh pemukim dan pasukan permanennya dari dalam Gaza. Namun persoalan Tepi Barat, Yerusalem, perbatasan, keamanan, pengungsi, dan bentuk akhir negara Palestina tetap belum terselesaikan. Jadi peta ini menunjukkan satu hal penting: wilayah tersebut telah mengalami pergantian kekuasaan selama ribuan tahun. Konflik hari ini adalah bagian dari sejarah yang sangat panjang dan tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu slogan atau satu periode waktu. Memahami sejarah bukan berarti harus membenarkan semua tindakan salah satu pihak. Tetapi tanpa memahami bagaimana kekuasaan dan batas wilayah berubah dari zaman ke zaman, kita akan sulit memahami mengapa konflik Israel–Palestina begitu kompleks hingga sekarang.

About