@jawaposofficial: Seorang santri berinisial A yang masih di bawah umur diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum ustadz berinisial D di sebuah pondok pesantren modern kawasan Jakabaring, Sumatera Selatan, pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Korban disebut mengalami memar dan pembengkakan di sekitar mata setelah diduga dipukul menggunakan tangan kosong. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi ketika korban sedang berjalan menuju masjid. Berdasarkan laporan keluarga, dugaan kekerasan bermula saat oknum ustadz mempertanyakan ketidakhadiran korban dalam kegiatan tasyakuran. Korban juga disebut mendapat intimidasi verbal agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Ayah korban, Lukman Hakim (42), kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke SPKT Polda Sumatera Selatan pada Minggu (2/8/2026). Kasus ini dilaporkan terkait dugaan pelanggaran Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan masih dalam proses penanganan kepolisian. Kreator: sabrina
lapor polisi biar di tangkap itu yang mukul selesai
2026-08-10 03:08:25
437
yuwuuiii :
pesantren peraturan nya ga boleh bawa hp yah biar ga bisa ngadu ke ortu nya kalo ada kelerasan dari guru nya/temen nya🤌🏻🤌🏻🤌🏻
2026-08-10 03:24:36
175
Abang Harry :
Tidak mencerminkan seorang pendidik. laporkan proses hukum
2026-08-10 03:17:25
210
IZZA @ Taman Giri :
TIDAK DIBENARKAN
2026-08-10 02:51:21
10
F :
pesantren?
2026-08-10 04:04:59
6
Suwarja :
visum, lapor polisi, beres.
2026-08-10 03:55:22
88
yaanzz💤 :
guru boleh ngasih hukuman tapi jangan sampek terluka jangan sampe ada bekas yang parah
2026-08-10 03:36:17
42
diam :
jelek nama pondok nanti kalo gitu
2026-08-10 15:46:05
5
LIVE BOLA :
Ketika anak dipukul di pondok, jangan terburu-buru menyalahkan pengurus, apalagi langsung membawa masalah ke media sosial. Dengarkan dulu kedua belah pihak, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan pastikan kebenarannya.
Membela anak adalah kewajiban orang tua, tetapi membela bukan berarti langsung membenarkan. Sebab, bisa jadi anak kita benar-benar menjadi korban, tetapi bisa juga ada cerita yang belum kita ketahui.
Jangan sampai karena emosi sesaat, kita menjatuhkan nama baik orang lain sebelum kebenaran ditemukan. Tabayyun lebih bijak daripada terburu-buru menyebarkan.😏😏😏
2026-08-10 07:17:58
6
ganti nama :
lapor polisi aja..biar di penjara
2026-08-10 04:16:21
7
ncs.8a41121a :
Dulu saya mondok juga pernah di gampar sama sendal eiger, di kamar mandi di pukul perut saya, gara gara gak berdoa pas mau tidur di siram sama galon, baju basah, kasur basah behhh. Masih banyak lagi dari saya dan teman, kalo di ceritakan di sini mungkin ngetik sampe tangan saya kesemutan
2026-08-10 04:21:02
11
~xluv :
pasti ada yg blg "ah anak 90an kebal kok", hey klo di gampar aja pipi merah msh oke, tp klo di pukulin ampe lebam mah udh masuk penganiayaan
2026-08-10 03:52:10
32
༄⧉ــ♡⃝๛ـيوجانᎩᏬፚᎯᏁ♡⃝⧉༄ :
ini lah yg bikin aku ragu mesantrenkan anak takut terjadi penganiayaan lgi apa lgi sampai ada yg mati karena di pukuli beritanya ngerii sekali
2026-08-10 03:06:47
11
inno :
anak itu titipan Tuhan yg harus dijaga dan dirawat sendiri.. bukan nitip ke org lain
2026-08-10 07:22:02
10
Mas Young :
ini masuk pasal penganiayaan, di aniaya dan di takuti masuk neraka oleh orang yg belum pasti masuk sorga
2026-08-10 03:27:17
8
pecahstuff :
sekolah berkedok agama itu lagi
2026-08-10 21:42:00
0
kopigulaaren :
visum bang
2026-08-10 11:25:43
0
aigoooooooooooooo :
takutnya yg di pukul di bully karna ngadu soalnya pengalaman
2026-08-10 08:38:56
2
ranger man :
paling benci berkaitan agama berkedok sekolah
2026-08-10 05:52:24
2
guantengpoll :
lapor polisi
2026-08-10 05:14:58
2
Weee.... :
jadi ragu terhadap agama itu
2026-08-10 09:19:45
0
rizky Aja :
fungsi pesantren?
2026-08-10 12:30:35
2
To see more videos from user @jawaposofficial, please go to the Tikwm
homepage.