@hangticcuc: Vào live săn deal hời thôi#tiktoklive#thoitrangtreem#quanjean#xuhuongtiktok#hangticcuc

Hangtichcuc
Hangtichcuc
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 10 August 2026 03:01:06 GMT
145
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @hangticcuc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kamis, 5 Oktober 2026 PURWOKERTO — Malam Selasa (3/11/2026) bukan malam biasa bagi Indah (bukan nama sebenarnya). Warga Banyumas, Jawa Tengah, ini kehilangan motor setelah jadi korban hipnotis di sekitar Bundaran Patung Kuda Margono Purwokerto. Patung kuda tetap diam, tapi motornya benar-benar pergi. Sekira pukul 21.30 WIB, Indah menunggu temannya di lokasi. Seorang pria tiba-tiba datang, menarik, lalu menepuk punggungnya. Singkat cerita, gendam masuk, teman belum juga datang. “Saya ditarik suruh bonceng ke atas sepeda motor. Saya sadar tapi seperti tidak sadar,” katanya menceritakan kejadian tersebut, Rabu (4/11/2026). Kalimat ini bukan teka-teki, tapi laporan resmi. Motor yang dibonceng itu milik Indah. Ia tidak tahu pelaku datang dari mana. Selama perjalanan, pelaku terus mengajak ngobrol, tetapi suasananya seperti menakut-nakuti. Ngobrolnya bukan basa-basi, tapi mode ancaman. Seingat korban, sepanjang perjalanan yang dilihatnya hanya pemandangan gelap, gunung, dan kuburan. Rute ini terasa seperti paket wisata horor tanpa brosur. “Sadar-sadar saya sudah di Kecamatan Patikraja. Lagi duduk di pedagang martabak, pukul 23.00 WIB,” ungkapnya. Martabak malam itu naik pangkat jadi alarm alami. Indah tersadar setelah pedagang martabak memanggilnya. Menurut pedagang martabak, Indah datang dengan seorang pria dan memesan martabak. Martabaknya dipesan, uangnya belum jelas, pelakunya keburu kabur. “Kata pedagang martabaknya, tadi saya datang sama seorang pria. Tapi dia (pria tersebut) pergi untuk mengambil uang,” jelasnya. Motornya ikut, tasnya ikut, martabaknya entah. Pelaku membawa sepeda motor merek Vario dan tas berisikan tiga handphone serta dompet. Vario resmi pensiun dini dari garasi, tiga handphone dan dompet ikut rapat pindah tangan. Warga kemudian mengantar Indah ke Polsek Patikraja untuk membuat laporan. Ia tidak tinggal diam, meski sempat “auto-pilot” di jalan. “Saya berharap, kepolisian menindaklanjuti laporan saya dan segera menangkap pelaku,” harapnya. Harapan ini lebih tegas daripada sinyal di rute gelap tadi. Pelaku kini masih main petak umpet dengan polisi. Semoga “ambil uang” berikutnya tidak berakhir di sel, tapi di meja pemeriksaan. Sumber: Tribun Banyumas. #berkohpurwokerto #patungkudamargono #hipnotis #aksigendam  #polsekpatikraja #
Kamis, 5 Oktober 2026 PURWOKERTO — Malam Selasa (3/11/2026) bukan malam biasa bagi Indah (bukan nama sebenarnya). Warga Banyumas, Jawa Tengah, ini kehilangan motor setelah jadi korban hipnotis di sekitar Bundaran Patung Kuda Margono Purwokerto. Patung kuda tetap diam, tapi motornya benar-benar pergi. Sekira pukul 21.30 WIB, Indah menunggu temannya di lokasi. Seorang pria tiba-tiba datang, menarik, lalu menepuk punggungnya. Singkat cerita, gendam masuk, teman belum juga datang. “Saya ditarik suruh bonceng ke atas sepeda motor. Saya sadar tapi seperti tidak sadar,” katanya menceritakan kejadian tersebut, Rabu (4/11/2026). Kalimat ini bukan teka-teki, tapi laporan resmi. Motor yang dibonceng itu milik Indah. Ia tidak tahu pelaku datang dari mana. Selama perjalanan, pelaku terus mengajak ngobrol, tetapi suasananya seperti menakut-nakuti. Ngobrolnya bukan basa-basi, tapi mode ancaman. Seingat korban, sepanjang perjalanan yang dilihatnya hanya pemandangan gelap, gunung, dan kuburan. Rute ini terasa seperti paket wisata horor tanpa brosur. “Sadar-sadar saya sudah di Kecamatan Patikraja. Lagi duduk di pedagang martabak, pukul 23.00 WIB,” ungkapnya. Martabak malam itu naik pangkat jadi alarm alami. Indah tersadar setelah pedagang martabak memanggilnya. Menurut pedagang martabak, Indah datang dengan seorang pria dan memesan martabak. Martabaknya dipesan, uangnya belum jelas, pelakunya keburu kabur. “Kata pedagang martabaknya, tadi saya datang sama seorang pria. Tapi dia (pria tersebut) pergi untuk mengambil uang,” jelasnya. Motornya ikut, tasnya ikut, martabaknya entah. Pelaku membawa sepeda motor merek Vario dan tas berisikan tiga handphone serta dompet. Vario resmi pensiun dini dari garasi, tiga handphone dan dompet ikut rapat pindah tangan. Warga kemudian mengantar Indah ke Polsek Patikraja untuk membuat laporan. Ia tidak tinggal diam, meski sempat “auto-pilot” di jalan. “Saya berharap, kepolisian menindaklanjuti laporan saya dan segera menangkap pelaku,” harapnya. Harapan ini lebih tegas daripada sinyal di rute gelap tadi. Pelaku kini masih main petak umpet dengan polisi. Semoga “ambil uang” berikutnya tidak berakhir di sel, tapi di meja pemeriksaan. Sumber: Tribun Banyumas. #berkohpurwokerto #patungkudamargono #hipnotis #aksigendam #polsekpatikraja #

About