@pembersih_loxuscleaner: Seru banget keseruan booth Loxus Cleaner di Bekasi Marathon! 🏃‍♂️ Cara membersihkan sepatu kotor para pelari jadi serba praktis tanpa air. See you at the next event! ✨ #BekasiMarathon #CaraMembersihkanSepatu #SepatuLari #RunningCommunity #LoxusCleaner

Loxus Cleaner
Loxus Cleaner
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 10 August 2026 06:33:28 GMT
231026
166
3
22

Music

Download

Comments

madan8192991z
mhmdrmdn_ :
loxus bisa buat ilangin tinta pulpen ga?
2026-08-12 06:39:24
0
To see more videos from user @pembersih_loxuscleaner, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Diriwayatkan Nabi Daud as. Sedang menyendiri didalam Mihrab, setelah ia  hanyut dalam kesendirian itu… Tuhan berkata : “Hai Daud, sedang apakah engkau?” Daud as : “Ya Tuhanku sesungguhnya Aku sedang menyendiri dalam kesendirianku” Tuhan : “Apa yang engkau lihat hai Daud?” Daud as : “Aku pandang akan diriku dalam Musyahadah bahwa tidak ada Daud yang ada hanya Aku, dan kupandang lagi lebih dalam ‘tidak ada Aku yang ada hanya Engkau ya Robb” Tuhan : “Hai Daud! Jika demikian berarti engkau telah “Murtad”, Murtad dari dirimu sendiri” Engkau telah keluar dari dirimu sendiri sehingga tidak ada lagi yang ada pada dirimu, Dan Engkau nyatakan yang ada hanya “Aku”. Karena itu Engkau telah masuk kedalam Ke “DIAM” an Sir/Rahasia-Ku, dan Engkau telah sampai kepada-Ku. Bagi para penuntut/salik yang berjalan  menuju kepada Allah, maka mereka akan melalui beberapa tahapan-tahapan/kedudukan-kedudukan yang mana akhir tahapan itu adalah “DIAM”. “DIAM” itu adalah suatu Maqom Qodimnya Allah Swt yang mana di sampaikan oleh beberapa Arifbillah dengan Sir/Rahasia/Singgasana Allah Swt. Dalam sebuah kitab “Ad-Durunnafis”, dikatakan bahwa “DIAM” itu adalah Maqom yang tinggi yaitu Maqom Tuhan Robbul ‘Alamiin pada Singgasana Allah swt. Di dalam ke “DIAM”an itu Hakikat Muhammad Saw bermaqom, dan dari situlah sumber Kalam Allah yang berbunyi : “Kun” dan “ Fayakun”. Setiap para Arifbillah di antara para kekasih-kekasih dan Pecinta Sejati Allah, mereka telah sampai kepada Maqom ke “DIAM” an tsb. Maqom yang mengangkat Derajad dan Martabatnya kepada  “Insan Kamil Mukamil” dan berkedudukan sebagai Waliyullah yang senantiasa tidak pernah Alfa dari mengingat Allah baik dalam kesendiriannya maupun dalam keramaiannya. Adapun untuk sampai pada Maqom tsb, tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam pengembaraan Spiritualnya adalah : Fana Fil Mursyid (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Mursyid) Fana Firrosul (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Rosul) Fana Fillah (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya hanya kepada Allah Swt) Baqo’ billah (Terbuka Hijab/Tirai kedirian sehingga Sir/Rahasianya bersatu dengan Kebenaran Allah) Liqo’ Illah (Bertemu dengan Allah dalam ke “DIAM”annya Allah Swt.
Diriwayatkan Nabi Daud as. Sedang menyendiri didalam Mihrab, setelah ia hanyut dalam kesendirian itu… Tuhan berkata : “Hai Daud, sedang apakah engkau?” Daud as : “Ya Tuhanku sesungguhnya Aku sedang menyendiri dalam kesendirianku” Tuhan : “Apa yang engkau lihat hai Daud?” Daud as : “Aku pandang akan diriku dalam Musyahadah bahwa tidak ada Daud yang ada hanya Aku, dan kupandang lagi lebih dalam ‘tidak ada Aku yang ada hanya Engkau ya Robb” Tuhan : “Hai Daud! Jika demikian berarti engkau telah “Murtad”, Murtad dari dirimu sendiri” Engkau telah keluar dari dirimu sendiri sehingga tidak ada lagi yang ada pada dirimu, Dan Engkau nyatakan yang ada hanya “Aku”. Karena itu Engkau telah masuk kedalam Ke “DIAM” an Sir/Rahasia-Ku, dan Engkau telah sampai kepada-Ku. Bagi para penuntut/salik yang berjalan menuju kepada Allah, maka mereka akan melalui beberapa tahapan-tahapan/kedudukan-kedudukan yang mana akhir tahapan itu adalah “DIAM”. “DIAM” itu adalah suatu Maqom Qodimnya Allah Swt yang mana di sampaikan oleh beberapa Arifbillah dengan Sir/Rahasia/Singgasana Allah Swt. Dalam sebuah kitab “Ad-Durunnafis”, dikatakan bahwa “DIAM” itu adalah Maqom yang tinggi yaitu Maqom Tuhan Robbul ‘Alamiin pada Singgasana Allah swt. Di dalam ke “DIAM”an itu Hakikat Muhammad Saw bermaqom, dan dari situlah sumber Kalam Allah yang berbunyi : “Kun” dan “ Fayakun”. Setiap para Arifbillah di antara para kekasih-kekasih dan Pecinta Sejati Allah, mereka telah sampai kepada Maqom ke “DIAM” an tsb. Maqom yang mengangkat Derajad dan Martabatnya kepada “Insan Kamil Mukamil” dan berkedudukan sebagai Waliyullah yang senantiasa tidak pernah Alfa dari mengingat Allah baik dalam kesendiriannya maupun dalam keramaiannya. Adapun untuk sampai pada Maqom tsb, tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam pengembaraan Spiritualnya adalah : Fana Fil Mursyid (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Mursyid) Fana Firrosul (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Rosul) Fana Fillah (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya hanya kepada Allah Swt) Baqo’ billah (Terbuka Hijab/Tirai kedirian sehingga Sir/Rahasianya bersatu dengan Kebenaran Allah) Liqo’ Illah (Bertemu dengan Allah dalam ke “DIAM”annya Allah Swt.

About